Panorama fajar Curiosity memperlihatkan yardang Mars yang terbentuk miliaran tahun lalu dan membuka petunjuk baru tentang sejarah geologi Mount Sharp.
RUNTUT.COM – Formasi tebing sepanjang sekitar 16 kilometer di Mars yang selama ini belum sepenuhnya dipahami ilmuwan mulai terlihat lebih jelas melalui panorama fajar yang direkam rover Curiosity milik NASA.
Lanskap tersebut merupakan yardang, bentang batuan yang terbentuk akibat erosi angin dan berada di kawasan Mount Sharp, Mars.
Panorama itu diambil kamera Mastcam Curiosity pada 11 Agustus 2026, sekitar satu jam setelah Matahari terbit. Pengambilan gambar berlangsung pada hari ke-4.982 Curiosity berada di Mars.
NASA menggabungkan enam foto untuk menghasilkan panorama tersebut setelah data dikirim ke Bumi. Gambar diproses tanpa penyesuaian keseimbangan warna agar kondisi langit dan permukaan Mars pada pagi hari tetap terlihat mendekati hasil pengamatan kamera.
Yardang yang tampak dari kejauhan berada di barat laut Mount Sharp, gunung setinggi sekitar lima kilometer yang berdiri di tengah Kawah Gale. Formasi itu diperkirakan terbentuk sekitar tiga miliar tahun lalu dan memiliki karakter berbeda dari lapisan batuan yang sebelumnya telah dilalui Curiosity.
Batuan tersebut diduga berasal dari material sedimen yang terbawa angin ke dalam kawah. Materialnya dapat berupa pasir atau abu hasil aktivitas vulkanik purba.
Setelah mengeras menjadi batuan, permukaannya mengalami pengikisan oleh angin selama jutaan tahun hingga membentuk punggungan dan tebing memanjang yang disebut yardang.
Namun, asal-usul lapisan tersebut belum dapat dipastikan. Para ilmuwan juga menemukan bahwa formasi yardang tampaknya berada di atas bidang ketidakselarasan (unconformity), yaitu batas geologi yang menunjukkan adanya lapisan batuan lebih tua yang sempat terkikis sebelum material baru mengendap.
Kondisi itu membuat formasi tersebut penting bagi penelitian sejarah geologi Mars. Mount Sharp tersusun atas berbagai lapisan batuan yang merekam perubahan lingkungan planet tersebut dari waktu ke waktu.
Penelitian sebelumnya menunjukkan kawasan Kawah Gale pernah memiliki danau dan aliran sungai ketika Mars diperkirakan lebih hangat dan basah dibandingkan kondisinya sekarang.
Setelah air menghilang, mineral seperti garam tertinggal di permukaan. Material yang kemudian terpapar lingkungan Mars mengalami proses pengikisan, termasuk oleh angin. Rangkaian proses tersebut menjadi salah satu petunjuk untuk memahami perubahan iklim dan kondisi permukaan Mars pada masa lampau.
Curiosity telah mendaki Mount Sharp sejak 2014 dan kini mencapai ketinggian lebih dari satu kilometer dari titik awal pendakiannya. Wahana itu menjalani tahun kedua dalam misi perpanjangan kelima dan masih mempelajari lapisan batuan yang kaya sulfat serta karbonat.
NASA memperkirakan Curiosity dapat mencapai kawasan yardang pada 2027 atau 2028. Saat tiba di sana, instrumen ilmiah dan lengan robotiknya akan digunakan untuk menganalisis komposisi batuan secara langsung.
Data tersebut diharapkan membantu menjelaskan bagaimana formasi itu terbentuk sekaligus memperjelas kondisi Mars miliaran tahun lalu.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab