Runtut.com

Sultan Hassanal Bolkiah Tarik Gelar Menantu, Kerajaan Soroti Perilaku Tak Pantas

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, karena perilaku tak pantas.

2 menit baca
6
Sultan Hassanal Bolkiah Tarik Gelar Menantu, Kerajaan Soroti Perilaku Tak Pantas
Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah — @alain benainous

BRUNEI DARUSSALAM - Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan yang disandang menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Keputusan tersebut diambil setelah perilaku Raabi'atul dinilai tidak sesuai dengan kedudukan sebagai bagian dari keluarga Kesultanan Brunei.

Pencabutan gelar kerajaan itu diumumkan Kantor Kepala Protokol Kerajaan Brunei pada 8 Agustus 2026. Gelar yang dicabut adalah “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri”, sebuah gelar kehormatan yang sebelumnya diberikan kepada Raabi'atul sebagai istri Pangeran Abdul Malik, putra kedua Sultan Hassanal Bolkiah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizana Pengiran Haji Razali, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan titah kerajaan yang dikeluarkan langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah. Pencabutan gelar berlaku efektif sejak pengumuman resmi disampaikan.

Namun, pihak kerajaan tidak menjelaskan secara rinci bentuk perilaku yang menjadi alasan pencabutan gelar tersebut. Tidak ada keterangan resmi mengenai tindakan spesifik yang dilakukan Raabi'atul hingga keputusan tersebut diambil.

Laporan media lokal Brunei, RTB News, menyebut pencabutan gelar berkaitan dengan perilaku yang dianggap tidak pantas bagi seorang anggota keluarga kerajaan. Tindakan tersebut dinilai dapat mencoreng nama baik Kesultanan Brunei serta menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Sultan Hassanal Bolkiah.

Profil Raabi'atul Adawiyyah

Raabi'atul Adawiyyah lahir pada 27 Oktober 1992 dan merupakan anak kedua dari 10 bersaudara. Ia berasal dari keluarga bangsawan Brunei. Ayahnya adalah Pengiran Haji Bolkiah, sementara ibunya bernama Pengiran Hajah Noor'aismah.

Sebelum masuk dalam lingkungan keluarga kerajaan, Raabi'atul memiliki latar belakang pendidikan dan profesional di bidang teknologi informasi. Ia menempuh pendidikan di sejumlah sekolah di Brunei, termasuk Al-Falaah School, Rimba I Primary School, Menglait Secondary School, dan Rimba Secondary School.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Raabi'atul sempat bekerja sebagai System Data Analyst di BAG Networks pada 2012. Setahun kemudian, ia berkarier sebagai IT Instructor di HAD Technologies. Ia juga memiliki sejumlah sertifikasi teknologi informasi, seperti Internet and Computing Core Certification, Microsoft Office Specialist, dan Adobe Certified Certificate.

Selain bidang teknologi, Raabi'atul dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan. Saat berusia 13 tahun, ia pernah mewakili sekolahnya dalam kompetisi membaca Al-Qur’an. Ia juga mengikuti ajang Skim Tilawah Al-Qur’an Remaja serta kompetisi Dikir Dabai'ie tingkat nasional antarsekolah menengah di Brunei.

Raabi'atul menikah dengan Pangeran Abdul Malik pada April 2015. Pernikahan tersebut menjadi bagian dari keluarga kerajaan Brunei dan dikaruniai empat anak.

Pencabutan gelar tersebut menunjukkan bahwa status dalam lingkungan kerajaan Brunei juga disertai tuntutan menjaga sikap dan kehormatan institusi. Keputusan Sultan Hassanal Bolkiah menjadi langkah internal kerajaan dalam mempertahankan aturan serta nilai yang berlaku di lingkungan Kesultanan Brunei.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Mengenal Houthi, Gerakan Zaidi yang Berubah Menjadi Kekuatan Militer Yaman
Internasional

Mengenal Houthi, Gerakan Zaidi yang Berubah Menjadi Kekuatan Militer Yaman

Houthi berkembang dari gerakan politik Zaidi menjadi kekuatan militer Yaman yang kini berpengaruh di pesisir Laut Merah dan Bab el-Mandeb.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
Dua Bandara Saudi Diserang Houthi, Serangan Balasan Sasar 82 Target di Yaman
Internasional

Dua Bandara Saudi Diserang Houthi, Serangan Balasan Sasar 82 Target di Yaman

Serangan Houthi ke dua bandara Saudi menewaskan tiga orang dan melukai 36 lainnya. Koalisi Saudi kemudian mengklaim menghancurkan 82 target di Yaman.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 hari lalu
Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden
Internasional

Pesawat Flydubai Alihkan Pendaratan ke Arab Saudi Usai Sinyal Darurat Muncul, Pilot Diduga Terlibat Insiden

Pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah mengirim sinyal darurat. Insiden diduga terkait konflik antar pilot.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi
Internasional

Sekolah di Riyadh Beralih ke Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan di Tengah Ketegangan Saudi-Houthi

Sekolah di Riyadh menerapkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan setelah ketegangan Saudi dan Houthi meningkat di kawasan Teluk.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana
Internasional

Hujan Hampir 48 Jam Picu Banjir di Bangkok, 50 Distrik Masuk Zona Bencana

Hujan deras selama hampir dua hari membuat Bangkok dilanda banjir. Pemerintah menetapkan seluruh distrik sebagai zona bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI
Internasional

Jelang Pertemuan Trump-Xi, Washington dan Beijing Bahas Masa Depan Keamanan AI

AS dan China membahas sistem peringatan dini AI untuk mencegah risiko keamanan teknologi di tengah persaingan inovasi dan hubungan geopolitik.

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 minggu lalu