Matahari terbenam di Gale Crater, Mars, direkam rover Curiosity pada 15 April 2015. Debu halus di atmosfer Mars membuat cahaya biru tampak lebih terkonsentrasi di sekitar Matahari saat senja. — NASA Science - Sunset in Mars’ Gale Crater
RUNTUT.COM - Di Bumi, matahari terbenam biasanya menjadi pertunjukan warna jingga, merah, dan kuning di langit. Namun, pemandangan serupa di Mars justru menawarkan warna yang berbeda. Di Planet Merah itu, matahari terbenam dapat tampak dengan semburat biru di sekitar Matahari.
Fenomena tersebut bukan sekadar hasil edit gambar. NASA telah merekam langsung matahari terbenam di Mars menggunakan rover Curiosity. Pada 15 April 2015, Curiosity mengabadikan rangkaian gambar matahari terbenam dari Gale Crater.
Pengamatan tersebut menjadi matahari terbenam pertama di Mars yang berhasil diamati Curiosity dalam warna. Rangkaian gambar itu diambil selama sekitar 6 menit 51 detik.
Permukaan Mars yang dipotret rover Curiosity di kawasan Gale Crater. Dataran berbatu dan tepi kawah terlihat dari lokasi pendaratan rover. — NASA/JPL - Caltech
Warna biru pada matahari terbenam di Mars berkaitan dengan kondisi atmosfernya. Atmosfer Mars dipenuhi partikel debu yang sangat halus. Partikel tersebut memungkinkan cahaya biru menembus atmosfer dengan lebih efisien dibandingkan cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang, seperti merah dan kuning.
Akibatnya, cahaya biru dari Matahari cenderung tetap berada lebih dekat dengan posisi Matahari di langit. Sementara itu, cahaya kuning dan merah lebih banyak tersebar ke area langit yang lebih luas. Efek ini menjadi lebih terlihat ketika Matahari terbenam karena cahaya harus melewati jalur atmosfer yang lebih panjang.
Kondisi tersebut juga menjelaskan mengapa warna biru di sekitar Matahari lebih menonjol ketika senja di Mars. Sementara pada siang hari, warna merah yang menjadi ciri khas Mars tetap lebih dominan karena debu yang berada di atmosfer dan permukaannya.
Fenomena matahari terbenam berwarna kebiruan juga pernah diamati oleh rover NASA lainnya. Pada 9 November 2021, rover Perseverance merekam matahari terbenam menggunakan kamera Mastcam-Z di permukaan Mars.
NASA menjelaskan bahwa matahari terbenam di Mars umumnya memiliki warna biru yang khas. Namun, hasil pengamatan Perseverance saat itu terlihat lebih redup karena jumlah debu di atmosfer sedang lebih sedikit.
Pengamatan terhadap matahari terbit dan terbenam ternyata bukan hanya untuk mendapatkan gambar yang menarik. NASA menggunakan fenomena tersebut untuk membantu ilmuwan mempelajari bagaimana debu tersebar di atmosfer Mars, termasuk seberapa tinggi partikel debu dapat berada di atas permukaan planet.
Jadi, meskipun Mars dikenal sebagai Planet Merah, pemandangan matahari terbenam di sana justru dapat menghadirkan semburat biru. Perbedaan ini menunjukkan bagaimana kondisi atmosfer sebuah planet dapat mengubah cara cahaya Matahari terlihat dari permukaannya.