Runtut.com

Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru

Paus Leo XIV mengumumkan akan menjalani operasi untuk mengangkat nodul paru-paru yang terdeteksi dini. Vatikan belum mengonfirmasi diagnosis kanker.

4 menit baca
Paus Leo XIV.
Paus Leo XIV. — Foto: abc.net.au

VATIKAN - Paus Leo XIV mengumumkan akan menjalani operasi dalam beberapa hari mendatang untuk mengangkat benjolan kecil atau nodul yang ditemukan di paru-parunya. Pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun itu mengatakan, benjolan tersebut terdeteksi pada tahap sangat dini dan berada di area yang terlokalisasi.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Paus Leo XIV saat menyampaikan doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Minggu (11/10/2026). Ia mengatakan bahwa keputusan menjalani operasi diambil setelah berkonsultasi dengan dokter yang merekomendasikan tindakan medis tersebut.

Dalam keterangan yang diterjemahkan oleh media resmi Vatikan, Paus Leo menyampaikan bahwa pemeriksaan medis baru-baru ini menemukan nodul di paru-parunya. Karena terdeteksi sejak dini dan terlokalisasi dengan baik, dokter menilai tindakan operasi merupakan pilihan yang tepat.

Paus Leo juga menyampaikan terima kasih kepada umat yang memberikan dukungan spiritual dan meminta doa bagi proses pengobatan yang akan dijalaninya.

Laporan Associated Press (AP) menyebutkan, operasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal pekan ini. Vatikan memperkirakan masa pemulihan pascaoperasi sekitar satu minggu, meskipun belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai prosedur medis yang akan dilakukan.

Pengumuman mengenai kondisi kesehatan Paus Leo XIV memunculkan perhatian internasional. Namun, hingga Minggu (11/10/2026), Vatikan belum menyatakan bahwa nodul yang ditemukan tersebut merupakan kanker.

Secara medis, nodul paru-paru merupakan area kecil jaringan abnormal yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan. Nodul dapat bersifat jinak maupun ganas. Keberadaan nodul saja tidak cukup untuk memastikan seseorang menderita kanker.

Dalam laporan AP, sejumlah pakar medis menjelaskan bahwa nodul paru-paru relatif umum ditemukan dan sering kali bersifat jinak. Meski demikian, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan karakteristik jaringan tersebut.

Operasi pengangkatan dapat membantu dokter memperoleh diagnosis yang lebih pasti sekaligus menangani kelainan yang ditemukan. Namun, belum tersedia informasi publik mengenai ukuran pasti nodul, hasil pemeriksaan patologis, atau diagnosis akhir Paus Leo XIV.

Karena itu, kondisi kesehatan Paus tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan pengumuman rencana operasi tersebut.

Operasi Diperkirakan Berlangsung di Rumah Sakit Gemelli

Sejumlah media internasional, termasuk AP dan Euronews, melaporkan bahwa Paus Leo XIV diperkirakan menjalani operasi di Rumah Sakit Universitas Gemelli, Roma, Italia. Rumah sakit tersebut merupakan salah satu fasilitas medis yang pernah digunakan untuk merawat para paus, termasuk pendahulunya, Paus Fransiskus.

Meski demikian, rincian mengenai waktu pasti operasi dan prosedur yang akan dijalankan belum diumumkan secara terbuka oleh Vatikan.

Paus Leo XIV selama ini dikenal aktif menjalankan tugas kepausan. Ia juga dilaporkan rutin bermain tenis dan berenang di kediaman musim panas kepausan di Castel Gandolfo.

Pengumuman operasi ini menjadi perkembangan kesehatan besar pertama yang diketahui publik selama masa kepausannya, yang dimulai pada Mei 2025 setelah wafatnya Paus Fransiskus pada April tahun yang sama.

Dukungan Mengalir dari Pemimpin Gereja dan Pemerintah Italia

Setelah pengumuman tersebut, dukungan dan doa mengalir dari berbagai komunitas Katolik di dunia.

Vatican News melaporkan bahwa para pemimpin Gereja Katolik, termasuk sejumlah uskup dan pejabat konferensi waligereja, menyampaikan harapan agar Paus Leo segera pulih dan dapat kembali menjalankan tugasnya.

Presiden Konferensi Waligereja Amerika Serikat, Uskup Agung Paul Coakley, mengajak umat dan masyarakat luas mendoakan kesehatan Paus beserta tim medis yang akan menanganinya.

Dukungan juga datang dari Presiden Italia Sergio Mattarella dan Perdana Menteri Giorgia Meloni. Meloni menyampaikan dukungan pribadi sekaligus pemerintah Italia bagi Paus dalam menghadapi operasi yang akan dijalaninya.

Menurut laporan AP, Meloni menilai ketenangan Paus ketika menyampaikan kondisi kesehatannya kepada publik memberikan kesan yang meyakinkan.

Respons tersebut memperlihatkan besarnya perhatian terhadap kondisi kesehatan pemimpin Gereja Katolik, yang tidak hanya memiliki peran spiritual bagi umat Katolik, tetapi juga pengaruh moral dalam berbagai isu kemanusiaan dan hubungan internasional.

Bagaimana Dengan Agenda Perjalanan Paus ke Amerika Latin?

Kondisi kesehatan Paus Leo XIV juga menjadi perhatian karena ia memiliki agenda perjalanan apostolik ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6–17 November 2026.

Menurut laporan AP, Paus sebelumnya menyatakan masih berencana menjalankan perjalanan tersebut. Namun, belum ada kepastian apakah operasi dan masa pemulihan akan memengaruhi jadwal maupun pelaksanaan agenda internasional itu.

Perjalanan tersebut menjadi salah satu agenda penting kepausan pada November. Perkembangan kondisi kesehatan Paus dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah seluruh rangkaian kunjungan dapat berlangsung sesuai rencana.

Hingga 11 Oktober 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan jadwal perjalanan tersebut.

Paus Leo XIV kini dijadwalkan menjalani tindakan medis berdasarkan rekomendasi dokter. Publik masih menantikan perkembangan lebih lanjut mengenai hasil operasi, proses pemulihan, serta dampaknya terhadap agenda kepausan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua