Runtut.com

Tiga Siswa SMK Sabet Juara III Projection Mapping Contest Lawan Mahasiswa Tingkat Nasional

Ketiganya mengungkapkan perasaan tidak menyangka, apalagi ketika harus melawan mahasiswa tingkat nasional

2 menit baca
2
Muhammad Nazril Alamsyah (tengah), Puteri Kayla Azara (kanan), dan Niswa Mega Azizah (kiri)
Muhammad Nazril Alamsyah (tengah), Puteri Kayla Azara (kanan), dan Niswa Mega Azizah (kiri) — Dok. Pribadi

MALANG - Tiga siswa SMK Negeri 2 Singosari sabet Juara III dalam projection mapping contest 2026 yang diselenggarakan oleh DIPA Media Art berkolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB), pada Selasa (27/10/2026) di Gazebo Raden Wijaya.

Ketua tim, Muhammad Nazril Alamsyah menjelaskan bahwa projection mapping contest adalah teknik penggabungan cahaya, gambar, dan suara yang ditampilkan pada objek tidak biasa. Untuk kontes ini, mereka mengusung seni rampak barong sebagai temanya. “Di sekitar sini [Malang], banyak bantengan, kita ngambil itu,” ungkapannya.

Mapping Video Karya Tiga Siswa SMKN 2 Singosari
Mapping Video Karya Tiga Siswa SMKN 2 Singosari — Dok. Pribadi

Bersaing Melawan 70 Siswa dalam Seleksi Internal Sekolah

Sebelum berlaga dalam kontes Dipa Media Art 2026, Nazril bersama dua rekannya, Puteri Kayla Azara dan Niswa Mega Azizah harus bersaing secara internal dengan 70 siswa SMKN 2 Singosari lainnya.

“Sebelum ke lomba ini, kita ada seleksi internal dengan tujuh puluh siswa lainnya. Siswa yang gambarnya bagus bakal terpilih, dan kami bertiga terpilih,” kata Nazril.

Ketiganya mengungkapkan perasaan tidak menyangka bahwa kerja keras dalam menciptakan karya tersebut berhasil menyabet posisi Juara III, apalagi ketika kompetitor mereka tidak hanya sesama pelajar tapi juga mahasiswa di tingkat nasional.

“Perasaannya campur aduk, senang, kesal, kaget tapi terbayar. Kita harus lembur ngerjainnya dilanjut besoknya masih sekolah, tapi tetap dibawah bimbingan guru pembina,” tutur Nazril.

Pengalaman Pertama, Kemenangan Pertama

Berbeda dengan Nazril yang telah berpengalaman dalam lomba serupa, Puteri dan Niswa mengaku bahwa ini pengalaman pertama mereka. Setelah terpilih sebagai delelgasi sekolah, tantangan terbesar bagi keduanya adalah membiasakan diri untuk mengerjakan setiap tahap pembuatan video mapping dalam waktu yang singkat.

"Proses pembuatanya cukup rumit buat kita, soalnya juga baru mempelajari. Kita buat asetnya dulu setelah itu disatukan lewat aplikasi. Prosesnya itu selama dua hari," jelas Puteri.

Meskipun demikian, keduanya merasa puas karena kerja keras tersebut terbanyarkan dengan meraih Juara III.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Stella Christie: Tiga Strategi Pendidikan Tinggi Bertahan di Era AI
Pendidikan

Stella Christie: Tiga Strategi Pendidikan Tinggi Bertahan di Era AI

"Di era AI, bagaimana pendidikan tinggi bisa bertahan? Menyeragamkan satu prodi AI-ology atau tidak menggunakan AI sama sekali? Kita harus mencari modus baru."

Andini Putri Lestari· 1 minggu lalu
Mendiktisaintek Minta Perguruan Tinggi Gabungkan Prodi Demi Ringankan Administrasi
Pendidikan

Mendiktisaintek Minta Perguruan Tinggi Gabungkan Prodi Demi Ringankan Administrasi

Mendiktisaintek dorong perguruan tinggi gabungkan prodi demi hemat biaya akreditasi & efisiensi administrasi. Simak arahan resminya di KONASPI XII Bali.

Mila Nabilah· 1 minggu lalu
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mencegah Perundungan Sejak Dini
Pendidikan

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mencegah Perundungan Sejak Dini

Kebiasaan mengejek dengan nama orang tua di sekolah dasar menyoroti pentingnya kebijakan kepala sekolah, pembinaan karakter, dan pencegahan perundungan.

Erika Dewi Agustin· 2 minggu lalu
Sekolah Hancur Akibat Gempa Flores, Anak-Anak Kumpulkan Sisa Buku di Reruntuhan
Pendidikan

Sekolah Hancur Akibat Gempa Flores, Anak-Anak Kumpulkan Sisa Buku di Reruntuhan

Bencana gempa bumi di Flores menghancurkan gedung sekolah. Anak-anak terpaksa mengais sisa buku pelajaran di tengah reruntuhan untuk tetap belajar.

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
Bukan Malas, Mungkin Kamu Sedang Burnout karena Kuliah
Pendidikan

Bukan Malas, Mungkin Kamu Sedang Burnout karena Kuliah

Lelah dan kehilangan semangat kuliah belum tentu malas. Kenali tanda, pemicu, dan cara mengatasi burnout secara realistis bagi mahasiswa.

Rayda Iskandar· 2 minggu lalu
Kenapa Barang Impor Bisa Jadi Lebih Mahal? Mengenal Tarif Perdagangan
Pendidikan

Kenapa Barang Impor Bisa Jadi Lebih Mahal? Mengenal Tarif Perdagangan

Tarif perdagangan membatasi barang impor untuk melindungi produk lokal, tetapi dapat membuat harga barang naik dan memengaruhi konsumen serta perdagan

Athia Aulia· 3 minggu lalu