Runtut.com

Memahami Keunikan Uranus, Planet Es yang Berputar Nyaris Mendatar

Kemiringan sumbu Uranus membuat planet ini memiliki pola siang, malam, dan musim yang berbeda jauh dari planet lain di tata surya.

Planet Uranus tampak berwarna biru kehijauan dalam citra yang diambil wahana Voyager 2 saat melintas dekat Uranus pada 1986.
Planet Uranus tampak berwarna biru kehijauan dalam citra yang diambil wahana Voyager 2 saat melintas dekat Uranus pada 1986. — NASA Science – Uranus Facts

RUNTUT.COM - Jika kebanyakan planet di tata surya terlihat berputar dengan posisi yang relatif tegak, Uranus justru punya cara yang berbeda. Planet ketujuh dari Matahari ini berputar dengan posisi yang seolah-olah “rebah” saat mengelilingi Matahari.

Uranus memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 97,77 derajat. Posisi tersebut membuat sumbu rotasinya hampir sejajar dengan bidang orbitnya. Karena itu, Uranus terlihat seperti berputar menyamping atau menggelinding ketika mengelilingi Matahari.

Kemiringan tersebut bukan sekadar membuat Uranus terlihat unik. Posisi ini juga menyebabkan planet tersebut mengalami musim yang sangat ekstrem. Ketika salah satu kutub Uranus menghadap Matahari, wilayah tersebut dapat mengalami siang dalam waktu yang sangat panjang, sementara bagian lainnya berada dalam kegelapan selama bertahun-tahun.

Uranus membutuhkan sekitar 84 tahun Bumi untuk menyelesaikan satu kali orbit mengelilingi Matahari. Akibatnya, perubahan musim di planet tersebut berlangsung sangat lama. Setiap kutub dapat mengalami periode sekitar 21 tahun ketika Matahari terus menerus berada di atasnya, sebelum kemudian memasuki periode gelap yang panjang.

Lalu, mengapa Uranus bisa memiliki kemiringan sejauh itu? Para ilmuwan belum mengetahui penyebabnya secara pasti. Salah satu kemungkinan yang dikemukakan adalah tabrakan dengan benda besar pada masa awal terbentuknya tata surya. Namun, penyebab sebenarnya masih menjadi bahan penelitian.

Selain posisi rotasinya yang unik, Uranus juga dikenal sebagai salah satu dari dua planet es raksasa di tata surya bersama Neptunus. Planet ini memiliki cincin tipis dan 29 bulan yang telah diketahui. Warna biru-hijaunya berasal dari metana di atmosfer yang menyerap bagian merah dari cahaya Matahari.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Robot Penjelajah NASA Rekam Fajar di Mars, Formasi Tebing 3 Miliar Tahun Mulai TerungkapBreaking
Planet

Robot Penjelajah NASA Rekam Fajar di Mars, Formasi Tebing 3 Miliar Tahun Mulai Terungkap

Panorama fajar Curiosity memperlihatkan yardang Mars yang terbentuk miliaran tahun lalu dan membuka petunjuk baru tentang sejarah geologi Mount Sharp.

Rachmaddani Rizki Saputra· 23 jam lalu
Cincin Saturnus Ternyata Tak Abadi, Perlahan Hilang Ditelan Atmosfer
Planet

Cincin Saturnus Ternyata Tak Abadi, Perlahan Hilang Ditelan Atmosfer

Di balik tampilan ikoniknya, cincin Saturnus terus mengalami perubahan. Material esnya perlahan jatuh ke atmosfer planet melalui ring rain.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 hari lalu
Bukan Jingga, Begini Warna Matahari Saat Terbenam di Mars
Planet

Bukan Jingga, Begini Warna Matahari Saat Terbenam di Mars

Pemandangan senja di Planet Merah menghadirkan fenomena langit yang berbeda dari apa yang biasa terlihat di Bumi.

Muhammad Rafi Ashidiq· 2 hari lalu
Punya Warna Biru yang Khas, Neptunus Ternyata Tak Setenang yang Terlihat
Planet

Punya Warna Biru yang Khas, Neptunus Ternyata Tak Setenang yang Terlihat

Neptunus bukan sekadar planet biru. Kenali berbagai fakta menarik tentang planet terjauh dari Matahari yang menyimpan fenomena ekstrem.

Muhammad Rafi Ashidiq· 3 hari lalu
Perubahan Iklim Bukan Hanya Soal Suhu yang Makin Panas
Planet

Perubahan Iklim Bukan Hanya Soal Suhu yang Makin Panas

Perubahan iklim di Indonesia bukan hanya soal panas. BMKG mencatat pola hujan ikut berubah, dari hujan ekstrem hingga kemarau yang makin kering.

Tegar Herlambang· 4 hari lalu
Sinyal Radio dari Eksoplanet Beta Pictoris b Terdeteksi, Astronom Ungkap Petunjuk Medan Magnet Raksasa
Planet

Sinyal Radio dari Eksoplanet Beta Pictoris b Terdeteksi, Astronom Ungkap Petunjuk Medan Magnet Raksasa

Astronom menemukan sinyal radio dari Beta Pictoris b yang membuka peluang baru untuk mengkaji medan magnet dan evolusi planet jauh.

Rachmaddani Rizki Saputra· 5 hari lalu