Runtut.com

Karhutla Bromo Meluas 70 Hektare, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing

Karhutla Bromo meluas hingga 70 hektare. BNPB siapkan dua helikopter water bombing untuk membantu pemadaman api di kawasan TNBTS.

3 menit baca
12
Karhutla Bromo Meluas 70 Hektare, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing
Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. BNPB menyiapkan dua helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman. — instagram/@bbtnbromotenggersemeru

JAWA TIMUR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, meluas hingga sekitar 70 hektare. Kondisi medan yang terjal dan angin kencang membuat penanganan dari darat menghadapi kendala sehingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dukungan dua helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pengerahan armada udara dilakukan berdasarkan permintaan bantuan dari wilayah terdampak. Helikopter tersebut diproyeksikan membantu menjangkau titik api yang sulit dicapai oleh personel gabungan di lereng Kaldera Bromo.

“Langkah kami berdasarkan informasi dari wilayah, mereka meminta bantuan dari udara, helikopter water bombing. Untuk sementara, kita akan dukung dua unit,” ujarnya.

BNPB menyiapkan beberapa pilihan armada, seperti helikopter tipe Mi maupun Sikorsky, menyesuaikan ketersediaan unit. Namun, pengerahan helikopter tetap melalui proses asesmen untuk menentukan kebutuhan tambahan di lapangan.

Kebakaran di kawasan Gunung Bromo pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Ranu Pani, Kabupaten Probolinggo. Api sempat berhasil dikendalikan, tetapi kembali muncul pada Selasa (4/8/2026) siang dan masih berlangsung hingga saat ini.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), luas area terdampak kebakaran mencapai sekitar 70 hektare. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar.

“Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa,” kata Gatot.

Tim gabungan yang terdiri atas BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, polisi hutan, serta relawan peduli api melakukan pemadaman dengan sejumlah metode.

Polisi hutan bersama tim gabungan berupaya memadamkan titik api di lereng kawasan Bromo yang terbakar akibat karhutla.
Polisi hutan bersama tim gabungan berupaya memadamkan titik api di lereng kawasan Bromo yang terbakar akibat karhutla. — instagram/@bbtnbromotenggersemeru

Pada area bawah tebing, petugas mengoperasikan satu unit drone water spray berkapasitas 150 liter dan satu unit truk tangki. Sementara itu, di bagian atas tebing, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan metode gepyok dengan alat pemukul api.

Kendala utama dalam proses pemadaman berasal dari kondisi geografis lokasi. Titik api berada di lereng Kaldera Bromo dengan kontur terjal dan hembusan angin yang membuat kobaran api cepat berpindah menuju area lebih tinggi.

Selain pengerahan helikopter, BNPB juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, pelaksanaan OMC masih menunggu perkembangan kondisi atmosfer karena belum terdapat pertumbuhan awan hujan yang mendukung.

“Untuk beberapa hari ke depan operasi modifikasi cuaca belum bisa diselenggarakan,” ujar Suharyanto.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026. Status tersebut berlaku selama 180 hari sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Sementara itu, Balai Besar TNBTS menutup sementara sebagian kawasan wisata Gunung Bromo sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB. Penutupan dilakukan dari sejumlah pintu masuk, termasuk wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, hingga kondisi dinyatakan aman.

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau serta mematuhi arahan penutupan kawasan wisata agar proses pemadaman berjalan optimal dan risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat
Nasional

KMP Batumandi Terbakar, 460 Penumpang dan Kru Selamat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi milik PT ASDP terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. 460 jiwa dengan selamat.

Lusianti Dwi Cahyani· 4 hari lalu
Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal
Nasional

Kebakaran di Gunung Sumbing Kian Meluas, Pemadaman Api Terkendala Medan Terjal

Kebakaran di Gunung Sumbing makin meluas. Terjalnya medan di gunung, keterbatasan sumber air, serta sulitnya akses menjadi kendala utama yang dialami petugas.

Nurul Hidayah· 4 hari lalu
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
Nasional

Pemerintah Respons Aksi Greenpeace dan Aspirasi Mahasiswa, Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup

Pemerintah merespons kritik Greenpeace soal krisis iklim dan biaya hidup serta lima tuntutan mahasiswa terkait lingkungan, ekonomi, demokrasi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 4 hari lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Nasional

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Demo Mahasiswa di Tugu Tani Soroti Isu Karhutla hingga Biaya Pendidikan

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diwarnai aksi mahasiswa di Jakarta suarakan lima tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

Rachmaddani Rizki Saputra· 5 hari lalu
Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI
Nasional

Krisis Iklim dan Biaya Hidup Jadi Pesan Utama Aksi Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace Indonesia bentangkan dua spanduk raksasa di Bundaran HI dan mengajak warga mengirim karangan bunga digital untuk menyuarakan krisis iklim.

Rachmaddani Rizki Saputra· 5 hari lalu
Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI
Nasional

Delapan Jam Diperiksa, Enam Aktivis Greenpeace Dibebaskan Usai Aksi di Bundaran HI

Panjat Monumen Bundaran HI, Greenpeace bongkar fakta mengejutkan: 41% warga tertekan akibat harga pangan melonjak gara-gara krisis iklim!

Lusianti Dwi Cahyani· 5 hari lalu