Runtut.com

Presiden Prabowo Klaim 10 Ribu Kopdes Berdiri, Transparansi Program Jadi Sorotan

Prabowo klaim 10.000 Kopdes telah berdiri dan target 30.000 unit. Program koperasi desa disorot soal transparansi dan tata kelola.

2 menit baca
1
Presiden Prabowo Klaim 10 Ribu Kopdes Berdiri, Transparansi Program Jadi Sorotan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan klaim pembentukan 10.000 Kopdes dalam Sidang Tahunan MPR 2026, Jakarta, Jumat (14/8). — Dok. Sekretariat Presiden

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah membentuk 10.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR di Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo menargetkan jumlah koperasi tersebut meningkat menjadi 30.000 unit hingga akhir tahun.

Prabowo menyatakan keberadaan Kopdes menjadi langkah pemerintah untuk membangun sistem distribusi yang lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok yang dikuasai pihak tertentu.

“Untuk pertama kali, negara akan menguasai rantai pasok sendiri sehingga tidak bisa kita dipermainkan dengan saudagar yang akan mempermainkan pasar,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan dana yang digunakan dalam program tersebut merupakan bagian dari kepentingan masyarakat, bukan instrumen untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Ini bukan sumber dana bagi penguasa. Ini dana kedaulatan kita. Ini uang rakyat untuk rakyat,” katanya.

Prabowo menyebut dari 10.000 Kopdes yang telah dibentuk, sekitar 3.300 koperasi telah beroperasi secara optimal. Namun, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sorotan terkait kejelasan tujuan, manfaat, dan transparansi pengelolaannya.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Nicky Fahrizal menilai klaim mengenai perkembangan Kopdes masih sulit diverifikasi karena informasi terkait arah program dan tata kelolanya belum sepenuhnya terbuka kepada publik.

Menurutnya, minimnya transparansi membuat munculnya kekhawatiran di masyarakat mengenai potensi penyalahgunaan program koperasi. Isu mengenai koperasi sebagai sumber dana bagi kelompok tertentu, kata dia, berkembang karena adanya ketidakpuasan terhadap sejumlah program strategis pemerintah.

“Implementasi Kopdes di lapangan menjadi sorotan masyarakat karena tidak memberikan manfaat, tujuan pembentukan yang kabur, dan lokasi-lokasi yang dipertanyakan,” ujar Nicky.

Persoalan tata kelola Kopdes sebelumnya juga mendapat perhatian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2025. Lembaga antirasuah tersebut mengingatkan pemerintah agar memastikan program koperasi berjalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

KPK memberikan sejumlah rekomendasi, termasuk memastikan keterbukaan anggaran serta mencegah manipulasi data yang berpotensi memunculkan koperasi fiktif. Pengawasan terhadap pembentukan dan operasional Kopdes menjadi aspek penting agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan target peningkatan hingga 30.000 unit, pemerintah kini menghadapi tantangan memastikan keberadaan Kopdes bukan sekadar angka administratif, melainkan mampu berjalan efektif, transparan, dan sesuai tujuan awal sebagai penggerak ekonomi desa.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, Sejumlah Pihak di BNPB Jadi TersangkaBreaking
Nasional

KPK Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, Sejumlah Pihak di BNPB Jadi Tersangka

KPK menetapkan sejumlah tersangka dalam OTT di BNPB terkait dugaan korupsi dana kebencanaan dan menyita uang Rp1,4 miliar serta emas.

Rachmaddani Rizki Saputra· 17 jam lalu
Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan
Nasional

Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Tingkatkan Kewaspadaan

Kemenhaj mencatat 37 jemaah umrah Indonesia melintasi Riyadh hingga 11 Oktober 2026 dan mengimbau jemaah meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi Timur Tengah

Rachmaddani Rizki Saputra· 2 hari lalu
Bertabur Bintang, Laga Legenda MU vs Arsenal di GBK Justru Sepi Penonton
Nasional

Bertabur Bintang, Laga Legenda MU vs Arsenal di GBK Justru Sepi Penonton

Pertandingan legenda Manchester United vs Arsenal di GBK berlangsung dengan tribun yang terlihat lengang. Padatnya event Jakarta menjadi sorotan.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu
Hari Museum Indonesia: Momentum Merawat Sejarah
Nasional

Hari Museum Indonesia: Momentum Merawat Sejarah

Bukan sekadar tempat benda bersejarah, museum menyimpan cerita perjalanan bangsa. Simak makna Hari Museum Indonesia 12 Oktober bagi generasi muda!

Nurul Hidayah· 2 hari lalu
Sebanyak 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Kemenhub Catat Ratusan Pembatalan
Nasional

Sebanyak 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla, Kemenhub Catat Ratusan Pembatalan

Buntut kabut karhutla, Kemenhub catat 1.673 penerbangan domestik terdampak. Citilink Indonesia catat penerbangan terdampak paling banyak.

Nurul Hidayah· 2 hari lalu
Curva Boys dan LA Mania Bentangkan Koreografi untuk Choirul Huda, Kenang Sang Legenda Persela
Nasional

Curva Boys dan LA Mania Bentangkan Koreografi untuk Choirul Huda, Kenang Sang Legenda Persela

Curva Boys dan LA Mania bentangkan koreografi dan bendera untuk mengenang Choirul Huda, legenda Persela Lamongan, dalam laga melawan Deltras FC di Surajaya.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu