Saturnus terlihat dengan cincin yang membentuk lengkungan besar di sekeliling planet, dalam gambar yang diambil wahana antariksa Cassini. — NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute
RUNTUT.COM - Selama ini, cincin Saturnus seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari planet tersebut. Namun, di balik tampilannya yang ikonik, cincin itu ternyata terus mengalami perubahan.
Material penyusunnya perlahan jatuh ke atmosfer Saturnus, membuat cincin yang selama ini dikenal sebagai ciri khas planet tersebut tidak akan bertahan selamanya.
Cincin Saturnus sebagian besar tersusun dari partikel es. Karena pengaruh gravitasi dan medan magnet Saturnus, sebagian partikel tersebut secara perlahan tertarik menuju atmosfer planet.
Material berupa partikel es yang bermuatan kemudian mengikuti garis medan magnet dan jatuh ke Saturnus dalam proses yang dikenal sebagai ring rain atau “hujan cincin”.
Proses tersebut tidak membuat cincin Saturnus tiba-tiba menghilang. Perubahannya berlangsung dalam skala waktu yang sangat panjang. Penelitian NASA memperkirakan material cincin dapat terus berkurang hingga akhirnya menghilang dalam rentang ratusan juta tahun.
Planet Saturnus — science.nasa.gov
Menariknya, cincin Saturnus sendiri diperkirakan jauh lebih muda dibandingkan planetnya. Data dari misi Cassini menunjukkan cincin tersebut kemungkinan terbentuk sekitar 10 juta hingga 100 juta tahun lalu. Sementara itu, Saturnus telah berusia lebih dari 4 miliar tahun.
Selain kehilangan material melalui ring rain, cincin Saturnus juga terus mengalami perubahan. Partikel-partikel di dalamnya dapat saling bertabrakan, menyebar, dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitar planet. Karena itu, cincin Saturnus bukanlah struktur yang benar-benar tetap.
Meski begitu, perubahan tersebut tidak akan terlihat dalam kehidupan manusia. Cincin Saturnus masih akan menjadi salah satu pemandangan paling khas di Tata Surya untuk waktu yang sangat lama.
Hanya saja, dalam skala waktu astronomi, cincin indah yang selama ini menjadi ciri khas Saturnus ternyata hanyalah bagian sementara dari perjalanan planet tersebut.