Runtut.com

Mahasiswa Unesa Kembangkan ISYARA, Media Edukasi Digital untuk Cegah Kekerasan Seksual pada Siswa Tunagrahita

Inovasi mahasiswa Unesa hadirkan pendekatan pembelajaran inklusif berbasis teknologi untuk mendukung kemandirian dan keamanan siswa berkebutuhan khusus.

3 menit baca
14
Runtut.com
Tampilan laman media digital ISYARA yang dirancang sebagai sarana pembelajaran interaktif untuk mendukung pemahaman siswa tunagrahita dalam mengenali situasi dan perlindungan diri. — Tim ISYARA Unesa

JAWA TIMUR - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) mengembangkan ISYARA, media edukasi digital interaktif yang membantu siswa tunagrahita ringan mengenali situasi tidak aman serta memahami tindakan perlindungan diri dari risiko kekerasan seksual.

Pengembangan inovasi tersebut dilakukan selama sekitar empat bulan di SLBN Gedangan, Sidoarjo. ISYARA dirancang melalui sejumlah tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, hingga evaluasi dengan menyesuaikan karakteristik belajar siswa tunagrahita ringan.

Media ini memadukan literasi komunikasi, kecerdasan sosial, dan edukasi perlindungan diri dalam bentuk pembelajaran digital yang mudah dipahami.

Ketua tim PKM-RSH, Syifa Dhira Kristinawati, menjelaskan bahwa gagasan pengembangan inovasi ini berangkat dari kondisi sebagian siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengenali perilaku tidak aman maupun menyampaikan pengalaman yang dialami.

“Anak tunagrahita masih sering bingung membedakan situasi yang termasuk kekerasan seksual atau sentuhan yang tidak sesuai. Karena itu, kami ingin membuat media yang sesuai dengan karakteristik belajar mereka,” jelasnya.

Runtut.com
Tim PKM-RSH Unesa melakukan proses pengembangan ISYARA melalui tahapan produksi dan penyusunan materi pembelajaran berbasis teknologi digital. — Tim ISYARA Unesa

Media pembelajaran ini dikembangkan menggunakan Articulate Storyline dengan menghadirkan berbagai fitur pembelajaran berupa audio, gambar, ilustrasi, animasi, serta simulasi situasi tertentu. Melalui pendekatan tersebut, materi edukasi disusun agar lebih mudah diterima oleh siswa dengan kebutuhan belajar khusus.

“Media kami berbasis Articulate Storyline. Di dalamnya ada voice note, ilustrasi, dan rancangan materi yang dibuat agar anak lebih mudah memahami pembelajaran,” ujarnya.

Materi yang ada di dalamnya terbagi menjadi tiga bagian utama. Bagian pertama berfokus pada literasi komunikasi yang membantu siswa mengenali bagian tubuh pribadi, memahami emosi dasar, serta menyampaikan perasaan ketika menghadapi kondisi tertentu. Siswa juga dilatih mengenali situasi yang membuat mereka merasa aman maupun tidak nyaman.

Bagian kedua berkaitan dengan kecerdasan sosial. Pada tahap ini, siswa diajak memahami lingkungan sekitar, mengenali peran keluarga, guru, teman, dan orang asing. Materi tersebut juga mengajarkan perbedaan antara sentuhan aman dan sentuhan yang berpotensi membahayakan.

Sementara itu, bagian ketiga menekankan aspek perlindungan diri melalui simulasi berbagai kondisi berisiko. Siswa diarahkan untuk menentukan langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.

Runtut.com
Salah satu panel materi dalam ISYARA yang menyajikan pembelajaran interaktif untuk membantu siswa tunagrahita memahami konsep komunikasi, emosi, dan perlindungan diri. — Tim ISYARA Unesa

Berdasarkan kajian awal tim, kemampuan siswa dalam aspek literasi komunikasi, kecerdasan sosial, dan perlindungan diri masih membutuhkan penguatan. Rata-rata kemampuan awal literasi komunikasi berada pada angka 2,64, kecerdasan sosial 2,88, serta kesadaran perlindungan diri 2,50.

Hasil tersebut menjadi dasar tim dalam menyusun desain pembelajaran. Proses pengembangan dilakukan melalui observasi siswa, wawancara dengan guru pendamping, penyusunan materi, pembuatan desain media, hingga validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi pendidikan.

Hasil validasi menunjukkan ISYARA memperoleh nilai rata-rata 4,38 dengan kategori sangat baik dari aspek pedagogis, media, dan kepraktisan. Implementasi media tersebut juga menunjukkan peningkatan capaian pembelajaran. Kelompok eksperimen memperoleh nilai rata-rata post-test sebesar 89,20, sedangkan kelompok kontrol mencapai 51,80.

Adapun tim pengembang ISYARA terdiri atas Syifa Dhira Kristinawati dari S1 Pendidikan Bahasa Inggris sebagai ketua, bersama Dian Ramadhani dari S1 Manajemen Pendidikan, Nadine Lury Qotrunada dari S1 Pendidikan Khusus, Muh. Theodorick Alfareizhel dari S1 Teknologi Pendidikan, dan Sevy Kurnia Virgiana dari S1 Psikologi. Tim tersebut dibimbing Arik Susanti.

Melalui inovasi ini, mahasiswa Unesa menghadirkan alternatif media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sekolah, guru, dan keluarga dalam memberikan edukasi perlindungan diri bagi siswa tunagrahita. Pengembangan ini menjadi bentuk kontribusi riset mahasiswa dalam menjawab kebutuhan pendidikan inklusif melalui teknologi pembelajaran yang lebih adaptif dan berdampak.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 4 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 6 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu