Runtut.com

Unesa Dampingi Guru IPA Pacitan Rancang Pembelajaran STEM Berbasis Kearifan Lokal

PKM Unesa bersama guru IPA Pacitan mengembangkan strategi pembelajaran STEM dengan memanfaatkan lingkungan lokal sebagai sumber belajar kontekstual.

3 menit baca
20
Runtut.com
Guru IPA SMP Kabupaten Pacitan mengikuti kegiatan perancangan pembelajaran yang menghubungkan konsep sains dengan tantangan di sekitar peserta didik — Dok. Pribadi Tim PKM FMIPA Unesa

JAWA TIMUR — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) memperkuat kapasitas guru IPA SMP Kabupaten Pacitan dalam merancang pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang berorientasi pada kearifan lokal.

Kegiatan bertajuk Pendampingan Perancangan Pembelajaran STEM Tim PKM Program Studi S1 Pendidikan IPA FMIPA Unesa bersama peserta kegiatan berfoto usai pelaksanaan penguatan pembelajaran IPA berbasis etno-STEM bagi guru MGMP IPA Kabupaten Pacitan

Berorientasi Kearifan Lokal tersebut dilaksanakan oleh Program Studi S1 Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unesa bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kabupaten Pacitan pada 19 Agustus 2026.

Melalui kegiatan ini, tim PKM melakukan sharing strategi perancangan pembelajaran STEM agar guru mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang kontekstual serta relevan dengan kondisi lingkungan sekitar.

Ketua tim Enny Susiyawati, menyampaikan bahwa pembelajaran STEM berbasis kearifan lokal perlu dirancang dengan menjadikan fenomena sekitar sebagai titik awal pembelajaran. Menurutnya, lingkungan dapat menjadi sumber belajar yang membantu peserta didik memahami keterkaitan konsep IPA dengan persoalan nyata.

“Pembelajaran STEM tidak dimulai dari materi IPA yang kemudian ditambahkan unsur teknologi atau rekayasa, tetapi berangkat dari fenomena dan permasalahan yang ada di sekitar peserta didik. Dari sana, siswa dapat belajar menemukan masalah, menganalisis data, dan merancang solusi,” ujarnya.

Runtut.com
Tim PKM Program Studi S1 Pendidikan IPA FMIPA Unesa seusai pelaksanaan penguatan pembelajaran IPA berbasis etno-STEM bagi guru MGMP IPA Kabupaten Pacitan — Dok. Pribadi Tim PKM FMIPA Unesa

Dalam kegiatan tersebut, guru diarahkan untuk menyusun rancangan pembelajaran yang mengintegrasikan unsur sains, teknologi, rekayasa, dan matematika secara terpadu.

Proses perancangan dimulai dengan mengidentifikasi fenomena lokal, merumuskan masalah kontekstual, menentukan tantangan rekayasa (engineering challenge), hingga menyusun aktivitas pembelajaran berbasis penyelidikan.

Salah satu konteks yang dikembangkan dalam PKM tersebut adalah kawasan karst Pacitan dengan karakteristik lingkungan dan persoalan ketersediaan air. Fenomena tersebut dapat dijadikan sumber pembelajaran IPA melalui tantangan berupa perancangan solusi sederhana untuk menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau.

Dosen S-1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam itu menambahkan, bahwa pemanfaatan kearifan lokal dalam pembelajaran memberikan ruang bagi guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.

“Dengan memanfaatkan kondisi lingkungan sekitar, pembelajaran IPA diharapkan lebih bermakna karena siswa melihat langsung hubungan antara ilmu yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan Target 4.1 SDGs yang menekankan pendidikan dasar dan menengah yang berkualitas dengan hasil belajar yang relevan dan efektif.

Selain itu, pemanfaatan persoalan lingkungan dan kearifan lokal dalam pembelajaran juga memiliki keterkaitan dengan Target 4.7, yang mendorong peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Adapun kegiatan PKM ini melibatkan tim dosen Prodi S1 Pendidikan IPA FMIPA Unesa yang terdiri dari Ketua PKM, Enny Susiyawati, diikuti oleh Nuril Maulida Fauziah, Dyah Astriani, Tutut Nurita, Martini, Erman, dan Laily Rosdiana.

Melalui kegiatan ini, Unesa bersama MGMP IPA SMP Kabupaten Pacitan mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai laboratorium belajar IPA, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 21 September 2026
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 21 September 2026