Polisi tangkap 19 orang terkait aksi demo di Bundaran HI pada Rabu (28/10/2026). Satu di antaranya masih berstatus di bawah umur.
JAKARTA — Polda Metro Jaya mengamankan 19 orang terkait aksi demonstrasi elemen mahasiswa dan masyarakat yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026). Polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga akan digunakan untuk aksi vandalisme.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengkonfirmasi jenis barang yang dibawa oleh massa.
"19 orang yang diamankan, diamankan dengan membawa petasan, ada membawa sajam, termasuk ditemukan barang-barang yang akan digunakan untuk vandalisme," kata Budi Hermanto dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (29/10/2026).
Budi menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah kondisi demonstrasi memanas. Menurutnya, terdapat massa yang mulai menyerang petugas keamanan.
"Adapun pelaksanaan kemarin untuk membubarkan massa karena ini sudah menyerang petugas pengamanan dalam hal ini. Dan perlu masyarakat ketahui bahwa keselamatan masyarakat, keselamatan ruang publik, keselamatan para peserta aksi, termasuk rekan-rekan jurnalis adalah menjadi prioritas utama," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Imron Ermawan mengatakan 19 orang yang diamankan hingga Kamis pagi masih menjalani proses pemeriksaan.
"19 orang tersebut sampai pagi ini masih dimintai keterangan oleh para penyidik, dan hasil akhirnya insyaallah nanti akan diupdate kembali siang atau sore nanti," ujar Imron.
Imron mengungkapkan, di antara belasan orang yang ditangkap, penyidik mengidentifikasi adanya satu orang masih berstatus di bawah umur. Remaja tersebut kini telah diserahkan kepada Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PO) untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga keterangan terakhir yang diberikan pada Kamis pagi, polisi telah mengumpulkan barang bukti senjata tajam dan petasan, serta mengamankan sedikitnya 12 kaleng cat semprot berbagai warna.
Pihak kepolisian juga masih mendalami motif serta afiliasi dari ke-19 orang tersebut. Pemeriksaan itu guna mengetahui apakah mereka murni bagian dari elemen mahasiswa atau merupakan kelompok penyusup yang berniat memicu kerusuhan di tengah aksi unjuk rasa.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab