Kesadaran memilih produk halal menjadi bagian dari pola konsumsi masyarakat. Kenali pentingnya label halal saat berbelanja.
RUNTUT.COM - Saat memilih produk di tengah banyaknya pilihan di pasaran, konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga dan merek. Informasi mengenai kehalalan produk juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, mulai dari makanan dan minuman hingga kosmetik serta produk perawatan tubuh.
Bagi konsumen Muslim, memilih produk halal berkaitan dengan keyakinan dan kepastian mengenai bahan serta proses produksi yang sesuai dengan ketentuan halal. Karena itu, keberadaan sertifikat halal dapat membantu konsumen menentukan pilihan dengan lebih yakin.
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menjelaskan bahwa status halal suatu produk dibuktikan melalui sertifikat halal yang diterbitkan sesuai ketentuan. Pemeriksaan mencakup aspek bahan dan proses produk, sehingga konsumen tidak cukup hanya mengandalkan klaim atau tulisan pada kemasan. Informasi ini disampaikan BPJPH dalam keterangannya pada 14 Desember 2025.
Memahami Label Halal
Kesadaran memilih produk halal juga berkaitan dengan kebiasaan konsumen dalam mencari informasi sebelum membeli. Label halal dapat menjadi salah satu pertimbangan karena memberikan kepastian mengenai status kehalalan produk yang dikonsumsi atau digunakan.
Meski demikian, produk halal tidak otomatis berarti lebih sehat atau lebih bergizi dibandingkan produk lain. Sertifikasi halal berfokus pada pemenuhan persyaratan kehalalan, sedangkan aspek gizi dan kualitas kesehatan perlu dilihat melalui informasi serta standar yang relevan. Dengan demikian, konsumen tetap perlu memperhatikan komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan kebutuhan masing-masing.
BPJPH juga menyediakan layanan pemeriksaan sertifikat melalui laman resminya. Konsumen dapat mencari informasi berdasarkan nama produk, nama pelaku usaha, atau nomor sertifikat untuk memeriksa status sertifikasi produk yang bersangkutan.
Halal sebagai Gaya Hidup
Pertimbangan terhadap produk halal tidak terbatas pada satu kelompok usia. Orang tua yang membeli kebutuhan rumah tangga, pekerja yang memilih makanan untuk keseharian, hingga Gen Z yang membeli minuman kekinian atau produk perawatan diri dapat sama-sama memperhatikan informasi kehalalan.
Di tengah beragamnya pilihan produk, kesadaran tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan berbelanja yang lebih cermat. Konsumen tidak hanya melihat tampilan dan popularitas produk, tetapi juga mempertimbangkan informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan.
Pada akhirnya, memilih produk halal bukan semata-mata tentang mengikuti tren atau melihat logo pada kemasan. Bagi konsumen Muslim, pilihan tersebut berkaitan dengan keyakinan dan kepastian status kehalalan, sekaligus mendorong kebiasaan memeriksa informasi produk secara lebih teliti.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab