Runtut.com

Investasi Indonesia Cetak 2,7 Juta Lapangan Kerja, Kualitas dan Produktivitas Jadi Ujian

Prabowo sebut investasi 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan 2,7 juta lapangan kerja. Ekonom soroti kualitas pekerjaan formal.

2 menit baca
Investasi Indonesia Cetak 2,7 Juta Lapangan Kerja, Kualitas dan Produktivitas Jadi Ujian
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian investasi dan penciptaan lapangan kerja dalam pidato kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI. — Dok. Sekretariat Presiden

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyebut realisasi investasi sepanjang 2025 telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Namun, sejumlah ekonom menilai ukuran keberhasilan investasi tidak cukup dilihat dari jumlah tenaga kerja yang terserap, melainkan juga kualitas pekerjaan yang dihasilkan.

Prabowo mengatakan investasi tetap tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menyebut realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Di tengah ketidakpastian global, investasi tetap tumbuh. Sepanjang 2025 realisasi investasi mencapai Rp1.931 triliun dan telah menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja,” ujar Prabowo.

Ia juga menyampaikan bahwa realisasi investasi pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 1,4 juta orang.

Meski demikian, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai pemerintah perlu melihat aspek kualitas dari investasi yang masuk. Menurutnya, jumlah lapangan kerja yang tercipta perlu dibedakan antara pekerjaan formal dan informal.

“Yang terutama yang harus dilihat dari lapangan pekerjaan yang tercipta dari investasi semestinya adalah lapangan kerja formal, bukan lapangan pekerjaan secara umum yang mencakup formal dan informal,” kata Faisal.

Menurut Faisal, investasi berkualitas seharusnya mampu menciptakan pekerjaan dengan kepastian pendapatan, peningkatan upah, serta perlindungan bagi pekerja. Lapangan kerja formal juga dinilai memiliki dampak berganda terhadap perekonomian lokal karena mampu meningkatkan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Direktur CELIOS Bhima Yudhistira menyoroti penurunan penyerapan tenaga kerja dibandingkan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi pada 2024 menyerap sekitar 950.000 tenaga kerja.

Angka tersebut menurun pada 2025 menjadi sekitar 370.000 tenaga kerja untuk setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi. Pada 2026, rasio tersebut kembali turun menjadi sekitar 340.000 tenaga kerja.

Bhima menilai kondisi tersebut menunjukkan tantangan dalam memastikan pertumbuhan ekonomi dan investasi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Faisal menyebut klaim pemerintah terkait investasi masih sejalan dengan data yang telah dipublikasikan sebelumnya. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3 persen dari target pemerintah sebesar Rp1.905,6 triliun.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan
Nasional

Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan

Kemenhaj mencatat 37 jemaah umrah Indonesia melintasi Riyadh hingga 11 Oktober 2026 dan mengimbau jemaah meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi Timur Tengah

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 hari lalu
Bertabur Bintang, Laga Legenda MU vs Arsenal di GBK Justru Sepi Penonton
Nasional

Bertabur Bintang, Laga Legenda MU vs Arsenal di GBK Justru Sepi Penonton

Pertandingan legenda Manchester United vs Arsenal di GBK berlangsung dengan tribun yang terlihat lengang. Padatnya event Jakarta menjadi sorotan.

Ferdian Trikusuma· 1 hari lalu
Hari Museum Indonesia: Momentum Merawat Sejarah
Nasional

Hari Museum Indonesia: Momentum Merawat Sejarah

Bukan sekadar tempat benda bersejarah, museum menyimpan cerita perjalanan bangsa. Simak makna Hari Museum Indonesia 12 Oktober bagi generasi muda!

Nurul Hidayah· 1 hari lalu
Sebanyak 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Kemenhub Catat Ratusan Pembatalan
Nasional

Sebanyak 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Kemenhub Catat Ratusan Pembatalan

Buntut kabut karhutla, Kemenhub catat 1.673 penerbangan domestik terdampak. Citilink Indonesia catat penerbangan terdampak paling banyak.

Nurul Hidayah· 2 hari lalu
Curva Boys dan LA Mania Bentangkan Koreografi untuk Choirul Huda, Kenang Sang Legenda Persela
Nasional

Curva Boys dan LA Mania Bentangkan Koreografi untuk Choirul Huda, Kenang Sang Legenda Persela

Curva Boys dan LA Mania bentangkan koreografi dan bendera untuk mengenang Choirul Huda, legenda Persela Lamongan, dalam laga melawan Deltras FC di Surajaya.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu
Persela Gagal Geser Pemuncak Klasemen, Deltras FC Paksa Hasil Imbang 1-1
Nasional

Persela Gagal Geser Pemuncak Klasemen, Deltras FC Paksa Hasil Imbang 1-1

Persela Lamongan gagal merebut puncak klasemen usai ditahan imbang Deltras FC 1-1 di Stadion Surajaya dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu