Runtut.com

Waspada Longsor dan Angin Kencang, Ini Panduan Aman bagi Pengendara

Panduan aman berkendara saat musim hujan dengan mengenali risiko longsor, angin kencang, dan langkah mitigasi demi keselamatan perjalanan.

4 menit baca
hujan lebat dan angin kencang membuat pohon tumbang dan jalan menjadi tertutup
hujan lebat dan angin kencang membuat pohon tumbang dan jalan menjadi tertutup — Instagram - @fiqah_syafiqah__

RUNTUT.COM Perjalanan di tengah cuaca yang tidak menentu membutuhkan perhatian lebih dari sekadar memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Hujan deras, jalan licin, hingga angin kencang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintasi kawasan perbukitan, lereng, dan jalan yang dikelilingi pepohonan.

Memasuki November 2026, potensi cuaca ekstrem masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca periode 3–10 November 2026 memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah.

Pada periode 6–9 November, wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masuk dalam kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG juga mengingatkan potensi hujan lokal yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang melakukan perjalanan, terutama ketika melewati jalur dengan kondisi geografis yang rawan bencana. Pengendara perlu mengenali risiko di sepanjang perjalanan sekaligus mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Kenali Risiko Sebelum Memulai Perjalanan

Sebelum berkendara, memeriksa kondisi cuaca menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko perjalanan. Pengendara dapat memanfaatkan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG melalui laman resmi maupun aplikasi InfoBMKG untuk mengetahui potensi hujan dan kondisi atmosfer di wilayah yang akan dilalui.

BMKG juga menyediakan informasi peringatan dini melalui layanan Nowcasting yang membantu masyarakat mengetahui potensi cuaca ekstrem dalam jangka pendek di wilayah tertentu.

Selain memantau cuaca, pengendara perlu memperhatikan kondisi rute perjalanan. Jalur yang melewati tebing, lereng curam, kawasan perbukitan, atau jalan dengan pepohonan besar memiliki risiko tambahan ketika hujan deras dan angin kencang terjadi.

Jika kondisi cuaca dinilai berbahaya, menunda perjalanan atau memilih rute alternatif menjadi langkah yang lebih aman dibandingkan memaksakan diri melanjutkan perjalanan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Papua Jadi Episentrum Baru Karhutla: Ribuan Hektare Terbakar hingga Ancam TN Wasur
Bencana Alam dan Krisis

Papua Jadi Episentrum Baru Karhutla: Ribuan Hektare Terbakar hingga Ancam TN Wasur

Kebakaran hutan dan lahan di Tanah Papua meluas hingga awal November 2026. Dengan area terbakar menembus ribuan hektare di Papua Barat dan Papua Selatan.

Lusianti Dwi Cahyani· 18 jam lalu
Semeru Erupsi Beruntun 5 November, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 4,5 Km
Bencana Alam dan Krisis

Semeru Erupsi Beruntun 5 November, Awan Panas Guguran Meluncur hingga 4,5 Km

Gunung Semeru erupsi beruntun pada 5 November 2026. Awan panas guguran meluncur hingga 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 hari lalu
Hujan Lebat Mengintai Sorong 4 November, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Bencana Alam dan Krisis

Hujan Lebat Mengintai Sorong 4 November, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Hujan lebat mengintai Sorong dan sekitarnya pada 4 November 2026. BMKG memperingatkan potensi petir dan angin kencang di Papua Barat Daya.

Muhammad Rafi Ashidiq· 2 hari lalu
Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, 130 Keluarga Terdampak
Bencana Alam dan Krisis

Banjir Bandang Terjang Gayo Lues, 130 Keluarga Terdampak

Banjir bandang menerjang Gayo Lues, Aceh, setelah tanggul sungai jebol. Sebanyak 130 keluarga terdampak akibat luapan air.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi
Bencana Alam dan Krisis

Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi

Kondisi karhutla Jambi membaik dengan nihilnya hotspot berkepercayaan tinggi, tetapi pemadaman dan pencegahan kebakaran masih terus dilakukan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia
Bencana Alam dan Krisis

Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia

Malaysia menawarkan pesawat amfibi, helikopter, dan 44 personel untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia. BNPB masih mengkaji kebutuhan operasi.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu