Runtut.com

Hujan Lebat Mengintai Sorong 4 November, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Hujan lebat mengintai Sorong dan sekitarnya pada 4 November 2026. BMKG memperingatkan potensi petir dan angin kencang di Papua Barat Daya.

2 menit baca
1
peta peringatan dini hujan di Papua Barat Daya
peta peringatan dini hujan di Papua Barat Daya — Website Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

SORONG - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Papua Barat Daya pada Rabu (4/11/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Berdasarkan peringatan dini cuaca BMKG Papua Barat Daya yang disampaikan pukul 12.20 WIT, kondisi tersebut diperkirakan mulai terjadi pada pukul 12.45 WIT dan dapat berlangsung hingga pukul 14.30 WIT.

Hujan Berpotensi Mengguyur Sorong Selatan dan Kabupaten Sorong

Pada awal kejadian, potensi hujan diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sorong Selatan, meliputi Teminabuan, Salkma, Seremuk, Fokour, dan Saifi.

Sementara itu, di Kabupaten Sorong, wilayah yang berpotensi terdampak mencakup Sorong, Wemak, Salawati, Mayamuk, Sayosa, Seget, dan Moisegen.

BMKG juga memperkirakan potensi hujan tersebut dapat meluas ke sejumlah wilayah lainnya di Papua Barat Daya.

Berpotensi Meluas hingga Kota Sorong dan Maybrat

Di Kabupaten Sorong, perluasan potensi hujan mencakup Klayili, Konhir, Klabot, Malabotom, Mariat, Hobard, Bagun, Makbon, Aimas, Botain, Klawak, Klasafet, Beraur, Klamono, Buk, dan Segun.

Di Kabupaten Maybrat, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Ayamaru Barat dan Ayamaru Jaya. Sementara itu, di Kota Sorong, potensi hujan dapat meluas ke Sorong Kepulauan, Sorong Kota, Klaurung, Sorong Barat, Sorong Timur, Sorong, Malaimsimsa, Maladum Mes, Sorong Manoi, dan Sorong Utara.

Adapun di Kabupaten Sorong Selatan, perluasan potensi hujan mencakup wilayah Sawiat.

Hal yang Perlu Diwaspadai Masyarakat

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama hujan berlangsung. Saat hujan disertai petir, sebaiknya hindari aktivitas di ruang terbuka, berteduh di bawah pohon, maupun berada di dekat tiang atau benda tinggi.

Selain itu, masyarakat perlu mengamankan barang-barang yang mudah terbawa angin, menjauhi baliho atau pohon yang berpotensi tumbang, serta memperhatikan kondisi saluran air di sekitar tempat tinggal untuk mengantisipasi genangan.

Pengendara juga disarankan mengurangi kecepatan kendaraan dan menjaga jarak pandang saat melintasi jalan yang diguyur hujan. Masyarakat dapat memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Dengan adanya potensi hujan tersebut, masyarakat di wilayah Papua Barat Daya diharapkan tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca. Memantau informasi terbaru dari BMKG dan mempersiapkan langkah antisipasi menjadi hal penting untuk mengurangi risiko selama hujan disertai petir dan angin kencang berlangsung.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, 130 Keluarga Terdampak
Bencana Alam dan Krisis

Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, 130 Keluarga Terdampak

Banjir bandang menerjang Gayo Lues, Aceh, setelah tanggul sungai jebol. Sebanyak 130 keluarga terdampak akibat luapan air.

Muhammad Rafi Ashidiq· 5 hari lalu
Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi
Bencana Alam dan Krisis

Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi

Kondisi karhutla Jambi membaik dengan nihilnya hotspot berkepercayaan tinggi, tetapi pemadaman dan pencegahan kebakaran masih terus dilakukan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia
Bencana Alam dan Krisis

Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia

Malaysia menawarkan pesawat amfibi, helikopter, dan 44 personel untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia. BNPB masih mengkaji kebutuhan operasi.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Karhutla Ciremai Padam, Habitat Satwa Endemik Terancam
Bencana Alam dan Krisis

Karhutla Ciremai Padam, Habitat Satwa Endemik Terancam

Karhutla Gunung Ciremai telah padam, tetapi habitat satwa endemik terancam. Bayi surili Jawa berhasil diselamatkan dan kembali ke induknya.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya
Bencana Alam dan Krisis

Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya

Di tengah langit yang diselimuti asap, lantunan Ibu Pertiwi dari para siswi Palangka Raya menghadirkan kisah tentang duka, ironi, dan harapan bagi lingkungan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Hujan Guyur Gunung Arjuno, Kebakaran di Pasuruan Mulai Padam
Bencana Alam dan Krisis

Hujan Guyur Gunung Arjuno, Kebakaran di Pasuruan Mulai Padam

Hujan mengguyur Gunung Arjuno saat karhutla melanda Jawa Timur. Sebagian besar titik api di Pasuruan mulai padam, tetapi pemantauan berlanjut.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu