MALAYSIA — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memperkuat dukungan terhadap kesejahteraan siswa Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB), Malaysia, melalui enam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada kesehatan mental, perlindungan anak, penguatan peran guru, hingga pendampingan proses belajar.

Kegiatan yang dilaksanakan Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (BK) Unesa pada 16 Juli 2026 tersebut melibatkan dosen, siswa, guru, serta orang tua. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan siswa Indonesia di luar negeri, baik dari aspek akademik maupun psikososial.

Enam program yang dijalankan mencakup (1) pelatihan menggambar ekspresif untuk penguatan regulasi emosi murid; (2) peer counseling berbasis buddy system untuk penguatan dukungan psikososial remaja; dan (3) pelatihan self-compassion untuk kesehatan mental dan hubungan sosial.

Selain itu ada (4) seminar pengasuhan dan pendidikan seksual anak dan remaja di era digital; (5) pelatihan bimbingan dan konseling berbasis ekologi bagi guru dalam menghadapi dampak paparan pornografi; (6) serta pelatihan pendampingan belajar bagi guru wali.

Dosen Program Studi S-1 BK Unesa, Devi Ratnasari, mengatakan penguatan kesejahteraan siswa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari peserta didik, tenaga pendidik, hingga keluarga.

“Penguatan kesejahteraan siswa tidak cukup dilakukan melalui intervensi kepada siswa saja. Guru dan orang tua juga perlu memiliki kapasitas yang memadai agar dukungan terhadap perkembangan siswa dapat berlangsung secara konsisten di lingkungan sekolah maupun keluarga,” ujarnya.

Pelaksanaan program dilakukan melalui berbagai metode, seperti pelatihan, seminar, praktik langsung, pendampingan, hingga pemberian strategi yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sekolah maupun keluarga. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran.

Dalam aspek pembelajaran, misalnya, guru wali mendapatkan penguatan mengenai pendekatan Self-Regulated Learning atau pembelajaran yang mengembangkan kemampuan siswa dalam mengatur proses belajarnya sendiri.

Melalui pendekatan ini, siswa diarahkan untuk mampu menyusun rencana belajar, memantau perkembangan, serta melakukan evaluasi terhadap hasil belajar.

Kegiatan PKM ini menjadi bagian dari kolaborasi Unesa dan SIJB dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi siswa Indonesia di luar negeri. Program ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendorong pendidikan berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidik dan penciptaan lingkungan belajar yang aman.

Penguatan aspek psikologis, sosial, dan akademik diharapkan dapat membantu siswa menghadapi tantangan perkembangan di tengah perubahan lingkungan digital dan sosial yang semakin kompleks.