Runtut.com

5 Tips Mengatur Keuangan Bulanan agar Mahasiswa Tidak Bokek di Akhir Bulan

Sering bokek sebelum akhir bulan? Coba lima tips mengatur uang bulanan ini, mulai dari mencatat pengeluaran sampai bijak memakai paylater.

3 menit baca
2
Mahasiswa mencatat pemasukan dan pengeluaran untuk mengatur keuangan bulanan.
Mahasiswa mencatat pemasukan dan pengeluaran untuk mengatur keuangan bulanan. — Pexels

RUNTUT.COM - Tanggal 1 uang bulanan masuk. Rasanya lega sekali, apalagi setelah beberapa hari terakhir bertahan dengan sisa saldo yang tinggal puluhan ribu. Lalu kamu mengajak teman makan enak untuk merayakannya, membeli kopi, dan check-out keranjang belanja online yang sudah lama dianggurkan.

Tiba-tiba tanggal 15 saldo sudah menipis, dan tanggal 20 kamu mulai menghitung berapa kali lagi bisa makan mi instan. Kalau ini terdengar akrab, tenang saja, kamu tidak sendirian. Aku juga pernah di posisi itu, dan lima hal berikut ini yang membantuku bertahan sampai akhir bulan.

1. Catat Pemasukan dan Pengeluaran

Awalnya aku merasa mencatat itu merepotkan. Namun, setelah mencoba satu bulan, aku kaget melihat ke mana saja uangku pergi. Ternyata pengeluaran kecil seperti jajan, kopi, dan ongkos ojek online kalau dijumlahkan hasilnya lumayan besar.

Kamu tidak perlu aplikasi yang rumit. Catatan di ponsel atau buku kecil sudah cukup, asal diisi setiap hari. Kalau malas, cukup catat sebelum tidur sambil mengingat apa saja yang dibeli hari itu.

2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Ini terdengar klise, tetapi memang yang paling sering terlewat. Kebutuhan itu hal yang kalau tidak dipenuhi akan mengganggu kuliah dan hidup sehari-hari, misalnya uang makan, ongkos ke kampus, kuota internet, atau biaya fotokopi dan print tugas. Keinginan adalah hal yang enak kalau ada, tetapi tidak masalah kalau ditunda, seperti baju baru atau kopi kekinian setiap hari.

Cara sederhananya, tanyakan ke diri sendiri sebelum membeli, "Kalau tidak beli ini, apakah kuliah dan makanku terganggu?" Kalau jawabannya tidak, berarti itu keinginan. Bukan berarti dilarang, hanya perlu ditaruh setelah kebutuhan terpenuhi.

3. Buat Batas Pengeluaran Harian

Uang bulanan yang dilihat sekaligus sering terasa banyak, dan itu yang bikin kita lengah. Coba bagi dulu setelah dikurangi kebutuhan tetap seperti uang kos atau pulsa. Sisanya dibagi jumlah hari dalam sebulan, jadi kamu punya angka harian untuk makan, transportasi, dan jajan.

Misalnya batas harianmu Rp50.000, tetapi hari ini hanya terpakai Rp35.000. Sisanya boleh dibawa ke besok atau dimasukkan ke tabungan. Sebaliknya, kalau hari ini nongkrong dan pengeluaran melebihi batas, besoknya bisa sedikit mengencangkan ikat pinggang. Angkanya tentu berbeda untuk tiap orang, jadi sesuaikan dengan kondisimu sendiri.

4. Sisihkan di Awal, Bukan di Akhir

Dulu aku berpikir, "Nanti saja menabung kalau ada sisa." Hasilnya hampir tidak pernah ada sisa. Sekarang begitu uang masuk, aku langsung memisahkan sebagian untuk tabungan dan dana darurat, baru sisanya dipakai.

Jumlahnya tidak harus besar, yang penting konsisten, bahkan Rp50.000 atau Rp100.000 per bulan sudah berarti. Dana ini berguna ketika ada kejadian mendadak, seperti laptop bermasalah, harus fotokopi banyak berkas, atau sakit. Simpan di rekening terpisah atau fitur tabungan di aplikasi bank supaya tidak mudah tergoda memakainya.

5. Bijak Menggunakan Paylater

Paylater sebenarnya tidak selalu buruk. Kalau dipakai untuk kebutuhan yang memang penting dan kamu sudah tahu cara membayarnya, fitur ini bisa membantu, misalnya saat uang bulanan datang terlambat. Masalah muncul ketika paylater dijadikan jalan keluar setelah uang habis.

Saat dipakai untuk menutup kekurangan, tagihan bulan depan jadi lebih besar karena ada cicilan lama yang harus dibayar, belum lagi bunga atau denda kalau telat. Uang bulanan berikutnya pun sudah terpotong sebelum diterima. Sebelum memakainya, cek dulu ketentuan biaya dan tanggal jatuh temponya, lalu pastikan kamu benar-benar mampu membayarnya.

Intinya, Boleh Menikmati Asal Tahu Prioritas

Mengatur keuangan bukan berarti kamu tidak boleh menikmati uang bulanan atau hasil kerjamu sendiri. Nongkrong, jajan, atau belanja sesekali tetap boleh, asalkan kebutuhan utama sudah aman. Yang perlu dilatih adalah menentukan prioritas supaya uangmu cukup sampai akhir bulan. Mulai saja dari satu tips yang paling mudah dulu, lalu tambah pelan-pelan.

Sumber: Bisnis.com, OJK Beri 5 Resep Resolusi Keuangan Anti Gagal, 8 Januari 2024, dan Sering Pakai Paylater Bisa Pengaruhi SLIK OJK/BI Checking, Ini Tips agar Tak Kebobolan, 9 April 2026, finansial.bisnis.com.

Tentang Penulis
RI
Rayda Iskandar

Rayda Iskandar merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang yang memiliki ketertarikan pada dunia penulisan dan isu-isu yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.

Artikel ini merupakan tulisan kontribusi. Isi dan pendapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan sikap redaksi Runtut.com.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Tren Lari di Kalangan Gen Z, dari Pengusir Doomscrolling hingga Ruang Komunitas
Gaya Hidup

Tren Lari di Kalangan Gen Z, dari Pengusir Doomscrolling hingga Ruang Komunitas

Lari kini menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z, dari aktivitas fisik hingga ruang bertemu dan membangun komunitas di tengah rutinitas digital.

Muhammad Rafi Ashidiq· 3 hari lalu
Pesona Blok M Sebagai Jantung Budaya dan Tempat Nongkrong Lintas Generasi di Jakarta Selatan
Gaya Hidup

Pesona Blok M Sebagai Jantung Budaya dan Tempat Nongkrong Lintas Generasi di Jakarta Selatan

Jelajahi daya tarik Blok M sebagai pusat budaya Jakarta Selatan. Temukan perpaduan unik memori masa lalu, kafe kekinian, dan kawasan kuliner Little Tokyo.

Ferdian Trikusuma· 3 hari lalu
5 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyampaikan Komplain ke Customer Service
Gaya Hidup

5 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyampaikan Komplain ke Customer Service

5 hal yang sebaiknya dihindari saat komplain ke customer service agar keluhan tidak makin rumit dan lebih mudah mendapatkan penyelesaian.

Rayda Iskandar· 5 hari lalu
Menghadapi Perubahan Dunia Kerja, Mengapa Manusia Perlu Terus Belajar?
Gaya Hidup

Menghadapi Perubahan Dunia Kerja, Mengapa Manusia Perlu Terus Belajar?

Perubahan teknologi dan dunia bisnis menuntut tenaga kerja terus belajar agar mampu beradaptasi dan tetap relevan menghadapi kebutuhan masa depan.

Fadia Luthfiani· 6 hari lalu
Kenali 5 Hal yang Perlu Dihindari Moderator agar Diskusi Berjalan Efektif
Gaya Hidup

Kenali 5 Hal yang Perlu Dihindari Moderator agar Diskusi Berjalan Efektif

Moderator punya peran penting dalam menjaga diskusi tetap terarah. Kenali lima kesalahan yang sering dilakukan agar jalannya diskusi tetap efektif.

Rayda Iskandar· 1 minggu lalu
Dari Charity Run hingga Kesehatan Mental, Mengapa Tren Lari Terus Bertumbuh?
Gaya Hidup

Dari Charity Run hingga Kesehatan Mental, Mengapa Tren Lari Terus Bertumbuh?

Tren lari tak lagi sekadar olahraga. Dari charity run untuk penyintas kanker hingga kampanye kesehatan mental, menjadi gerakan sosial yang terus berkembang.

Mila Nabilah· 6 Juli 2026