Hong Kong – Ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha digital. Melihat potensi tersebut, tim dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan pendampingan kewirausahaan digital bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional.

Program Studi S-2 Administrasi Publik dan S-1 Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unesa berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa (PCIA) Aisyiyah Hong Kong menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Ekonomi PMI di Hong Kong melalui Program Side-Hustle Mendukung Pencapaian SDGs 8” di Causeway Bay, Hong Kong pada Juli 2026.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk membekali PMI dengan keterampilan memanfaatkan teknologi digital sebagai peluang ekonomi tambahan. Melalui pelatihan ini, peserta dikenalkan dengan strategi membangun usaha berbasis media sosial yang dapat dijalankan secara fleksibel di sela aktivitas pekerjaan.

Ketua tim PKM, Suci Megawati mengatakan, masih terdapat PMI yang belum memiliki keterampilan kewirausahaan digital sebagai persiapan membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para PMI memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun peluang ekonomi. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menciptakan usaha mandiri ketika kembali ke Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital membuka ruang baru bagi masyarakat, termasuk PMI, untuk mengembangkan potensi usaha tanpa terbatas oleh lokasi. Media sosial dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan produk, membangun jejaring pelanggan, hingga menciptakan sumber pendapatan baru.

Koordinator Program Studi S-1 Ilmu Administrasi Negara Unesa, Eva Hany Fanida menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama PCIA Hong Kong. Ia menyebut program ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Program ini memberikan keterampilan yang relevan dengan perkembangan ekonomi digital dan dapat diterapkan secara langsung oleh pekerja migran, sekaligus sebagai komitmen perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prodi S-2 Administrasi Publik dan Prodi S-1 Ilmu Administrasi Negara Unesa bersama PCIA Hong Kong turut melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai penguatan kerja sama pemberdayaan masyarakat.

Peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan platform digital, khususnya TikTok, untuk mengembangkan bisnis daring. Materi mencakup pengenalan fitur TikTok, pendaftaran TikTok Shop, program afiliasi, hingga peluang profesi digital seperti TikTok Influencer, TikTok Consultant, dan TikTok Manager.

Tim dosen juga mendampingi peserta menyusun strategi pembuatan konten yang sederhana, autentik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu PMI membangun identitas digital sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Ketua PCIA Hong Kong, Ebta Dwi Anggraini menyambut positif program ini. Menurutnya, kolaborasi bersama Unesa membuka akses baru bagi komunitas PMI untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung peningkatan ekonomi.

Ia turut membagikan pengalaman dalam memperoleh penghasilan tambahan melalui Facebook Pro dan Instagram Reels. Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa media sosial dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan apabila dikelola secara konsisten.

Adapun tim dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas Tjitjik Rahaju, M. Farid Ma’ruf, Fitrotun Niswah, Firre An Suprapto, Wilda Sumarsyah, Nuh Krama Hadianto, Suci Megawati, Meirinawati, Indah Prabawati, Ajie Hanif Muzaqi, dan Ardiyansah.