Runtut.com

Prabowo Tegaskan MBG Berlanjut, Klaim Atasi Stunting di Tengah Sorotan Distribusi dan Kasus Keracunan

Pidato Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2026 menyoroti kelanjutan MBG, upaya atasi stunting, distribusi program, dan evaluasi pelaksanaan.

2 menit baca
1
Prabowo Tegaskan MBG Berlanjut, Klaim Atasi Stunting di Tengah Sorotan Distribusi dan Kasus Keracunan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR 2026 di Jakarta, Jumat (14/8), membahas kelanjutan MBG. — Dok. Sekretariat Presiden

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan meski pelaksanaannya menuai kritik akibat persoalan distribusi hingga munculnya kasus keracunan. Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo menyebut perbaikan sistem dan efisiensi menjadi kunci agar program tersebut mampu menjawab persoalan gizi buruk dan stunting di Indonesia.

Pidato tersebut menjadi agenda kenegaraan kedua bagi Prabowo sejak menjabat sebagai presiden pada 2024. Sidang di Kompleks Parlemen Senayan itu dihadiri sejumlah pejabat negara serta mantan presiden dan wakil presiden, termasuk Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Ia menyebut sejumlah wilayah masih memiliki angka stunting tinggi dengan prevalensi mencapai sekitar 25 persen.

“Untuk mengatasi stunting, yang masih dialami anak-anak kita. Di beberapa tempat, angka stunting setinggi 25 persen. Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami stunting,” ujarnya.

Ia menyatakan pemerintah akan melanjutkan MBG sebagai salah satu upaya memperbaiki kualitas gizi anak. Namun, pelaksanaan program tersebut akan disertai evaluasi dan pembenahan agar berjalan lebih efektif.

“Karena itu saya bertekad teruskan program MBG. Tapi dengan perbaikan. Dengan efisiensi,” katanya.

Data distribusi pelaksanaan MBG menunjukkan masih terdapat ketimpangan antarwilayah. Dari 27.469 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tercatat beroperasi, dapur MBG di Provinsi Papua hanya sekitar 1 persen. Sementara itu, Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbesar, mencapai sekitar 53 persen dari total nasional.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena Papua termasuk daerah dengan persoalan stunting dan gizi buruk yang masih tinggi. Ketersediaan layanan pemenuhan gizi di wilayah terpencil menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan manfaat program.

Di sisi lain, sejumlah daerah mencatat angka stunting lebih rendah. Berdasarkan data yang tersedia, Bali menjadi provinsi dengan angka stunting terendah sebesar 8,7 persen. Disusul Jawa Timur 14,7 persen, Kepulauan Riau 15 persen, Sulawesi Selatan dan Jawa Barat masing-masing 15,9 persen.

Selain persoalan pemerataan, pelaksanaan MBG juga menghadapi masalah keamanan pangan. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia mencatat sebanyak 40.759 orang mengalami keracunan terkait program MBG selama periode 2025 hingga Agustus 2026.

Kasus terbaru dilaporkan terjadi di Berastagi, Sumatra Utara, serta Kabupaten Jayapura, Papua. Dalam tiga pekan terakhir, ribuan pelajar dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gejala seperti mual dan muntah usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Pemerintah kini menghadapi tantangan memastikan MBG berjalan sesuai tujuan awal, yakni memperbaiki status gizi anak, sekaligus menjamin kualitas makanan, pengawasan dapur, dan pemerataan layanan di seluruh wilayah Indonesia.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi
Nasional

Konvoi Motor Mahasiswa Trisakti Jadi Sorotan, Bantah Tudingan Bayaran 100 Ribu Saat Demonstrasi

Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti pada Kamis (29/10/2026) menyita perhatian publik setelah beredarnya rekaman konvoi massa

Maya Sintasari· 1 hari lalu
PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian
Nasional

PBB Bidang HAM: Indonesia Perlu Mempertimbangkan Kembali Keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian

Apabila tujuan bergabungnya Indonesia untuk misi perdamaian, Albanese menyarankan sebaiknya Indonesia bergabung dalam Grup Hague dibanding Dewan Perdamaian.

Andini Putri Lestari· 2 hari lalu
Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta
Nasional

Peringati Sumpah Pemuda, BEM UI dan Komite Sadar Suarakan "5 Perintah Rakyat" di Jakarta

BEM UI dan Komite Sadar mengusung 5 Perintah Rakyat dalam aksi Sumpah Pemuda di Jakarta, menyoroti isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan HAM.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 1 minggu lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 1 minggu lalu