JAWA BARAT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat, telah berhasil dipadamkan. Namun, kebakaran yang berlangsung sejak Rabu (21/10/2026) itu menyisakan persoalan bagi satwa liar yang bergantung pada hutan sebagai habitatnya.
Salah satu kejadian yang menggambarkan ancaman tersebut adalah penyelamatan seekor bayi surili Jawa yang ditemukan di tengah kebakaran. Primata endemik Pulau Jawa itu ditemukan dalam kondisi lemas di dahan pohon yang terbakar di kawasan Puncak Dulang, Gunung Ciremai, pada Kamis (22/10/2026) malam.
Bayi surili tersebut ditemukan oleh Darsa, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Padabeunghar Silihwangi Majakuning yang akrab disapa Dodo. Saat membantu memadamkan api sekitar pukul 23.00 WIB, Dodo mendengar suara hewan yang kemudian diketahui berasal dari bayi surili yang terjebak di pohon terbakar.
Dodo memperkirakan bayi surili itu baru berusia sekitar satu minggu karena tali pusarnya masih menempel. Kondisinya lemas setelah terpapar asap kebakaran dan diduga terpisah dari induknya ketika kelompoknya berusaha menyelamatkan diri dari api.
Ketika Ibu Pertiwi Dinyanyikan di Tengah Kabut Asap Palangka Raya27 Oktober 2026 pukul 07.58Setelah dievakuasi ke tempat yang lebih aman dan kondisinya membaik, Dodo bersama relawan berusaha mencari induknya. Pada Jumat (23/10/2026) pagi, bayi surili tersebut akhirnya dipertemukan kembali dengan induknya di kawasan yang belum terbakar, sekitar 300 meter dari lokasi penemuan.
Dodo juga menemukan sekitar 15 surili bersama induk bayi tersebut. Kelompok itu diduga berpindah menuju kawasan yang lebih aman untuk menghindari kebakaran.
Api Padam, Habitat Satwa Ikut Terdampak
Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menyatakan titik api di kawasan tersebut telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, dampak kebakaran terhadap ekosistem masih menjadi perhatian, terutama karena area yang terbakar merupakan habitat sejumlah satwa endemik dan dilindungi.








