3. Kerajaan Pagaruyung
Kerajaan Pagaruyung didirikan pada 1347 M oleh Adityawarman, mantan panglima Majapahit dan penguasa Malayapura, yang memindahkan pusat pemerintahan ke pedalaman Minangkabau untuk menguasai jalur perdagangan emas.
Antara tahun 1371–1377, Pagaruyung aktif menjalin diplomasi internasional dengan mengirim utusan ke Dinasti Ming di Tiongkok.
Pada abad ke-16 hingga ke-17, Pagaruyung bertransisi dari bercorak Hindu-Buddha menjadi kerajaan Islam di bawah Sultan Alif.
Pemerintahan dijalankan melalui sistem kepemimpinan bertiga (Rajo Tigo Selo), yaitu Raja Alam (kekuasaan tertinggi), Raja Adat (adat istiadat), dan Raja Ibadat (keagamaan). Dari era inilah lahir filosofi Minangkabau: "Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah".








