Runtut.com

Bukan Malas, Mungkin Kamu Sedang Burnout karena Kuliah

Lelah dan kehilangan semangat kuliah belum tentu malas. Kenali tanda, pemicu, dan cara mengatasi burnout secara realistis bagi mahasiswa.

3 menit baca
2
Mahasiswa tampak kelelahan saat belajar di tengah tumpukan buku dan tugas kuliah.
Mahasiswa tampak kelelahan saat belajar di tengah tumpukan buku dan tugas kuliah. — Pexels

RUNTUT.COM - Alarm sudah berbunyi tiga kali, tetapi badan masih menempel di kasur. Materi sudah dibaca berulang kali, tetap saja tidak ada yang teringat. Tugas yang sebenarnya mudah pun terasa berat sekali untuk dimulai.

Kalau kamu sedang berada di fase ini, jangan buru-buru menyebut dirimu pemalas. Bisa jadi kamu memang sudah terlalu lama berjalan terus tanpa jeda. Kondisi seperti ini punya istilah, yaitu burnout.

Burnout Itu Apa?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan burnout sebagai sindrom akibat stres kronis di tempat kerja yang tidak berhasil dikelola dengan baik. Ada tiga ciri yang disebutkan, yaitu merasa kehabisan tenaga, merasa menjauh secara mental dari pekerjaan, dan merasa kemampuan diri menurun.

Secara resmi, WHO memakai istilah ini untuk konteks pekerjaan dan tidak menggolongkannya sebagai kondisi medis. Meski begitu, pola yang mirip sering dibahas pada mahasiswa karena kuliah juga menyita waktu, tenaga, dan pikiran setiap hari. Bedanya dengan lelah biasa, kelelahan karena burnout cenderung bertahan lama meskipun kamu sudah tidur cukup atau libur sehari.

Tanda yang Sering Dirasakan

Tandanya berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang terus merasa lelah padahal kegiatannya tidak banyak. Ada juga yang jadi mudah lupa, sulit fokus, atau makin sering menunda tugas.

Sebagian lainnya kehilangan minat pada hal yang dulu disukai. Kelas yang dulu terasa seru berubah menjadi sekadar kewajiban, lalu muncul pikiran, "Buat apa juga aku berusaha?" Ada pula yang mengalami sakit kepala atau jam tidur yang berantakan.

Semua ini hanya gambaran umum. Jangan dipakai untuk menyimpulkan kondisi diri sendiri, karena yang bisa menilai dengan tepat adalah tenaga profesional.

Apa yang Membuat Kita Sampai Sini?

Penyebabnya biasanya menumpuk. Bisa berupa tenggat tugas yang berdekatan, jadwal kuliah yang bentrok dengan rapat organisasi, kerja kelompok yang anggotanya sulit dihubungi, dan jam tidur yang terus terpotong.

Tekanan dari luar ikut menambah beban, seperti tuntutan IPK, harapan keluarga, atau kebiasaan membandingkan diri dengan teman yang tampak produktif di media sosial. Masalahnya, rasa lelah seperti ini sering dianggap wajar di kampus karena semua orang tampak sibuk. Akhirnya banyak yang terus memaksakan diri.

Cara Mengatasinya

Mulailah dari yang paling kecil, yaitu memilah tugas mana yang harus selesai lebih dulu dan mana yang masih bisa menunggu. Catat di kertas atau aplikasi catatan di ponsel supaya kepala tidak penuh dengan daftar yang berputar-putar.

Tugas besar juga lebih mudah dikerjakan kalau dipecah. Misalnya, hari ini cukup mencari tiga jurnal, besok baru menyusun kerangka. Kelihatannya sepele, tetapi kamu jadi merasa ada kemajuan.

Kamu juga boleh menolak. Tidak semua ajakan kepanitiaan atau proyek tambahan harus diiyakan, apalagi kalau jadwalmu sudah penuh.

Istirahat perlu dijadwalkan, termasuk tidur yang cukup. Begadang berhari-hari biasanya malah membuat konsentrasi makin sulit dikumpulkan. Sisihkan juga waktu untuk hal yang kamu sukai, entah itu menonton, bermain musik, atau berjalan sore, tanpa perlu merasa bersalah.

Kalau memungkinkan, ceritakan kepada orang yang kamu percaya, seperti teman dekat, keluarga, atau kakak tingkat. Kamu tidak perlu menunggu masalahnya besar dulu. Kadang didengarkan saja sudah membuat beban terasa lebih ringan.

Kapan Perlu Bantuan Profesional?

Kamu tidak harus melewati semuanya sendirian. Kalau rasa lelah, sulit fokus, atau hilang minat sudah berlangsung berminggu-minggu dan mulai mengganggu kuliah, tidur, makan, atau hubunganmu dengan orang lain, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional. Psikolog atau psikiater bisa membantu menilai kondisimu dengan lebih tepat.

Banyak kampus punya layanan konseling untuk mahasiswa, jadi coba cari tahu di kampusmu. Kalau muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi orang terdekat atau tenaga kesehatan. Meminta bantuan itu wajar, sama seperti pergi ke dokter saat badan sakit.

Lelah setelah berbulan-bulan mengejar banyak hal itu wajar. Kamu tidak perlu langsung melaju kencang lagi, dan tidak ada yang menuntutmu membuktikan apa-apa hari ini. Tarik napas dulu, lalu pilih satu hal kecil yang rasanya masih bisa kamu kerjakan.

*Sumber: World Health Organization (WHO), "Burn-out an 'occupational phenomenon': International Classification of Diseases", 28 Mei 2019, who.int.

Tentang Penulis
RI
Rayda Iskandar

Saya Rayda Iskandar, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang yang memiliki ketertarikan pada dunia penulisan dan berbagai isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Artikel ini merupakan tulisan kontribusi. Isi dan pendapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan sikap redaksi Runtut.com.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Kenapa Barang Impor Bisa Jadi Lebih Mahal? Mengenal Tarif Perdagangan
Pendidikan

Kenapa Barang Impor Bisa Jadi Lebih Mahal? Mengenal Tarif Perdagangan

Tarif perdagangan membatasi barang impor untuk melindungi produk lokal, tetapi dapat membuat harga barang naik dan memengaruhi konsumen serta perdagan

Athia Aulia· 1 hari lalu
Tim Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Empowering Community Program di Desa Segoro Tambak.
Pendidikan

Tim Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Empowering Community Program di Desa Segoro Tambak.

Tim dosen UPN “Veteran” Jatim menggelar Empowering Community Program untuk memperkuat administrasi, organisasi, dan PKK di Desa Segoro Tambak.

Evi Silvia Melina, S.AP., MPA· 6 hari lalu
Belajar Tata Kelola Pemerintahan melalui Program Magang Berdampak di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto
Pendidikan

Belajar Tata Kelola Pemerintahan melalui Program Magang Berdampak di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto

Pengalaman mahasiswa Administrasi Publik mengikuti Magang Berdampak untuk mengenal tata kelola pemerintahan di Kabupaten Mojokerto.

Nabilla Tasya Putri Kuswanto, Evi Silvia Melina, S.AP., MPA· 6 hari lalu
Harlah ke-27 PC PMII Mojokerto Bahas Peran Pemuda Merawat Tradisi melalui Sinau Bareng Mas Sabrang
Pendidikan

Harlah ke-27 PC PMII Mojokerto Bahas Peran Pemuda Merawat Tradisi melalui Sinau Bareng Mas Sabrang

PC PMII Mojokerto menggelar Sinau Bareng Mas Sabrang dalam malam puncak harlah ke-27 dengan tema Merawat Tradisi untuk Negeri.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu
Universitas Riau Goes to KKN International Student Community Engagement 2026
Pendidikan

Universitas Riau Goes to KKN International Student Community Engagement 2026

Sebuah cerita oleh delegasi UNRI di KKN ISCE 2026 Desa Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Raissa Nabila Putri Riski· 2 minggu lalu
IPNU-IPPNU Mojokerto Bentuk 9 Komisariat Pendidikan, 500 Pelajar dan Mahasiswa Dikukuhkan
Pendidikan

IPNU-IPPNU Mojokerto Bentuk 9 Komisariat Pendidikan, 500 Pelajar dan Mahasiswa Dikukuhkan

IPNU-IPPNU Mojokerto memperkuat kaderisasi pelajar melalui pembentukan sembilan komisariat pendidikan di Yayasan Nurul Islam.

Rachmaddani Rizki Saputra· 3 minggu lalu