Runtut.com

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Klaim Swasembada Pangan, Harga Komoditas Masih Menguji Stabilitas

Prabowo Sebut Swasembada Pangan Terwujud dalam Setahun, Data Harga Komoditas dan Stabilitas Pasar Jadi Catatan Publik

2 menit baca
1
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Klaim Swasembada Pangan, Harga Komoditas Masih Menguji Stabilitas
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan klaim swasembada pangan tercapai dalam setahun saat Sidang Tahunan MPR di Jakarta. — Dok. Sekretariat Presiden

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun pemerintahan, lebih cepat dari target awal empat tahun. Klaim tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jum'at (14/8/2026), dengan menyebut sejumlah komoditas pangan telah memenuhi kebutuhan nasional.

Prabowo mengatakan delapan komoditas telah mencapai kondisi swasembada, yakni beras, jagung, telur, daging ayam, gula, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu hasil dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan nasional.

Namun, klaim tersebut masih menghadapi tantangan di tingkat konsumen. Sejumlah harga komoditas pangan yang disebut telah mencapai swasembada masih mengalami kenaikan akibat faktor ketersediaan stok dan dinamika permintaan pasar.

Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah jagung. Harga jagung di tingkat lapangan tercatat mencapai sekitar Rp6.400 per kilogram. Angka tersebut masih berada di atas acuan harga yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), yakni berkisar Rp5.000 hingga Rp5.500 per kilogram.

Kondisi serupa terjadi pada komoditas daging ayam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga daging ayam kembali mengalami kenaikan pada Juli hingga Agustus 2026 di 188 kabupaten/kota.

Kenaikan harga ayam dipengaruhi oleh peningkatan permintaan masyarakat, termasuk setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan usai periode libur sekolah. Bertambahnya kebutuhan pasokan untuk program tersebut turut memengaruhi pergerakan harga di sejumlah daerah.

Capaian produksi pangan menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur swasembada, tetapi kestabilan harga dan distribusi menjadi faktor lain yang menentukan dampaknya bagi masyarakat. Pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah memastikan ketersediaan pangan berjalan seiring dengan keterjangkauan harga di tingkat rumah tangga.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan keberhasilan sektor pangan sebagai bagian dari agenda kemandirian nasional. Sementara itu, kondisi pasar menunjukkan bahwa penguatan produksi perlu diikuti dengan pengelolaan stok, distribusi, dan pengendalian harga agar manfaat swasembada dapat dirasakan secara merata.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, Sejumlah Pihak di BNPB Jadi TersangkaBreaking
Nasional

KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, Sejumlah Pihak di BNPB Jadi Tersangka

KPK menetapkan sejumlah tersangka dalam OTT di BNPB terkait dugaan korupsi dana kebencanaan dan menyita uang Rp1,4 miliar serta emas.

Rachmaddani Rizki Saputra· 4 jam lalu
Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan
Nasional

Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan

Kemenhaj mencatat 37 jemaah umrah Indonesia melintasi Riyadh hingga 11 Oktober 2026 dan mengimbau jemaah meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi Timur Tengah

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 hari lalu
Bertabur Bintang, Laga Legenda MU vs Arsenal di GBK Justru Sepi Penonton
Nasional

Bertabur Bintang, Laga Legenda MU vs Arsenal di GBK Justru Sepi Penonton

Pertandingan legenda Manchester United vs Arsenal di GBK berlangsung dengan tribun yang terlihat lengang. Padatnya event Jakarta menjadi sorotan.

Ferdian Trikusuma· 1 hari lalu
Hari Museum Indonesia: Momentum Merawat Sejarah
Nasional

Hari Museum Indonesia: Momentum Merawat Sejarah

Bukan sekadar tempat benda bersejarah, museum menyimpan cerita perjalanan bangsa. Simak makna Hari Museum Indonesia 12 Oktober bagi generasi muda!

Nurul Hidayah· 1 hari lalu
Sebanyak 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Kemenhub Catat Ratusan Pembatalan
Nasional

Sebanyak 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Kemenhub Catat Ratusan Pembatalan

Buntut kabut karhutla, Kemenhub catat 1.673 penerbangan domestik terdampak. Citilink Indonesia catat penerbangan terdampak paling banyak.

Nurul Hidayah· 2 hari lalu
Curva Boys dan LA Mania Bentangkan Koreografi untuk Choirul Huda, Kenang Sang Legenda Persela
Nasional

Curva Boys dan LA Mania Bentangkan Koreografi untuk Choirul Huda, Kenang Sang Legenda Persela

Curva Boys dan LA Mania bentangkan koreografi dan bendera untuk mengenang Choirul Huda, legenda Persela Lamongan, dalam laga melawan Deltras FC di Surajaya.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu