Runtut.com

Mengapa Purnama November Dinamai Beaver Moon? Ini Asal-usul dan Fakta Ilmiahnya

Mengenal asal-usul Beaver Moon atau Bulan Berang-berang yang terbit setiap November. penanggalan kuno Amerika Utara serta astronomi di balik pesona purnam ini.

3 menit baca
Mengenal asal-usul Beaver Moon atau Bulan Berang-berang yang terbit setiap November.
Mengenal asal-usul Beaver Moon atau Bulan Berang-berang yang terbit setiap November. — Foto: ferrebeekeeper

RUNTUT.COM—Beaver Moon atau Bulan Berang-berang merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama yang muncul pada November. Penamaan ini berakar dari kebiasaan masyarakat asli Amerika Utara dalam mengamati perubahan alam dan perilaku hewan menjelang musim dingin.

Cerita Rakyat dan Asal-Usul Penamaan

Langit malam pada November menghadirkan fenomena bulan purnama yang dikenal dengan nama Beaver Moon. Sebutan tersebut merupakan bagian dari tradisi penanggalan masyarakat di Amerika Utara yang menghubungkan fase Bulan dengan perubahan musim dan aktivitas alam.

Nama Beaver Moon bukan istilah astronomi. Sebutan ini berkembang dari pengamatan masyarakat pada masa lalu terhadap perilaku berang-berang dan kondisi lingkungan ketika suhu mulai menurun menjelang musim dingin.

Kesibukan Berang-berang Menjelang Musim Dingin

Masyarakat asli Amerika Utara, termasuk kelompok Algonquin, mengamati bahwa berang-berang menjadi lebih aktif menjelang musim dingin. Hewan tersebut membangun atau memperkuat bendungan, menyiapkan sarang, serta mengumpulkan persediaan makanan.

Aktivitas itu dilakukan untuk menghadapi perubahan suhu dan kondisi perairan yang dapat membeku selama musim dingin. Karena perilaku tersebut kerap terlihat pada November, bulan purnama pada periode ini kemudian dikenal sebagai Beaver Moon.

Musim Berburu Bulu Berang-berang

Asal-usul nama tersebut juga dikaitkan dengan tradisi berburu berang-berang. Pada masa lalu, November menjadi salah satu periode ketika para pemburu memasang perangkap untuk mendapatkan bulu hewan tersebut.

Bulu berang-berang memiliki lapisan rapat yang membantu tubuhnya tetap hangat dan tahan terhadap air. Karena karakteristik itu, bulunya dimanfaatkan untuk membuat pakaian dan perlengkapan menghadapi cuaca dingin.

Selain Beaver Moon, sejumlah masyarakat asli Amerika Utara memiliki sebutan lain untuk bulan purnama November. Kelompok Assiniboine, Cree, dan Anishinaabeg, misalnya, mengenalnya dengan nama Frost Moon atau Freezing Moon, yang merujuk pada datangnya suhu beku. Sementara itu, masyarakat Potawatomi menggunakan sebutan Turkey Moon atau Bulan Kalkun.

Fakta Astronomi di Balik Beaver Moon

Dari sudut pandang astronomi, Beaver Moon pada dasarnya merupakan bulan purnama biasa. Keistimewaannya bergantung pada kondisi ketika fenomena tersebut berlangsung. Jika bertepatan dengan posisi Bulan yang relatif dekat dengan Bumi atau perigee, bulan purnama itu dapat terlihat sebagai supermoon.

Bulan purnama terjadi ketika Bulan berada di sisi berlawanan dari Matahari jika diamati dari Bumi. Dalam posisi tersebut, bagian Bulan yang menghadap ke Bumi menerima cahaya Matahari secara maksimal sehingga tampak bulat dan terang.

Saat terbit atau terbenam di dekat cakrawala, Bulan terkadang terlihat berwarna jingga, kuning, hingga kemerahan. Perubahan warna ini terjadi karena cahaya Bulan melewati lapisan atmosfer Bumi yang lebih tebal.

Hamburan cahaya di atmosfer membuat komponen warna biru lebih banyak tersebar, sedangkan warna dengan panjang gelombang lebih besar, seperti merah dan jingga, lebih dominan sampai ke mata pengamat.

Bulan yang tampak lebih besar ketika berada dekat cakrawala juga berkaitan dengan ilusi optik yang dikenal sebagai moon illusion. Fenomena ini membuat Bulan seolah-olah berukuran lebih besar dibandingkan ketika berada tinggi di langit, meskipun ukuran sudutnya tidak mengalami perubahan berarti.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua