Runtut.com

BRIN Kembangkan Sensor Berbasis AI untuk Jaga Keamanan Makanan Program MBG

BRIN mengembangkan Food Guard berbasis AI untuk mendeteksi pembusukan makanan dan menjaga keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis.

2 menit baca
7
BRIN Kembangkan Sensor Berbasis AI untuk Jaga Keamanan Makanan Program MBG
BRIN mengembangkan Food Guard berbasis AI untuk mendeteksi gas pembusukan pada ompreng makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). — Dok. Sekretarita Presiden

JAKARTA — Keamanan pangan menjadi tantangan penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dalam memastikan makanan yang diterima peserta tetap layak konsumsi. Menjawab kebutuhan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan perangkat Food Guard, teknologi berbasis sensor dan kecerdasan artifisial (AI) yang mampu mendeteksi potensi pembusukan makanan dalam ompreng MBG.

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, Food Guard dirancang sebagai alat pemantau kualitas makanan yang bekerja dengan membaca perubahan gas akibat proses pembusukan. Perangkat tersebut memanfaatkan teknologi multi-sensor yang dikombinasikan dengan model AI untuk memberikan informasi mengenai kondisi makanan.

“Salah satu contohnya adalah Food Guard, perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan dengan menggunakan multi-sensor dan model AI,” ujar Arif saat menyampaikan paparan hasil riset BRIN di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana, Kamis (6/8/2026).

Pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya BRIN mendukung keberlanjutan program prioritas pemerintah melalui pendekatan berbasis riset. Menurut Arif, inovasi untuk MBG tidak berhenti pada aspek pengawasan makanan, melainkan mencakup seluruh rantai produksi dan distribusi pangan.

“BRIN membangun inovasi di seluruh rantai MBG mulai dari bahan pangan, mesin pengolah, kemasan, deteksi halal, distribusi sampai monitoring berbasis AI,” katanya.

Teknologi Food Guard karya BRIN memanfaatkan sensor dan AI untuk menjaga kualitas makanan dalam program MBG.
Teknologi Food Guard karya BRIN memanfaatkan sensor dan AI untuk menjaga kualitas makanan dalam program MBG. — Sekretariat Presiden

Melalui pendekatan tersebut, BRIN berupaya menghadirkan sistem pangan yang lebih aman, efisien, dan mudah dipantau. Teknologi pemantauan berbasis AI dinilai dapat membantu proses pengawasan karena mampu memberikan peringatan lebih awal ketika terdapat indikasi penurunan kualitas makanan.

Selain mendukung program MBG, BRIN juga memaparkan sejumlah inovasi untuk memperkuat sektor kelautan dalam program kampung nelayan. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah kapal nelayan dengan sistem penggerak listrik.

Arif menyebut kapal listrik hasil pengembangan BRIN memiliki potensi menekan biaya operasional energi hingga 70 persen dibandingkan kapal yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Efisiensi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“BRIN juga menyiapkan teknologi budidaya, penyimpanan, pengeringan, dan pengolahan hasil sehingga nilai tambah tidak berhenti di laut, tetapi berlanjut hingga produk siap dilakukan,” ujar Arif.

Rangkaian inovasi tersebut menunjukkan peran lembaga riset dalam mendukung berbagai program nasional melalui pemanfaatan teknologi. BRIN menempatkan riset sebagai instrumen untuk memperkuat kualitas layanan publik, mulai dari penyediaan makanan bergizi hingga pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

Dengan hadirnya teknologi seperti Food Guard, pengawasan keamanan pangan diharapkan dapat berjalan lebih presisi. Inovasi tersebut menjadi salah satu contoh penerapan teknologi yang menghubungkan riset dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 4 hari lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 4 hari lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 5 hari lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 5 hari lalu
Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI
Nasional

Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI

Panjat Monumen Bundaran HI, Greenpeace bongkar fakta mengejutkan: 41% warga tertekan akibat harga pangan melonjak gara-gara krisis iklim!

Lusianti Dwi Cahyani· 5 hari lalu