Runtut.com

Mendiktisaintek Minta Perguruan Tinggi Gabungkan Prodi Demi Ringankan Administrasi

Mendiktisaintek dorong perguruan tinggi gabungkan prodi demi hemat biaya akreditasi & efisiensi administrasi. Simak arahan resminya di KONASPI XII Bali.

2 menit baca
Mendiktisaintek dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia XII di Bali.
Mendiktisaintek dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia XII di Bali. — Foto: Detik.com

NUSA DUA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengimbau seluruh pimpinan perguruan tinggi di Indonesia untuk mengevaluasi keberadaan program studi (prodi) yang dinilai terlalu spesifik dan tumpang tindih. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, meminta kampus-kampus tidak terus menambah prodi baru, melainkan mempertimbangkan langkah penggabungan (merger) guna menyederhanakan tata kelola administrasi serta menghemat biaya akreditasi.

Arahan tersebut disampaikan secara langsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, saat menghadiri pembukaan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) XII Tahun 2026 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Langkah ini merespons maraknya keluhan dari jajaran rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS) terkait tingginya biaya serta rumitnya prosedur akreditasi berulang.

Selama ini, kecenderungan kampus mendirikan prodi baru untuk setiap spesialisasi keilmuan justru memicu pemecahan birokrasi yang membebankan finansial dan manajemen perguruan tinggi. Mendiktisaintek menyoroti fenomena di mana satu disiplin ilmu kerap dipecah menjadi beberapa prodi kecil hanya karena keberadaan beberapa dosen ahli, yang pada akhirnya menciptakan sekat-sekat administratif kaku.

Dalam pengarahannya di hadapan para rektor se-Indonesia, Mendiktisaintek menekankan bahwa esensi utama perguruan tinggi adalah pada pengembangan kualitas keilmuan, bukan sekadar memperbanyak wadah birokrasi berbentuk prodi.

"Yang perlu dikembangkan itu bukan Prodinya, tapi keilmuannya. Prodi itu hanya administrasi. Jangan mempersempit keilmuan dengan sekat administratif," ujar Brian Yuliarto.

Pemangkasan Biaya Akreditasi

Ia menguraikan bahwa melalui penggabungan prodi yang serumpun, beban akreditasi yang selama ini dikeluhkan pimpinan perguruan tinggi dapat dipangkas secara drastis tanpa mengurangi kapasitas penerimaan mahasiswa maupun kualitas pengajaran.

"Administrasi mudah, akreditasi yang tadinya lima kali dalam 5 tahun tinggal satu kali. Manajemennya juga enggak banyak, sehingga lebih simpel. Nah, jadi saya titip pesan Bapak-Ibu, kalau perlu merger aja Pak prodinya, supaya lebih gampang. Administrasi lebih mudah, akreditasi juga murah ya kan? Nanti kalau akreditasi mahal, saya juga yang dikomplain. Jadi, itu kita harus membuat paradigma jangan tersekat-sekat dengan administrasi," tegasnya.

Menguatkan arahan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, menegaskan bahwa penyederhanaan struktur ini berfokus pada penguatan substansi pembelajaran bagi mahasiswa.

"Kita bukan fokus ke prodinya, melainkan keilmuan dan substansi yang didapatkan oleh mahasiswa," kata Prof. Stella Christie.

Melalui langkah efisiensi ini, Kemdiktisaintek menargetkan transformasi perguruan tinggi di Indonesia agar lebih lincah (agile) dan responsif terhadap perkembangan zaman. Pemangkasan biaya akreditasi dan fleksibilitas kurikulum diharapkan dapat mengalihkan fokus serta anggaran kampus dari manajemen birokrasi menuju peningkatan mutu fasilitas dan riset.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mencegah Perundungan Sejak Dini
Pendidikan

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mencegah Perundungan Sejak Dini

Kebiasaan mengejek dengan nama orang tua di sekolah dasar menyoroti pentingnya kebijakan kepala sekolah, pembinaan karakter, dan pencegahan perundungan.

Erika Dewi Agustin· 3 hari lalu
Sekolah Hancur Akibat Gempa Flores, Anak-Anak Kumpulkan Sisa Buku di Reruntuhan
Pendidikan

Sekolah Hancur Akibat Gempa Flores, Anak-Anak Kumpulkan Sisa Buku di Reruntuhan

Bencana gempa bumi di Flores menghancurkan gedung sekolah. Anak-anak terpaksa mengais sisa buku pelajaran di tengah reruntuhan untuk tetap belajar.

Maya Sintasari· 5 hari lalu
Bukan Malas, Mungkin Kamu Sedang Burnout karena Kuliah
Pendidikan

Bukan Malas, Mungkin Kamu Sedang Burnout karena Kuliah

Lelah dan kehilangan semangat kuliah belum tentu malas. Kenali tanda, pemicu, dan cara mengatasi burnout secara realistis bagi mahasiswa.

Rayda Iskandar· 1 minggu lalu
Kenapa Barang Impor Bisa Jadi Lebih Mahal? Mengenal Tarif Perdagangan
Pendidikan

Kenapa Barang Impor Bisa Jadi Lebih Mahal? Mengenal Tarif Perdagangan

Tarif perdagangan membatasi barang impor untuk melindungi produk lokal, tetapi dapat membuat harga barang naik dan memengaruhi konsumen serta perdagan

Athia Aulia· 1 minggu lalu
Tim Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Empowering Community Program di Desa Segoro Tambak.
Pendidikan

Tim Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Empowering Community Program di Desa Segoro Tambak.

Tim dosen UPN “Veteran” Jatim menggelar Empowering Community Program untuk memperkuat administrasi, organisasi, dan PKK di Desa Segoro Tambak.

Evi Silvia Melina, S.AP., MPA· 1 minggu lalu
Belajar Tata Kelola Pemerintahan melalui Program Magang Berdampak di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto
Pendidikan

Belajar Tata Kelola Pemerintahan melalui Program Magang Berdampak di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto

Pengalaman mahasiswa Administrasi Publik mengikuti Magang Berdampak untuk mengenal tata kelola pemerintahan di Kabupaten Mojokerto.

Nabilla Tasya Putri Kuswanto, Evi Silvia Melina, S.AP., MPA· 1 minggu lalu