Neptunus bukan sekadar planet biru. Kenali berbagai fakta menarik tentang planet terjauh dari Matahari yang menyimpan fenomena ekstrem.
RUNTUT.COM - Neptunus dikenal sebagai planet kedelapan sekaligus planet terjauh dari Matahari. Dari kejauhan, planet ini tampak seperti bola biru yang tenang di tengah gelapnya luar angkasa. Namun, penampilannya ternyata tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya.
Di balik warna birunya, Neptunus memiliki atmosfer yang sangat aktif. Planet ini dikenal memiliki angin dengan kecepatan lebih dari 2.000 kilometer per jam, badai berukuran besar, serta waktu revolusi yang sangat panjang.
Warna Birunya Bukan karena Lautan
Warna biru menjadi salah satu ciri khas Neptunus. Namun, warna tersebut bukan berasal dari lautan seperti yang ada di Bumi.
Atmosfer Neptunus sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium dengan sedikit kandungan metana. Metana menyerap cahaya merah dan memantulkan cahaya biru kembali ke luar angkasa sehingga Neptunus tampak berwarna biru.
Uranus juga memiliki komposisi atmosfer yang serupa dan sama-sama terlihat kebiruan. NASA menyebutkan bahwa gambar-gambar lama Neptunus dari Voyager 2 terlihat jauh lebih biru karena gambar tersebut diproses untuk menonjolkan fitur atmosfer. Setelah diproses ulang, warna Neptunus dan Uranus ternyata terlihat lebih mirip dari yang selama ini diperkirakan.
Punya Angin Lebih dari 2.000 Kilometer per Jam
Meski berada sangat jauh dari Matahari dan menerima energi yang jauh lebih sedikit dibandingkan Bumi, atmosfer Neptunus justru sangat aktif.
NASA menyebut Neptunus sebagai planet dengan angin paling kencang di Tata Surya. Anginnya dapat bergerak dengan kecepatan lebih dari 2.000 kilometer per jam. Kecepatan tersebut sekitar tiga kali lebih kuat dibandingkan angin di Jupiter dan sembilan kali lebih kuat dibandingkan angin di Bumi.
Angin tersebut bahkan dapat membawa awan metana yang membeku di atmosfer Neptunus.
Satu Tahun di Neptunus Setara 165 Tahun di Bumi
Jika satu tahun di Bumi berlangsung sekitar 365 hari, Neptunus membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk menyelesaikan satu putaran mengelilingi Matahari.
Satu tahun di Neptunus berlangsung sekitar 165 tahun Bumi. Jarak rata-rata planet ini dari Matahari mencapai sekitar 4,5 miliar kilometer, atau sekitar 30 kali jarak rata-rata Bumi dari Matahari.
Namun, panjangnya satu tahun tidak berarti satu harinya juga berlangsung lama. Neptunus justru berputar cukup cepat pada porosnya. Satu hari di planet tersebut berlangsung sekitar 16 jam.
Matahari di Neptunus Terlihat Jauh Lebih Redup
Jarak Neptunus yang sangat jauh dari Matahari membuat planet ini menerima cahaya yang jauh lebih sedikit dibandingkan Bumi.
NASA menjelaskan bahwa cahaya Matahari yang diterima Neptunus hanya sekitar 1/900 dari kecerahan sinar Matahari yang diterima Bumi. Karena itu, kondisi tengah hari di Neptunus akan tampak seperti senja yang redup jika dibandingkan dengan suasana siang di Bumi.
Neptunus Pernah Memiliki Badai Sebesar Bumi
Neptunus juga bukan planet yang selalu terlihat tenang. Atmosfernya dapat membentuk badai berukuran sangat besar.
Pada 1989, wahana antariksa Voyager 2 mengamati badai berbentuk oval di belahan selatan Neptunus yang dikenal sebagai Great Dark Spot. Ukurannya cukup besar untuk menampung seluruh Bumi.
Badai tersebut kemudian menghilang. Namun, pengamatan selanjutnya menunjukkan bahwa badai baru dapat muncul di berbagai bagian atmosfer Neptunus.
Biru dari Jauh, Ekstrem di Dalam
Warna biru membuat Neptunus tampak indah dan tenang ketika dilihat dari kejauhan. Namun, kondisi di planet tersebut justru jauh dari kata tenang.
Angin yang dapat melaju lebih dari 2.000 kilometer per jam, badai berukuran besar, jarak sekitar 4,5 miliar kilometer dari Matahari, serta satu tahun yang berlangsung selama 165 tahun Bumi membuat Neptunus menjadi salah satu planet dengan kondisi paling ekstrem di Tata Surya.
Di balik warna birunya yang khas, Neptunus menyimpan atmosfer yang dinamis dan penuh fenomena menarik untuk dipelajari.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab