Runtut.com

Bukan Hanya Berbicara Baik, Ini Trik Agar Presentasi Lebih Menarik.

Kemampuan presentasi kini menjadi keterampilan penting di era komunikasi digital. Simak strategi membangun penyampaian pesan yang lebih efektif.

3 menit baca
1
Seorang pria berdiri di depan kerumunan orang
Seorang pria berdiri di depan kerumunan orang — https://unsplash.com/id/foto/seorang-pria-berdiri-di-depan-kerumunan-orang--ymBs1mVim8

RUNTUT.COM - Pernah merasa sudah siap matang-matang dalam menyajikan materi presentasi, namun para penonton justru mulai kehilangan fokus saat presentasi dimulai? Kondisi seperti ini cukup sering terjadi. Masalahnya tidak selalu karena seseorang tidak bisa berbicara dengan baik, tetapi juga karena cara pesan itu disampaikan.

Dalam proses perkembangan komunikasi, seorang pembicara harus memilih cara yang tepat agar pesan yang disampaikan mudah dipahami oleh pendengar. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan alat bantu presentasi dengan cara yang tepat.

Dalam berbicara di depan umum, berkomunikasi tidak hanya tergantung pada kata-kata saja. Audiens juga mendapat pesan melalui suara, nada, intonasi, dan unsur-unsur visual.

Oleh karena itu, alat bantu seperti slide, grafik, video, papan tulis, hingga benda peraga bisa membantu menjelaskan pesan dengan lebih jelas. Media pendukung juga bisa membuat penampilan lebih menarik dan membantu menjaga fokus para pendengar.

Alat bantu digunakan dengan jelas ketika pembicara menjelaskan hal-hal yang sulit dipahami. Data statistik atau angka-angka yang banyak akan lebih mudah dipahami jika ditampilkan dalam grafik atau diagram, dibandingkan hanya dijelaskan dengan kata-kata saja.

Gambar yang tepat bisa membantu orang ingat informasi dengan lebih baik. Slide yang disusun rapi bisa menjadi panduan bagi pembicara, sehingga membantu mengurangi rasa cemas saat berbicara di depan banyak orang.

Alat bantu presentasi tidak terbatas pada PowerPoint. Pembicara bisa menggunakan Google Slides atau Prezi untuk menjelaskan poin-poin penting dengan cara yang mudah dipahami. Papan tulis, flip chart, atau poster bisa digunakan untuk menjelaskan materi tersebut.

Sementara itu, video, animasi, dan audio bisa menjadi contoh atau membantu menciptakan suasana tertentu. Produk asli atau benda nyata bisa digunakan sebagai media untuk membuat penjelasan terasa lebih nyata bagi para pendengar.

Namun, alat bantu bukanlah pusat perhatian dalam presentasi tersebut. Media hanya berfungsi sebagai pendukung pembicara. Slide yang terlalu banyak tulisan bisa membuat penonton sibuk membaca dan lupa fokus.

Oleh karena itu, informasi sebaiknya sederhana, tepat sasaran, mudah dipahami, dan sesuai dengan topik yang dibicarakan. Pembicara sebaiknya memeriksa perangkat sebelum tampil agar dapat menghadapi masalah teknis dengan lebih siap.

Kesalahan seperti membaca slide per kata, menggunakan animasi yang terlalu banyak, atau terlalu sering menghadap ke belakang juga sebaiknya dihindari. Media yang tidak relevan bisa membuat pesan yang disampaikan kurang efektif.

Akhirnya, presentasi yang menarik tidak tergantung pada jumlah teknologi yang digunakan, melainkan pada seberapa baik pembicara bisa menyampaikan pesan dengan jelas.

Pemahaman materi, kemampuan berbicara, kontak mata, dan cara berinteraksi dengan penonton tetap sangat penting. Dengan menggabungkan kemampuan berbicara, suara, dan tampilan secara seimbang, presentasi bisa lebih efektif, terlihat profesional, dan lebih mengenang.

*Artikel ini ditulis oleh Fadia Luthfiani, Tri Utoyo Wiyogo. Mahasiswa Manajemen S1, Universitas Pamulang

Tentang Penulis
FL
Fadia Luthfiani

Saya Fadia Luthfiani mahasiswa universitas pamulang manajemen keuangan

Artikel ini merupakan tulisan kontribusi. Isi dan pendapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan sikap redaksi Runtut.com.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua