RUNTUT.COM - Di tengah kamera smartphone yang semakin canggih, digicam atau kamera digital saku lawas justru kembali dilirik anak muda. Kamera yang sempat ditinggalkan karena perkembangan ponsel kini kembali muncul di media sosial, terutama melalui foto-foto dengan nuansa awal 2000-an.
Digicam dikenal sebagai kamera digital berukuran kecil yang populer sebelum kamera smartphone berkembang seperti sekarang. Meski kualitas gambarnya tidak setajam kamera ponsel masa kini, perangkat tersebut justru memiliki karakter visual yang berbeda. Foto yang sedikit blur, grainy, atau terlalu terang karena flash menjadi bagian dari daya tariknya.
Di Indonesia, minat terhadap kamera digital lawas juga terlihat dari kembali ramainya pasar kamera bekas. DetikX melaporkan pedagang kamera di Pasar Baru, Jakarta, melihat pembeli muda sebagai salah satu kelompok yang banyak mencari digicam.
Sebagian pembeli mengenal kamera tertentu melalui media sosial seperti TikTok sebelum kemudian mencarinya di toko kamera bekas.
Bagi sebagian Gen Z, hasil foto yang tidak sempurna justru terasa lebih menarik. Kamera smartphone saat ini dapat menghasilkan gambar yang sangat tajam dan menyediakan berbagai fitur untuk memperbaiki pencahayaan maupun warna.
5 Tips Mengatur Keuangan Bulanan agar Mahasiswa Tidak Bokek di Akhir Bulan6 Oktober 2026 pukul 12.32Digicam menawarkan hal sebaliknya. Pengguna harus menerima hasil foto sebagaimana adanya, termasuk ketika gambar terlihat sedikit buram atau pencahayaannya tidak sesuai harapan.
Karakter tersebut kemudian menjadi bagian dari estetika yang banyak muncul di media sosial. Foto dengan flash kuat, warna yang agak pudar, dan kualitas gambar yang tidak terlalu bersih memberikan kesan spontan. Foto semacam itu juga dianggap berbeda dari hasil jepretan smartphone yang cenderung terlihat lebih rapi.




