Runtut.com

Pengabdian Masyarakat UTM Perkenalkan dan Serahkan Alat Pemupukan Sederhana untuk Tingkatkan Efisiensi Petani di Desa Pakandangan Sangra

KKN Universitas Trunojoyo Madura mengenalkan alat pemupukan sederhana kepada kelompok tani di Desa Pakandangan Sangra, Sumenep

3 menit baca
8
Pengabdian Masyarakat UTM Perkenalkan dan Serahkan Alat Pemupukan Sederhana untuk Tingkatkan Efisiensi Petani di Desa Pakandangan Sangra
Penyerahan alat pemupukan sederhana kepada kelompok tan — Dok. Pribadi

Sumenep – Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh KKN Kelompok 44 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar kegiatan pengenalan dan penyerahan alat pemupukan sederhana kepada kelompok tani di Desa Pakandangan Sangra, Kabupaten Sumenep, pada Selasa (7/7). Kegiatan ini bertujuan mendukung peningkatan efisiensi proses pemupukan sekaligus membantu petani mengurangi beban kerja saat melakukan pemupukan di lahan pertanian.

Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Badriyatul Lailiyah ini dihadiri sekitar 35 peserta yang terdiri atas anggota beberapa kelompok tani di Desa Pakandangan Sangra. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kelompok Tani Al Fajar, Pak Munir, Ketua Kelompok Tani Al Falah, Hj. Jakfar, Ketua KWT Badriyatul Lailiyah, Ibu Hamidah, serta anggota kelompok tani lainnya yang turut mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Pemilihan program ini didasarkan pada kebutuhan petani dalam proses pemupukan yang selama ini masih dilakukan secara manual. Saat menyebarkan pupuk berbentuk butiran, petani umumnya harus menunduk dalam waktu yang cukup lama sehingga pekerjaan menjadi lebih melelahkan dan berpotensi menimbulkan keluhan fisik. Melalui pengenalan alat pemupukan sederhana, tim KKN berharap proses penyebaran pupuk dapat dilakukan dengan lebih mudah, praktis, dan efisien.

Alat pemupukan sederhana yang diperkenalkan dirancang untuk membantu penyebaran pupuk berbentuk butiran secara lebih nyaman. Dengan menggunakan alat tersebut, petani tidak perlu terus-menerus membungkukkan badan saat memupuk tanaman. Selain mengurangi rasa lelah, penggunaan alat ini juga diharapkan mampu mempercepat proses pemupukan sehingga waktu dan tenaga yang dikeluarkan petani menjadi lebih efisien.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai fungsi, cara kerja, serta manfaat alat pemupukan sederhana. Tim KKN menjelaskan bahwa alat tersebut mudah digunakan dan dapat diaplikasikan untuk penyebaran pupuk berbentuk butiran yang umum digunakan oleh petani. Setelah sesi pengenalan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat agar peserta dapat memahami langkah-langkah pengoperasiannya secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat ketika sesi praktik dimulai. Sejumlah anggota kelompok tani secara bergantian mencoba menggunakan alat pemupukan sederhana yang telah diperkenalkan. Para peserta tampak aktif berdiskusi mengenai cara penggunaan alat, kenyamanan saat digunakan, serta potensi penerapannya dalam kegiatan pertanian sehari-hari. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat petani terhadap teknologi sederhana yang mampu memberikan kemudahan dalam bekerja.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok tani, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan alat pemupukan sederhana secara simbolis kepada Ketua Kelompok Tani Al Falah, Hj. Jakfar, dan Ketua KWT Badriyatul Lailiyah, Ibu Hamidah. Penyerahan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemanfaatan alat secara bersama oleh kelompok tani sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak petani di Desa Pakandangan Sangra.


Ketua KWT Badriyatul Lailiyah, Ibu Hamidah, menyampaikan apresiasinya atas program yang dilaksanakan oleh KKN Kelompok 44 Universitas Trunojoyo Madura. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena menghadirkan inovasi sederhana yang belum pernah diperkenalkan sebelumnya.

"Terima kasih sudah memberikan program ini, karena memang di sini belum pernah ada program seperti ini sebelumnya," ujar Ibu Hamidah.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, KKN Kelompok 44 Universitas Trunojoyo Madura berharap alat pemupukan sederhana dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi kerja di sektor pertanian. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan terus mendorong lahirnya program-program yang mampu menjawab kebutuhan petani, sehingga potensi pertanian di Desa Pakandangan Sangra dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu