Runtut.com

Kondisi Karhutla Jambi Membaik, Titik Panas Berkepercayaan Tinggi Tak Lagi Terdeteksi

Kondisi karhutla Jambi membaik dengan nihilnya hotspot berkepercayaan tinggi, tetapi pemadaman dan pencegahan kebakaran masih terus dilakukan.

2 menit baca
Petugas yang sedang memadamkan titik panas dan titik api pada karhutla Jambi.
Petugas yang sedang memadamkan titik panas dan titik api pada karhutla Jambi. — Instagram - @bnpb_indonesia

JAMBI - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi menunjukkan perkembangan positif. Meski titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi tidak lagi terdeteksi dalam pemantauan terbaru, upaya pemadaman dan pencegahan masih terus dilakukan untuk memastikan api benar-benar terkendali.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan kondisi karhutla Jambi membaik dibandingkan tiga minggu sebelumnya. Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Karhutla melalui sistem SiPongi, tidak ditemukan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi pada saat pemantauan.

Meski demikian, pengecekan langsung di lapangan masih menemukan indikasi kebakaran di dua lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan perkembangan tersebut setelah mengikuti rapat koordinasi bersama Gubernur Jambi Al Haris dan jajaran terkait di Gedung VVIP Bandara Sultan Thaha Jambi pada Selasa (27/10/2026).

Pembasahan dan Patroli Terus Diperkuat

Kemenhut memanfaatkan prakiraan hujan hingga 2 November 2026 untuk mengoptimalkan pembasahan dan pendinginan lahan. Langkah ini dilakukan untuk membantu memadamkan sisa bara, terutama di wilayah rawan kebakaran.

Setelah periode tersebut, patroli gabungan akan diperkuat guna mencegah munculnya titik api baru, khususnya di kawasan rawan karhutla dan lahan gambut.

Pemerintah pusat dan daerah juga melibatkan TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni, serta masyarakat dalam penanganan kebakaran.

Luas Lahan Terbakar Masih Jadi Perhatian

Meski kondisi hotspot membaik, data kebakaran di lapangan menunjukkan penanganan karhutla masih menjadi perhatian. Berdasarkan data Satgas Karhutla Provinsi Jambi, luas kumulatif lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 27 Oktober 2026 mencapai 5.167,84 hektare.

Laporan pada Rabu (28/10/2026) itu juga menyebutkan adanya penambahan tujuh lokasi kebakaran di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tidak terdeteksinya hotspot berkepercayaan tinggi bukan berarti seluruh kebakaran telah padam. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit, sehingga kondisi aktual tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

Karena itu, pembasahan, pendinginan, dan patroli tetap diperlukan untuk memastikan kebakaran terkendali serta mencegah api kembali muncul.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia
Bencana Alam dan Krisis

Malaysia Tawarkan Pesawat Amfibi dan Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia

Malaysia menawarkan pesawat amfibi, helikopter, dan 44 personel untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia. BNPB masih mengkaji kebutuhan operasi.

Muhammad Rafi Ashidiq· 2 hari lalu
Karhutla Ciremai Padam, Habitat Satwa Endemik Terancam
Bencana Alam dan Krisis

Karhutla Ciremai Padam, Habitat Satwa Endemik Terancam

Karhutla Gunung Ciremai telah padam, tetapi habitat satwa endemik terancam. Bayi surili Jawa berhasil diselamatkan dan kembali ke induknya.

Muhammad Rafi Ashidiq· 2 hari lalu
Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya
Bencana Alam dan Krisis

Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya

Di tengah langit yang diselimuti asap, lantunan Ibu Pertiwi dari para siswi Palangka Raya menghadirkan kisah tentang duka, ironi, dan harapan bagi lingkungan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 2 hari lalu
Hujan Guyur Gunung Arjuno, Kebakaran di Pasuruan Mulai Padam
Bencana Alam dan Krisis

Hujan Guyur Gunung Arjuno, Kebakaran di Pasuruan Mulai Padam

Hujan mengguyur Gunung Arjuno saat karhutla melanda Jawa Timur. Sebagian besar titik api di Pasuruan mulai padam, tetapi pemantauan berlanjut.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Gunung Ciremai Kembali Terbakar, Petugas dan Warga Bergerak ke Lokasi
Bencana Alam dan Krisis

Gunung Ciremai Kembali Terbakar, Petugas dan Warga Bergerak ke Lokasi

Gunung Ciremai kembali terbakar pada Rabu malam. Petugas dan warga bergerak ke lokasi untuk menangani kebakaran di kawasan konservasi Kuningan.

Muhammad Rafi Ashidiq· 1 minggu lalu
Karhutla di Gunung Ciremai Belum Padam, Petugas Siaga
Bencana Alam dan Krisis

Karhutla di Gunung Ciremai Belum Padam, Petugas Siaga

Titik api di kawasan TNGC Kuningan masih diupayakan padam oleh tim gabungan. Warga diminta melapor jika menemukan potensi pemicu kebakaran baru.

Lusianti Dwi Cahyani· 1 minggu lalu