Runtut.com

Bulog Pastikan Beras Premium Tetap Tersedia Usai Penarikan 40 Merek Fortifikasi

Bulog jamin ketersediaan beras premium pemerintah di ritel modern setelah 40 merek beras fortifikasi ditarik dari peredaran.

3 menit baca
1
Bulog Pastikan Beras Premium Tetap Tersedia Usai Penarikan 40 Merek Fortifikasi
Bulog memastikan stok beras premium pemerintah tetap tersedia usai penarikan 40 merek beras fortifikasi dari pasaran. — instagram/@perum.bulog

JAKARTA - Perum Bulog memastikan ketersediaan beras premium pemerintah di berbagai ritel modern setelah penarikan sekitar 40 merek beras fortifikasi yang dinyatakan tidak sesuai komposisi berdasarkan hasil uji laboratorium.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan beras di pasar sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh beras berkualitas dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran Bulog di daerah untuk melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan beras premium di sejumlah ritel modern.

Pemeriksaan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar penarikan produk beras fortifikasi tidak menimbulkan kekosongan pasokan di tengah masyarakat.

“Kami sudah perintahkan seluruh jajaran di kota-kota besar untuk melaksanakan sidak ke berbagai ritel modern. Kami khawatir dampak dari penarikan 40 merek produk beras fortifikasi akan menyebabkan kekosongan di pasaran, sehingga perlu kami antisipasi,” ujar Rizal saat melakukan inspeksi mendadak di salah satu ritel modern kawasan Radio Dalam, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.

Hasil pengecekan tersebut menunjukkan stok beras premium Bulog masih tersedia dalam jumlah mencukupi. Rizal menyebut kondisi serupa juga dipastikan melalui pemeriksaan serentak di sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Riau, hingga Bali.

Menurut dia, langkah tersebut bertujuan memberikan kepastian kepada publik bahwa beras premium milik pemerintah tetap hadir di ritel modern maupun pasar rakyat. Ketersediaan stok menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan setelah adanya penarikan sejumlah produk beras yang bermasalah.

Dalam inspeksi tersebut, Rizal turut membandingkan harga beras premium Bulog dengan beberapa merek lain yang beredar di pasar. Beras premium Bulog dengan merek Punokawan dan Befood Sentra Ramos dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp74.500 per kemasan lima kilogram.

Sementara itu, sejumlah merek lain memiliki harga lebih tinggi. Beras merek Anak Raja dijual Rp94.500 per lima kilogram, sedangkan Topi Koki mencapai Rp126.900 per lima kilogram. Perbedaan harga tersebut menunjukkan selisih yang cukup besar antara beras pemerintah dan produk komersial di pasaran.

Rizal menilai keberadaan beras premium Bulog menjadi bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. Menurutnya, pemerintah berupaya menyediakan pilihan beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, terutama ketika masyarakat menghadapi dinamika harga pangan.

“Ini menunjukkan kehadiran negara memberikan harga terbaik kepada masyarakat. Dalam situasi saat ini, dukungan pemerintah diperlukan untuk memberikan harga yang baik bagi konsumen,” katanya.

Selain memastikan distribusi di ritel modern, Bulog juga menginstruksikan seluruh wilayah untuk mengeluarkan stok beras premium yang tersedia di gudang. Penggelontoran pasokan tersebut dilakukan sebagai langkah persiapan menghadapi penarikan beras fortifikasi yang tidak sesuai dengan komposisi.

Rizal menyampaikan bahwa seluruh kantor wilayah Bulog telah mendapatkan arahan untuk mempercepat distribusi beras premium agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas pasokan dan harga beras tetap terjaga di berbagai daerah.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 4 hari lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 4 hari lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 5 hari lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 5 hari lalu
Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI
Nasional

Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI

Panjat Monumen Bundaran HI, Greenpeace bongkar fakta mengejutkan: 41% warga tertekan akibat harga pangan melonjak gara-gara krisis iklim!

Lusianti Dwi Cahyani· 5 hari lalu