Lamongan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Darul 'Ulum (UNISDA) Lamongan mengadakan kegiatan: “Sosialisasi dan Penyuluhan Praktik TOGA, Produksi Wedang Rempah, dan Pelatihan E-Commerce Shopee”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Hari Jum’at, 17 Juli 2026 dan bertempat di Balai Desa Sambungrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Dihadiri mulai dari seluruh perangkat desa, pelaku UMKM, kelompok PKK, beserta beberapa elemen masyarakat desa sebagai peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa Sambungrejo tentang pemanfaatan terkait tanaman obat menjadi wedang rempah yang kaya akan khasiat, serta menjadi produk inovasi yang bernilai jual tinggi.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Koordinator Desa, Arifahtul Akbar. Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Sambungrejo, Saeman. Beliau berharap kegiatan kali ini dapat memberikan pemahamanan serta menumbuh kesadaran kepada seluruh elemen masyarakat Desa Sambungrejo, “Harapan kami, setelah adanya penyuluhan ini, masyarakat Desa Sambungrejo mulai membiasakan diri untuk mengonsumsi minuman herbal, terutama yang berasal dari tanaman obat di sekitar rumah, jadi penggunaan obat-obatan bisa dikurangi dan tidak ketergantungan, khususnya buat mengatasi keluhan ringan.”
Setelah beberapa sambutan, selanjutnya masuk ke sesi acara praktik budidaya TOGA (Tanaman Obat Keluarga) seperti, jahe, kencur, laos, kunyit, serai, bersama ibu-ibu PKK dan dipandu oleh Kak Salsa dan Kak Adam selaku mahasiswa KKN UNISDA Lamongan. Sebelum praktik, Kak Salsa menyampaikan materi tentang manfaat dari beberapa tanaman TOGA. Kemudian, Kak Adam mengajak relawan dari kelompok PKK untuk melakukan praktik penanaman TOGA. Dimulai dari penyiapan media tanam berupa campuran antara sekam dan tanah yang dimasukkan ke dalam polybag, kemudian bibit yang sudah bertunas ditanam ke dalam polybag. Kak Adam juga menambahkan bahwa tanaman harus disiram setiap pagi dan sore untuk menjaga bibit tetap dalam keadaan lembab dan tidak kering.

Memasuki kegiatan selanjutnya, yakni penyuluhan dan pelatihan pembuatan wedang rempah (Uwuh dan teh sereh jahe) yang dipandu oleh Kak Charis juga Kak Nisa. Sama seperti sebelumnya, Kak Nisa menerangkan manfaat dari setiap rempah-rempah yang akan digunakan untuk membuat wedang Uwuh dan teh sereh jahe. Dilanjut dengan praktik pembuatan wedang Uwuh sebagai salah satu sampel berbagai macam olahan minuman yang bisa dihasilkan oleh rempah-rempah.
Selanjutnya, peserta memperoleh pendampingan dalam pengemasan produk, pembuatan akun toko di Shopee, penyusunan katalog produk, serta strategi pemasaran digital yang dipandu oleh Kak Firda. Tujuannya produk ini tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan. Selain itu, setiap sesi diberi kesempatan untuk tanya jawab lalu diberikan reward.

Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKN UNISDA mengharap terjalin sinergi yang erat antara mahasiswa dengan seluruh elemen masyarakat. Diharapkan semangat kolaborasi dan inovasi yang telah dibangun sejak awal dapat menjadi landasan dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Sambungrejo, sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat. “Harapan kami, apa yang sudah dipelajari hari ini tidak hanya berhenti di pelatihan saja, tetapi benar-benar dipraktikkan oleh masyarakat. Mudah-mudahan TOGA ini bisa menjadi awal munculnya produk-produk lokal dari Desa Sambungrejo yang berkualitas, punya nilai jual, dan bisa dipasarkan lebih luas melalui media digital. Yang paling penting, semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sambungrejo.” ujar Koordinator Desa KKN UNISDA Lamongan.








