Runtut.com

Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden

Pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah mengirim sinyal darurat. Insiden diduga terkait konflik antar pilot.

2 menit baca
7
Runtut.com
Ilustrasi pesawat Flydubai — Getty Images/@alexsl

UNI EMIRAT ARAB - Pesawat Flydubai rute Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Tel Aviv, Israel, dialihkan ke Arab Saudi setelah mengirimkan sejumlah sinyal darurat saat melintas di wilayah udara Yordania. Dugaan pembajakan sempat muncul, namun informasi awal menyebut sinyal tersebut berkaitan dengan insiden antara dua pilot di dalam kokpit.

Data pelacakan penerbangan dari Flightradar24 menunjukkan pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 tersebut mengubah jalur penerbangan ketika berada di sekitar wilayah udara Yordania menuju Arab Saudi pada Rabu (30/9/2026). Pesawat kemudian diarahkan untuk melakukan pendaratan di Bandara Tabuk, wilayah barat laut Arab Saudi.

Pesawat jenis Boeing 737 itu diketahui sempat mengirimkan sinyal darurat umum. Beberapa menit kemudian, pesawat kembali mengeluarkan sinyal yang mengindikasikan kemungkinan adanya gangguan terhadap penerbangan. Situasi tersebut sempat memunculkan dugaan adanya pembajakan.

Kantor Perdana Menteri Israel kemudian menyampaikan bahwa insiden tersebut diyakini bukan merupakan aksi pembajakan. Sementara itu, pihak maskapai Flydubai menyatakan penerbangan tersebut mengalami sebuah insiden dalam perjalanan menuju Tel Aviv dan dialihkan ke Tabuk untuk alasan keselamatan.

“Penerbangan tersebut mengalami insiden dalam perjalanan menuju Tel Aviv dan dialihkan ke Tabuk, tempat pesawat mendarat dengan aman. Seluruh penumpang berada dalam kondisi selamat,” kata juru bicara Flydubai dalam pernyataannya.

Seorang pejabat Israel yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim menyebut sinyal darurat diduga dikirim setelah kedua pilot terlibat perkelahian fisik. Namun, penyebab awal konflik antara pilot tersebut belum diketahui secara jelas.

Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut penumpang sempat mengalami situasi menegangkan selama penerbangan berlangsung. Salah seorang penumpang mengaku mendengar teriakan di dalam pesawat sebelum melihat kondisi di area kokpit setelah pintu terbuka.

Penumpang tersebut menyebut terdapat dugaan serangan terhadap salah satu pilot. Penumpang lain juga mengatakan situasi di dalam pesawat sempat membuat mereka khawatir karena pesawat mengalami perubahan ketinggian secara cepat.

Berdasarkan data penerbangan yang tersedia, pesawat sempat mengalami perubahan ketinggian setelah sekitar dua jam 15 menit perjalanan. Pesawat yang berada di ketinggian sekitar 34.000 kaki dilaporkan turun hingga sekitar 17.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit. Kecepatan pesawat juga tercatat meningkat sebelum kemudian kembali melakukan penyesuaian ketinggian.

Pesawat sempat mengirimkan kode darurat yang dalam sistem penerbangan internasional dapat berkaitan dengan kondisi darurat, termasuk indikasi gangguan keamanan. Meski demikian, informasi resmi yang menyatakan adanya pembajakan belum dikonfirmasi.

Setelah mendarat di Bandara Tabuk, seluruh penumpang dilaporkan dalam keadaan selamat. Pihak terkait masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui detail penyebab insiden yang membuat penerbangan tersebut harus dialihkan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Prancis Mencekam! Kerusuhan di Paris, 1.200 Orang DitangkapBreaking
Internasional

Prancis Mencekam! Kerusuhan di Paris, 1.200 Orang Ditangkap

Aksi demonstrasi pada 17-18 Oktober 2026 berubah menjadi peristiwa kelam bagi Prancis. Ratusan aparat terluka, gedung-gedung pemerintahan diserbu.

Lusianti Dwi Cahyani· 9 jam lalu
Sudah Jadi Ikon Selama 150 Tahun, Kereta Kuda Central Park di New York Bakal Tinggal Kenangan?
Internasional

Sudah Jadi Ikon Selama 150 Tahun, Kereta Kuda Central Park di New York Bakal Tinggal Kenangan?

New York berencana menghentikan operasional kereta kuda Central Park setelah lebih dari 150 tahun. Rancangan Romanch’s Law dijadwalkan dipungut suara minggu ini

Ferdian Trikusuma· 15 jam lalu
Jembatan China–Korea Utara Resmi Dibuka Setelah Mangkrak 12 Tahun
Internasional

Jembatan China–Korea Utara Resmi Dibuka Setelah Mangkrak 12 Tahun

Jembatan China–Korea Utara resmi beroperasi setelah tertunda 12 tahun. Infrastruktur ini membuka peluang peningkatan perdagangan dan konektivitas kedua negara.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Ribuan Mahasiswa Albania Turun ke Jalan, Desak Perdana Menteri Mundur
Internasional

Ribuan Mahasiswa Albania Turun ke Jalan, Desak Perdana Menteri Mundur

Gelombang protes mahasiswa di Albania makin memanas menuntut PM Edi Rama mundur. Unjuk rasa meluas ke berbagai kota diiringi isu korupsi dan sengketa lahan.

Mila Nabilah· 3 hari lalu
Pilot Laporkan Penumpukan Es Sebelum Pesawat Piper PA-46 Jatuh di Wisconsin
Internasional

Pilot Laporkan Penumpukan Es Sebelum Pesawat Piper PA-46 Jatuh di Wisconsin

Pesawat Piper PA-46 Malibu jatuh di Wisconsin dan menewaskan enam orang. Pilot sempat melaporkan penumpukan es sebelum kehilangan kontak.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
Mirwan Suwarso Ingin Ubah Como 1907 Layaknya Disney, Sepak Bola Bukan Satu-satunya Bisnis
Internasional

Mirwan Suwarso Ingin Ubah Como 1907 Layaknya Disney, Sepak Bola Bukan Satu-satunya Bisnis

Presiden Como 1907 Mirwan Suwarso ingin mengembangkan klub dengan model bisnis ala Disney, memadukan sepak bola, fashion, merchandise, media, dan pariwisata.

Ferdian Trikusuma· 5 hari lalu