Runtut.com

Kenali 5 Hal yang Perlu Dihindari Moderator agar Diskusi Berjalan Efektif

Moderator punya peran penting dalam menjaga diskusi tetap terarah. Kenali lima kesalahan yang sering dilakukan agar jalannya diskusi tetap efektif.

3 menit baca
18
Runtut.com
Ilustrasi moderator dalam sebuah agenda — Pexels/@Henri MathieuSaint Laurent

RUNTUT.COM - Moderator sering dianggap hanya bertugas membuka acara, mempersilakan pembicara, lalu menutup diskusi. Padahal, selama kegiatan berlangsung, moderator punya peran untuk memastikan pembicaraan tetap berjalan dengan baik dan tidak keluar terlalu jauh dari topik.

Menjadi moderator juga bukan cuma soal berani bicara di depan banyak orang. Moderator perlu memahami apa yang sedang dibahas, mendengarkan pembicara, memperhatikan waktu, dan siap menghadapi situasi yang mungkin tidak sesuai dengan rencana. Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari ketika menjadi moderator.

1. Datang Tanpa Memahami Topik

Sebelum memandu diskusi, moderator setidaknya perlu memahami topik yang akan dibahas. Tidak harus menguasai materi sedalam pembicara, tetapi moderator perlu tahu gambaran besarnya.

Kalau moderator tidak memahami topik, akan lebih sulit untuk membuat pertanyaan atau menanggapi jawaban pembicara. Diskusi juga bisa terasa kurang terarah karena moderator tidak tahu kapan pembahasan mulai keluar dari topik.

2. Terlalu Banyak Bicara

Moderator memang harus aktif, tetapi bukan berarti semua pembicaraan harus diambil alih. Tugas utama moderator adalah memberi ruang kepada pembicara dan peserta untuk menyampaikan pendapatnya.

Terlalu banyak memberikan pendapat sendiri bisa membuat waktu pembicara menjadi berkurang. Moderator sebaiknya berbicara seperlunya, terutama saat menghubungkan satu pembahasan dengan pembahasan berikutnya.

3. Lupa Memperhatikan Waktu

Hal yang sering dianggap sepele adalah waktu. Ketika diskusi sudah berlangsung, moderator bisa terlalu fokus pada pembahasan sampai lupa bahwa waktu yang tersedia terbatas.

Padahal, keterlambatan pada satu sesi bisa berdampak pada rangkaian acara berikutnya. Moderator perlu mengetahui durasi yang diberikan dan mulai mengarahkan pembahasan ketika waktu sudah mendekati batas.

4. Panik Saat Diskusi Tidak Sesuai Rencana

Rundown memang penting, tetapi kondisi di lapangan belum tentu berjalan sama persis dengan yang sudah direncanakan. Bisa saja pembicara memberikan jawaban lebih panjang, peserta bertanya di luar perkiraan, atau pembahasan tiba-tiba melebar.

Dalam kondisi seperti ini, moderator perlu tetap tenang. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah merangkum pembahasan yang sudah disampaikan, kemudian mengarahkan kembali percakapan ke topik utama.

5. Hanya Mengandalkan Pertanyaan yang Sudah Disiapkan

Membuat daftar pertanyaan sebelum acara tentu membantu. Namun, moderator juga perlu menyiapkan pertanyaan lain sebagai cadangan.

Alasannya sederhana, pertanyaan yang sudah disiapkan belum tentu semuanya perlu digunakan. Bisa saja jawabannya sudah muncul dari pembahasan sebelumnya. Pertanyaan cadangan membuat moderator lebih siap ketika sesi diskusi tidak berjalan seperti yang diperkirakan.

Pada akhirnya, menjadi moderator membutuhkan persiapan sekaligus kemampuan untuk menyesuaikan diri. Tidak semua hal bisa diprediksi sebelum acara dimulai.

Moderator yang mampu mendengarkan, menjaga waktu, dan tetap tenang ketika terjadi perubahan akan lebih mudah menjaga diskusi tetap berjalan. Jadi, bukan hanya apa yang dikatakan moderator yang penting, tetapi juga bagaimana ia mengelola seluruh jalannya diskusi.

Penulis : Ramanda Yulira Putri, Rayda Iskandar, dan Winanda

Sumber:

Ahlf, M., & McNeil, S. G. (2023). A Systematic Review of Research on Moderators in Asynchronous Online Discussions. Online Learning, 27(1), 219–262.

Ahlf, M., & McNeil, S. G. (2023). An Exploratory Review of Literature on Moderation in Asynchronous Discussions. Distance Education, 44(1), 137–161.

Tentang Penulis
RI
Rayda Iskandar

Saya Rayda Iskandar, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang yang memiliki minat dalam menulis berbagai topik seputar pendidikan, dunia kerja, pengembangan diri, dan kehidupan sehari-hari.

Artikel ini merupakan tulisan kontribusi. Isi dan pendapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan sikap redaksi Runtut.com.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Bayar Makin Praktis, Benarkah Transaksi Nontunai Bikin Orang Lebih Boros?
Gaya Hidup

Bayar Makin Praktis, Benarkah Transaksi Nontunai Bikin Orang Lebih Boros?

Perubahan cara membayar membuat transaksi sehari-hari semakin praktis. Pembayaran nontunai tumbuh pesat, sementara uang tunai masih digunakan masyarakat.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
5 Tips Mengatur Keuangan Bulanan agar Mahasiswa Tidak Bokek di Akhir Bulan
Gaya Hidup

5 Tips Mengatur Keuangan Bulanan agar Mahasiswa Tidak Bokek di Akhir Bulan

Sering bokek sebelum akhir bulan? Coba lima tips mengatur uang bulanan ini, mulai dari mencatat pengeluaran sampai bijak memakai paylater.

Rayda Iskandar· 2 minggu lalu
Tren Lari di Kalangan Gen Z, dari Pengusir Doomscrolling hingga Ruang Komunitas
Gaya Hidup

Tren Lari di Kalangan Gen Z, dari Pengusir Doomscrolling hingga Ruang Komunitas

Lari kini menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z, dari aktivitas fisik hingga ruang bertemu dan membangun komunitas di tengah rutinitas digital.

Muhammad Rafi Ashidiq· 2 minggu lalu
Pesona Blok M Sebagai Jantung Budaya dan Tempat Nongkrong Lintas Generasi di Jakarta Selatan
Gaya Hidup

Pesona Blok M Sebagai Jantung Budaya dan Tempat Nongkrong Lintas Generasi di Jakarta Selatan

Jelajahi daya tarik Blok M sebagai pusat budaya Jakarta Selatan. Temukan perpaduan unik memori masa lalu, kafe kekinian, dan kawasan kuliner Little Tokyo.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
5 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyampaikan Komplain ke Customer Service
Gaya Hidup

5 Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyampaikan Komplain ke Customer Service

5 hal yang sebaiknya dihindari saat komplain ke customer service agar keluhan tidak makin rumit dan lebih mudah mendapatkan penyelesaian.

Rayda Iskandar· 2 minggu lalu
Menghadapi Perubahan Dunia Kerja, Mengapa Manusia Perlu Terus Belajar?
Gaya Hidup

Menghadapi Perubahan Dunia Kerja, Mengapa Manusia Perlu Terus Belajar?

Perubahan teknologi dan dunia bisnis menuntut tenaga kerja terus belajar agar mampu beradaptasi dan tetap relevan menghadapi kebutuhan masa depan.

Fadia Luthfiani· 2 minggu lalu