Sejak kecil kita diajari agar rajin menyikat gigi, terutama setelah makan. Anjuran itu benar. Namun ada satu keadaan ketika langkah yang tampak paling rajin justru kurang tepat, yaitu tepat setelah kita menyeruput minuman yang asam.
Jawaban singkat: Setelah makan atau minum yang asam, sebaiknya tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat gigi. Fakultas Kedokteran Gigi UGM menjelaskan bahwa menyikat terlalu cepat setelah paparan asam dapat mempercepat pengikisan email gigi. Berkumur dengan air putih dulu membantu.
Mengapa gigi perlu diberi jeda?
Menurut FKG Universitas Gadjah Mada, makanan dan minuman asam menurunkan pH dalam mulut dan melemahkan lapisan pelindung email, sehingga gigi lebih rentan rusak. Email adalah lapisan terluar gigi yang keras, dalam istilah populer disebut enamel.
Bayangkan permukaan email yang baru terkena asam seperti es batu yang mulai mencair di pinggirnya. Kalau langsung digosok sikat, pengikisannya jadi lebih mudah. Karena itu FKG UGM menyarankan agar kita berkumur dengan air, menunggu setidaknya 30 menit sebelum menyikat gigi, dan memakai pasta gigi berfluorida.
Apa kata penelitian laboratorium?
Studi di jurnal Odontology (2025) oleh Sri Larnani dan kawan-kawan menguji 10 larutan asam pada email gigi. Paparan asam meningkatkan kekasaran permukaan dan kedalaman pengikisan email, serta menurunkan kekerasan mikronya. Setelah itu spesimen direndam selama tiga jam dalam susu dan air liur buatan. Kekerasan mikro email meningkat kembali pada kedua perlakuan itu.
Meski demikian, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa susu bisa "menyembuhkan" gigi. Penelitian dilakukan di laboratorium, dan hasilnya hanya menunjukkan peningkatan kekerasan mikro, bukan pemulihan penuh. Email yang telanjur terkikis juga tidak tumbuh kembali.
Apakah kopi lebih berbahaya daripada soda?
Banyak orang menyangka kopi paling berbahaya bagi gigi. Studi in vitro lain, "Comparative Evaluation of Beverage-Induced Surface Alterations on Dental Enamel", membandingkan beberapa minuman. Cola dengan pH 2,52 menimbulkan pola erosi parah pada email, sedangkan kopi dalam percobaan itu terutama menimbulkan noda dan hanya sedikit mengubah bentuk permukaan email.





