Runtut.com

Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi

Sekolah di Riyadh menerapkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan setelah ketegangan Saudi dan Houthi meningkat di kawasan Teluk.

2 menit baca
15
Runtut.com
Pasukan Houthi-Yaman saat besitegang dengan Saudi — Getty Images/@Mohammed Hamoud

ARAB SAUDI - Sejumlah sekolah di Riyadh, Arab Saudi, mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem jarak jauh selama satu pekan setelah orang tua siswa menerima pemberitahuan penutupan sekolah secara mendadak.

Keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman, meski otoritas setempat belum menyampaikan alasan resmi terkait kebijakan tersebut.

Pemberitahuan mengenai perubahan sistem pembelajaran diterima para orang tua pada Minggu (27/9/2026). Beberapa sekolah menyampaikan bahwa mereka mendapat arahan dari otoritas Saudi untuk menutup kegiatan tatap muka sepanjang pekan dan melanjutkan pembelajaran secara daring.

“Kami baru saja diberi tahu oleh otoritas Saudi bahwa sekolah harus tetap tutup sepanjang minggu,” demikian isi pesan yang diterima sejumlah orang tua dan dilihat oleh AFP.

Hingga keputusan tersebut diumumkan, pemerintah Arab Saudi belum memberikan penjelasan terbuka mengenai alasan penutupan sekolah maupun hubungan kebijakan itu dengan kondisi keamanan terbaru.

Sejumlah orang tua mempertanyakan kurangnya informasi mengenai keputusan yang berdampak pada aktivitas sekolah selama sepekan.

Salah satu orang tua siswa di Riyadh mengatakan keluarga membutuhkan komunikasi yang lebih jelas ketika kebijakan pemerintah berdampak langsung terhadap komunitas sekolah.

Sementara itu, seorang warga Lebanon yang tinggal di Riyadh menyebut keputusan tersebut datang secara tiba-tiba sehingga membuat sebagian warga belum memahami situasi yang terjadi.

Pengalihan pembelajaran dilakukan setelah koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan telah mencegat sejumlah pesawat nirawak (drone) dan rudal balistik yang diarahkan ke wilayah kerajaan. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari peningkatan aktivitas militer kelompok Houthi sejak Juli 2026.

Konflik antara Arab Saudi dan Houthi memiliki kaitan dengan perang yang berlangsung di Yaman. Setelah periode gencatan senjata selama beberapa tahun, ketegangan kembali meningkat dan memengaruhi situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya mengecam peningkatan serangan terhadap Arab Saudi oleh kelompok Houthi. PBB menyebut serangan tersebut telah berdampak pada warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Di sisi lain, belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi yang memastikan bahwa penerapan pembelajaran jarak jauh selama sepekan disebabkan langsung oleh ancaman serangan terbaru.

Beberapa sekolah juga sempat menginformasikan kemungkinan kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka pada Senin (28/9/2026).

Situasi tersebut membuat aktivitas pendidikan di Riyadh mengalami penyesuaian sementara. Pemerintah dan pihak sekolah masih menjadi rujukan utama bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terkait kelanjutan kegiatan belajar mengajar serta perkembangan kondisi keamanan di wilayah ibu kota Arab Saudi tersebut.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pemilu Israel dan Inflasi: Mengapa Kebijakan Fiskal Netanyahu Mulai Dikeluhkan Pemilih?
Internasional

Pemilu Israel dan Inflasi: Mengapa Kebijakan Fiskal Netanyahu Mulai Dikeluhkan Pemilih?

Pembengkakan biaya perang 350 miliar Shekel dan lonjakan inflasi membuat pemilih Israel menghukum kebijakan fiskal Netanyahu pada pemilu Knesset.

Rani Masida· 1 hari lalu
Rantai Pasok Global Terganggu Perang Timur Tengah, Ini 5 Dampaknya pada Indonesia
Internasional

Rantai Pasok Global Terganggu Perang Timur Tengah, Ini 5 Dampaknya pada Indonesia

Perang di Timur Tengah ganggu rantai pasok global. Simak 5 dampak langsungnya terhadap harga BBM, biaya logistik, hingga inflasi di Indonesia.

Rani Masida· 1 hari lalu
Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme
Internasional

Aplikasi Darurat Rusia dan Ukraina Diretas, Pesan Palsu Serangan Nuklir Dibalas Meme

Aplikasi darurat Rusia dan Ukraina diretas serentak, sebarkan peringatan palsu nuklir yang justru ditanggapi santai oleh warga.

Rani Masida· 2 hari lalu
Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang
Internasional

Iran: Iran-Amerika Serikat Masih Jauh dari Sepakat untuk Akhiri Perang

"Syarat Teheran harus dipenuhi jika AS ingin Hormuz dibuka. Pembahasan nuklir hanya bisa dimulai setelahnya."

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah
Internasional

Serangan Siber Global Guncang Binance, Kerugian Capai Triliunan Rupiah

Binance dibobol Rp114,98 triliun akibat serangan siber canggih dan rekayasa sosial, manajemen pastikan dana pengguna diamankan.

Rani Masida· 3 hari lalu
Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina
Internasional

Raja Yordania: Tidak Ada Keamanan atau Stabilitas Kawasan tanpa Tanah Air Palestina

“Kami menegaskan kembali, berulang kali, bahwa tidak akan ada keamanan atau stabilitas di kawasan kami tanpa menegakkan hak rakyat Palestina."

Andini Putri Lestari· 4 hari lalu