Panduan aman berkendara saat musim hujan dengan mengenali risiko longsor, angin kencang, dan langkah mitigasi demi keselamatan perjalanan.
Jangan Memaksakan Diri Melintasi Jalur Longsor
Tanah longsor menjadi salah satu bencana yang perlu diwaspadai ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, terutama di kawasan dengan lereng curam dan kondisi tanah yang tidak stabil.
Mengacu pada Pedoman BNPB Nomor 3 Tahun 2024, masyarakat perlu mengenali sejumlah tanda potensi longsor, seperti munculnya retakan pada tanah, perubahan kondisi lereng, serta air sungai yang berubah menjadi keruh atau kecokelatan.
Bagi pengendara, tanda-tanda tersebut perlu menjadi perhatian ketika melintasi kawasan rawan longsor. Jika terlihat material tanah atau batu mulai jatuh dari lereng, retakan pada jalan, maupun aliran air yang membawa material tanah, pengendara sebaiknya segera menjauh dari area tersebut dan mencari tempat yang aman.
Jangan mencoba menerobos material longsoran atau berhenti terlalu dekat dengan lereng. Kondisi tanah yang masih bergerak dapat memicu longsor susulan dan membahayakan kendaraan maupun pengendara.
Apabila longsor sudah menutup jalan, pengendara perlu menghentikan perjalanan dan mencari jalur alternatif. Keselamatan menjadi prioritas utama, terutama ketika kondisi lereng belum dinyatakan aman oleh petugas.
Angin Kencang, Waspadai Pohon dan Baliho
Selain longsor, angin kencang juga berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor. Hembusan angin yang kuat dapat mengganggu keseimbangan kendaraan, sementara pohon tumbang, papan reklame, dan benda yang terlepas dari bangunan dapat menjadi ancaman di sepanjang jalan.
Korlantas Polri mengingatkan pengendara untuk menghindari area yang berisiko mengalami pohon tumbang atau kerusakan akibat angin kencang. Pengendara juga disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta tetap fokus memperhatikan kondisi jalan.
Ketika angin mulai terasa kuat, pengendara sepeda motor perlu menjaga kendali kendaraan dengan stabil dan tidak melakukan manuver mendadak. Jika kondisi semakin berbahaya, perjalanan sebaiknya dihentikan sementara di lokasi yang aman.
Hindari berteduh atau berhenti di bawah pohon besar, papan reklame, tiang listrik, maupun bangunan yang berpotensi roboh. Pilih tempat perlindungan yang kokoh dan jauh dari benda-benda yang dapat jatuh atau terbawa angin.
Manfaatkan Peringatan Dini untuk Mengurangi Risiko
Informasi cuaca menjadi salah satu hal penting yang dapat membantu masyarakat mengambil keputusan sebelum melakukan perjalanan. BMKG secara berkala memperbarui prakiraan cuaca dan peringatan dini sesuai perkembangan kondisi atmosfer.
Sementara itu, BNPB melalui Surat Edaran Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2026 tentang Langkah-Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan 2026/2027 menekankan pentingnya pemantauan informasi cuaca, penguatan peringatan dini, serta edukasi masyarakat terhadap risiko bencana.
Bagi pengendara, langkah sederhana seperti memeriksa prakiraan cuaca, mengenali jalur rawan, menyiapkan rute alternatif, dan tidak memaksakan perjalanan saat cuaca ekstrem dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Pada akhirnya, perjalanan yang aman bukan hanya tentang mencapai tujuan tepat waktu, tetapi juga memastikan keselamatan diri dan orang lain selama berada di jalan. Ketika cuaca tidak mendukung, keputusan untuk berhenti atau menunda perjalanan justru menjadi langkah paling bijak.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab