Mahasiswa UNESA mengedukasi dan mendampingi pelaku UMKM Desa Kesimantengah menggunakan QRIS guna mendorong transformasi digital usaha desa.
MOJOKERTO - Kepala Desa Kesimantengah, Bangga Al Hakim, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNESA yang telah menghadirkan edukasi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, khususnya bagi para pelaku UMKM yang mulai menghadapi tantangan transformasi digital. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga membuka wawasan masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung perkembangan usaha di era digital.
“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi masyarakat Kesimantengah, khususnya para pelaku UMKM. Semoga ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan dan menjadi langkah awal untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua HIMAFORTIC UNESA, Ulur Rosyad Rachmandani, menyampaikan bahwa MI Mengabdi tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berbagi ilmu kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung kondisi, tantangan, dan potensi yang dimiliki desa. Menurutnya, interaksi dengan masyarakat menjadi pengalaman berharga dalam merancang program pengabdian yang benar-benar memberikan manfaat.
“Melalui MI Mengabdi, kami berharap dapat menjadi jembatan antara perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya program-program pengembangan desa yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, hasil observasi, diskusi, serta pemetaan potensi yang dilakukan selama pelaksanaan MI Mengabdi 2026 akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan program pengembangan Desa Kesimantengah pada ajang Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) periode berikutnya. Berbagai temuan di lapangan, mulai dari kebutuhan peningkatan literasi digital, penguatan kapasitas pelaku UMKM, hingga potensi pengembangan produk lokal, akan menjadi acuan dalam merancang program yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, program MI Mengabdi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi mampu menjadi langkah awal dalam mendorong ekosistem desa digital yang lebih inklusif. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi seperti QRIS, diharapkan pelaku UMKM Desa Kesimantengah dapat memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing usaha, serta beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital sehingga mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab