SURABAYA – Upaya menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah terus dilakukan melalui berbagai inovasi. Salah satunya hadir di SDN Kendangsari II Surabaya melalui program Mading KENSA CERIA (Kendangsari 2 Cerdas, Ekspresif, Responsif, Inspiratif, dan Aktif) yang digagas oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2023, Hindun Naida Ramadhani, dalam kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP).
Membaca Ancaman Baru bagi Privasi Pekerja di Era Dominasi Kecerdasan Buatan13 Juni 2026 pukul 11.54Program yang mulai berjalan sejak Februari hingga Juni tersebut menghadirkan konsep mading berbasis hybrid, yakni mengombinasikan media fisik dan digital sebagai sarana literasi sekaligus ruang ekspresi kreatif bagi peserta didik. Melalui mading ini, karya-karya siswa dipublikasikan secara menarik sehingga dapat dinikmati oleh seluruh warga sekolah.
Hindun menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari keinginan untuk menghidupkan kembali fungsi mading sekolah sekaligus meningkatkan minat baca siswa melalui konten yang selalu diperbarui setiap bulan.
“Tujuannya agar dapat meningkatkan minat membaca siswa-siswi di SDN Kendangsari II dan memberikan insight yang berbeda setiap bulannya. Selain itu, mading juga menjadi lebih hidup karena selalu ada pembaruan,” ujarnya.

Keberadaan Mading KENSA CERIA mendapat sambutan positif dari para siswa. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi setiap kali karya mereka dipajang di papan mading. Tidak hanya tulisan dan gambar, dokumentasi kegiatan yang menampilkan wajah para siswa juga menjadi daya tarik tersendiri.
“Siswa sangat senang ketika melihat karya mereka dipajang. Mereka juga bangga ketika foto mereka muncul di mading,” tambah Hindun.










