JAWA TIMUR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengenalkan teknik ecoprint kepada siswa SDN Patokpicis 3, Malang, sebagai upaya mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, serta kepedulian terhadap pemanfaatan bahan alam.
Kegiatan tersebut memanfaatkan vegetasi lokal sebagai media pembelajaran seni yang dikemas melalui praktik langsung dan interaktif.
Program yang berlangsung pada 2–4 September 2026 ini membimbing siswa kelas 4, 5, dan 6 untuk mengenal proses pembuatan motif alami menggunakan dedaunan serta bunga yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T Unesa memberikan pemahaman dasar mengenai tahapan ecoprint, mulai dari memilih bahan alami, menyusun daun pada permukaan kain, membuat pola, hingga proses fiksasi warna secara sederhana.
Pendekatan pembelajaran dilakukan melalui praktik agar siswa dapat memahami konsep seni sekaligus mengenal manfaat tumbuhan di sekitar mereka.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti setiap tahapan dengan aktif, terutama karena kegiatan tersebut berkaitan dengan bidang seni rupa yang menjadi salah satu pembelajaran yang diminati siswa.
Salah satu pengalaman tersebut disampaikan oleh Arleta. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ecoprint memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus memperluas wawasan mengenai teknik kreatif berbasis bahan alami.
“Kegiatan ecoprint ini sangat menyenangkan serta memberi kami wawasan yang baru,” ujarnya.
Melalui program ramah lingkungan ini, kelompok mahasiswa KKN-T Unesa berupaya menghadirkan metode pembelajaran yang menggabungkan unsur seni, kreativitas, dan pendidikan lingkungan.
Ecoprint menjadi salah satu alternatif kegiatan edukatif yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kreatif melalui proses eksplorasi bahan yang tersedia di sekitar mereka.
Selain memberikan pengalaman baru bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi dorongan bagi tenaga pendidik untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan ramah lingkungan. Pemanfaatan bahan alami dalam aktivitas seni dinilai dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan perkembangan anak.










