JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun pemerintahan, lebih cepat dari target awal empat tahun. Klaim tersebut disampaikan dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Jakarta, Jum'at (14/8/2026), dengan menyebut sejumlah komoditas pangan telah memenuhi kebutuhan nasional.
Prabowo mengatakan delapan komoditas telah mencapai kondisi swasembada, yakni beras, jagung, telur, daging ayam, gula, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu hasil dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pangan nasional.
Namun, klaim tersebut masih menghadapi tantangan di tingkat konsumen. Sejumlah harga komoditas pangan yang disebut telah mencapai swasembada masih mengalami kenaikan akibat faktor ketersediaan stok dan dinamika permintaan pasar.
Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah jagung. Harga jagung di tingkat lapangan tercatat mencapai sekitar Rp6.400 per kilogram. Angka tersebut masih berada di atas acuan harga yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), yakni berkisar Rp5.000 hingga Rp5.500 per kilogram.
Kondisi serupa terjadi pada komoditas daging ayam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga daging ayam kembali mengalami kenaikan pada Juli hingga Agustus 2026 di 188 kabupaten/kota.
Kenaikan harga ayam dipengaruhi oleh peningkatan permintaan masyarakat, termasuk setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan usai periode libur sekolah. Bertambahnya kebutuhan pasokan untuk program tersebut turut memengaruhi pergerakan harga di sejumlah daerah.
Capaian produksi pangan menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur swasembada, tetapi kestabilan harga dan distribusi menjadi faktor lain yang menentukan dampaknya bagi masyarakat. Pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah memastikan ketersediaan pangan berjalan seiring dengan keterjangkauan harga di tingkat rumah tangga.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan keberhasilan sektor pangan sebagai bagian dari agenda kemandirian nasional. Sementara itu, kondisi pasar menunjukkan bahwa penguatan produksi perlu diikuti dengan pengelolaan stok, distribusi, dan pengendalian harga agar manfaat swasembada dapat dirasakan secara merata.










