TELEMPONG, 6 AGUSTUS 2026 - Tim mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan kunjungan dan survei lokasi ke Air Terjun Desa Telempong, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo pada hari Kamis (06/08/2026) setelah mendapatkan informasi terkait tempat wisata yang ada di desa tersebut. Kegiatan survei lapangan ini ditujukan untuk mendokumentasikan kondisi terkini kawasan wisata alam yang menjadi kebanggaan warga lokal. Lokasi ini dulunya menjadi tempat pengembangan UMKM bagi warga desa yang berkeinginan meluaskan penjualannya hingga ke tempat wisata yang diharapkan.
Sangat disayangkan, saat ini rute perjalanan menuju Air Terjun Telempong tidak terawat setelah operasionalnya terhenti akibat pandemi COVID-19. Dari hasil peninjauan di lokasi, akses jalan utama menuju air terjun berupa jembatan kayu berada dalam kondisi rusak parah. Kayu-kayu penyangga jembatan sudah lapuk dan rawan patah sehingga membahayakan pengunjung yang melintas. Pemerintah desa beserta masyarakat setempat memiliki keinginan kuat agar tempat wisata kebanggaan Desa Telempong ini dapat difungsikan dan dikelola kembali seperti semula guna menggerakkan perekonomian warga.
Kepala desa Telempong, Bapak Yon Haryono mengatakan bahwa Wisata Air Terjun Telempong dahulu pernah ramai dikunjungi dan bagus, bahkan saat bupati Situbondo berkunjung, beliau ingin membangkitkan kembali wisata yang hampir mati ini . “Air terjun ini kebanggan desa, bahkan pas bupati kesini, beliau ingin wisata ini dihidupkan kembali.” Ujarnya
Kunjungan ini merupakan langkah awal mahasiswa dalam mengumpulkan data faktual untuk mendorong pemulihan destinasi wisata di Desa Telempong. Data dan hasil dokumentasi kondisi infrastruktur tersebut disusun sebagai bahan tindak lanjut untuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar perbaikan jembatan dan izin pengelolaan wisata dapat terealisasi.

Langkah pemulihan pariwisata lokal ini juga sangat sejalan dengan pilar Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Reaktivasi Air Terjun Telempong diyakini mampu menjadi katalisator bagi kebangkitan UMKM lokal serta membuka lapangan kerja baru guna meningkatkan taraf hidup warga. Di sisi lain, koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak berwenang lainnya merupakan wujud nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, di mana sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memulihkan dan membangun potensi daerah.







