Kemiringan sumbu Uranus membuat planet ini memiliki pola siang, malam, dan musim yang berbeda jauh dari planet lain di tata surya.
RUNTUT.COM - Jika kebanyakan planet di tata surya terlihat berputar dengan posisi yang relatif tegak, Uranus justru punya cara yang berbeda. Planet ketujuh dari Matahari ini berputar dengan posisi yang seolah-olah “rebah” saat mengelilingi Matahari.
Uranus memiliki kemiringan sumbu rotasi sekitar 97,77 derajat. Posisi tersebut membuat sumbu rotasinya hampir sejajar dengan bidang orbitnya. Karena itu, Uranus terlihat seperti berputar menyamping atau menggelinding ketika mengelilingi Matahari.
Kemiringan tersebut bukan sekadar membuat Uranus terlihat unik. Posisi ini juga menyebabkan planet tersebut mengalami musim yang sangat ekstrem. Ketika salah satu kutub Uranus menghadap Matahari, wilayah tersebut dapat mengalami siang dalam waktu yang sangat panjang, sementara bagian lainnya berada dalam kegelapan selama bertahun-tahun.
Uranus membutuhkan sekitar 84 tahun Bumi untuk menyelesaikan satu kali orbit mengelilingi Matahari. Akibatnya, perubahan musim di planet tersebut berlangsung sangat lama. Setiap kutub dapat mengalami periode sekitar 21 tahun ketika Matahari terus menerus berada di atasnya, sebelum kemudian memasuki periode gelap yang panjang.
Lalu, mengapa Uranus bisa memiliki kemiringan sejauh itu? Para ilmuwan belum mengetahui penyebabnya secara pasti. Salah satu kemungkinan yang dikemukakan adalah tabrakan dengan benda besar pada masa awal terbentuknya tata surya. Namun, penyebab sebenarnya masih menjadi bahan penelitian.
Selain posisi rotasinya yang unik, Uranus juga dikenal sebagai salah satu dari dua planet es raksasa di tata surya bersama Neptunus. Planet ini memiliki cincin tipis dan 29 bulan yang telah diketahui. Warna biru-hijaunya berasal dari metana di atmosfer yang menyerap bagian merah dari cahaya Matahari.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab