Runtut.com

Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia

Malaysia menawarkan pesawat amfibi, helikopter, dan 44 personel untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia. BNPB masih mengkaji kebutuhan operasi.

2 menit baca
1
Pertemuan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia dalam membahas
Pertemuan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia dalam membahas kerja sama dan tawaran bantuan dalam penanganan karhutla. — Dok. Istimewa

JAKARTA - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berpeluang mendapat dukungan dari Malaysia. Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan berupa pesawat amfibi, helikopter, dan puluhan personel untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran di Indonesia.

Tawaran tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Muzafar Shah Mustafa di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, dukungan yang ditawarkan Malaysia terdiri atas satu pesawat amfibi CL-415MP, satu helikopter Mi-171, serta 44 personel yang mencakup awak dan teknisi.

Meski demikian, BNPB masih akan mengkaji tawaran tersebut agar sesuai dengan kebutuhan operasi dan kondisi aktual di lapangan. Artinya, bantuan tersebut belum dapat dipastikan langsung dikerahkan untuk memadamkan karhutla di Indonesia.

BNPB dan Malaysia Bahas Teknis Pengerahan

Sebagai tindak lanjut, BNPB akan berkoordinasi dengan Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) Malaysia dengan fasilitasi Kementerian Luar Negeri RI. Pembahasan akan mencakup kesesuaian bantuan, kesiapan pengerahan, kebutuhan logistik, serta prosedur keselamatan penerbangan.

Kondisi cuaca dan jarak pandang juga menjadi pertimbangan dalam operasi pemadaman dari udara. Asap tebal dan jarak pandang rendah dapat membatasi efektivitas pengerahan pesawat maupun helikopter, sehingga alternatif dukungan turut dibahas.

Selain bantuan operasional, Indonesia dan Malaysia juga menjajaki kerja sama teknologi untuk memperkuat penanganan karhutla. Kerja sama tersebut mencakup pemantauan dan deteksi dini, pengumpulan serta analisis data, penilaian wilayah terdampak, strategi pemadaman, riset dan inovasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

BNPB menegaskan bahwa seluruh bantuan internasional akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan ketentuan yang berlaku. Kendali operasi tetap berada di tangan pemerintah Indonesia.

Indonesia Kerahkan Puluhan Ribu Personel

Di tengah pembahasan bantuan tersebut, penanganan karhutla di Indonesia masih dilakukan melalui pemadaman darat, pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing, serta operasi modifikasi cuaca yang dikoordinasikan BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, hingga 25 Oktober 2026 pemerintah telah mengerahkan 71.878 personel satuan tugas pemadaman darat dan 63 armada udara.

Armada udara tersebut terdiri atas 39 helikopter water bombing serta 24 pesawat untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca.

Tawaran Malaysia diharapkan dapat menjadi tambahan dukungan bagi penanganan karhutla. Namun, realisasi pengerahan armada dan personel masih menunggu hasil pembahasan teknis serta penyesuaian dengan kebutuhan operasi di lapangan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi
Bencana Alam dan Krisis

Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi

Kondisi karhutla Jambi membaik dengan nihilnya hotspot berkepercayaan tinggi, tetapi pemadaman dan pencegahan kebakaran masih terus dilakukan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 hari lalu
Karhutla Ciremai Padam, Habitat Satwa Endemik Terancam
Bencana Alam dan Krisis

Karhutla Ciremai Padam, Habitat Satwa Endemik Terancam

Karhutla Gunung Ciremai telah padam, tetapi habitat satwa endemik terancam. Bayi surili Jawa berhasil diselamatkan dan kembali ke induknya.

Muhammad Rafi Ashidiq· 2 hari lalu
Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya
Bencana Alam dan Krisis

Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya

Di tengah langit yang diselimuti asap, lantunan Ibu Pertiwi dari para siswi Palangka Raya menghadirkan kisah tentang duka, ironi, dan harapan bagi lingkungan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 2 hari lalu
Hujan Guyur Gunung Arjuno, Kebakaran di Pasuruan Mulai Padam
Bencana Alam dan Krisis

Hujan Guyur Gunung Arjuno, Kebakaran di Pasuruan Mulai Padam

Hujan mengguyur Gunung Arjuno saat karhutla melanda Jawa Timur. Sebagian besar titik api di Pasuruan mulai padam, tetapi pemantauan berlanjut.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Gunung Ciremai Kembali Terbakar, Petugas dan Warga Bergerak ke Lokasi
Bencana Alam dan Krisis

Gunung Ciremai Kembali Terbakar, Petugas dan Warga Bergerak ke Lokasi

Gunung Ciremai kembali terbakar pada Rabu malam. Petugas dan warga bergerak ke lokasi untuk menangani kebakaran di kawasan konservasi Kuningan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Karhutla di Gunung Ciremai Belum Padam, Petugas Siaga
Bencana Alam dan Krisis

Karhutla di Gunung Ciremai Belum Padam, Petugas Siaga

Titik api di kawasan TNGC Kuningan masih diupayakan padam oleh tim gabungan. Warga diminta melapor jika menemukan potensi pemicu kebakaran baru.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu