Panduan aman berkendara saat musim hujan dengan mengenali risiko longsor, angin kencang, dan langkah mitigasi demi keselamatan perjalanan.
RUNTUT.COM Perjalanan di tengah cuaca yang tidak menentu membutuhkan perhatian lebih dari sekadar memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Hujan deras, jalan licin, hingga angin kencang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintasi kawasan perbukitan, lereng, dan jalan yang dikelilingi pepohonan.
Memasuki November 2026, potensi cuaca ekstrem masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca periode 3–10 November 2026 memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah.
Pada periode 6–9 November, wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masuk dalam kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG juga mengingatkan potensi hujan lokal yang disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang melakukan perjalanan, terutama ketika melewati jalur dengan kondisi geografis yang rawan bencana. Pengendara perlu mengenali risiko di sepanjang perjalanan sekaligus mengetahui langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Kenali Risiko Sebelum Memulai Perjalanan
Sebelum berkendara, memeriksa kondisi cuaca menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko perjalanan. Pengendara dapat memanfaatkan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG melalui laman resmi maupun aplikasi InfoBMKG untuk mengetahui potensi hujan dan kondisi atmosfer di wilayah yang akan dilalui.
BMKG juga menyediakan informasi peringatan dini melalui layanan Nowcasting yang membantu masyarakat mengetahui potensi cuaca ekstrem dalam jangka pendek di wilayah tertentu.
Selain memantau cuaca, pengendara perlu memperhatikan kondisi rute perjalanan. Jalur yang melewati tebing, lereng curam, kawasan perbukitan, atau jalan dengan pepohonan besar memiliki risiko tambahan ketika hujan deras dan angin kencang terjadi.
Jika kondisi cuaca dinilai berbahaya, menunda perjalanan atau memilih rute alternatif menjadi langkah yang lebih aman dibandingkan memaksakan diri melanjutkan perjalanan.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab