Menggerakkan Partisipasi, Bukan Menggantikan Masyarakat

Salah satu ciri khas pendekatan Jerhemy Owen adalah menghindari pola bantuan yang bersifat satu arah. Ia lebih sering membangun kolaborasi antara warga, komunitas, pemerintah, akademisi, organisasi lingkungan, dan para pengikutnya di media sosial.

Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan bahwa perubahan akan jauh lebih bertahan lama apabila masyarakat menjadi pelaku utama. Karena itu, hampir seluruh kegiatannya selalu melibatkan warga setempat, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan hasilnya.

Model tersebut dikenal sebagai pendekatan partisipatoris, yakni pembangunan yang menempatkan masyarakat bukan sebagai penerima manfaat semata, melainkan sebagai pengambil keputusan sekaligus pelaksana perubahan.

Media Sosial sebagai Ruang Aksi

Dengan jutaan pengikut di berbagai platform digital, Jerhemy menggunakan media sosial bukan sekadar untuk menghasilkan konten.

Ia memanfaatkannya sebagai sarana edukasi, advokasi, dan mobilisasi aksi sosial. Isu yang diangkat pun beragam, mulai dari pengelolaan sampah, rehabilitasi lingkungan, energi terbarukan, konservasi hutan, hingga pembangunan berbasis masyarakat.

Setiap unggahan berusaha menjawab satu pertanyaan sederhana: bagaimana publik dapat ikut menjadi bagian dari solusi. Model komunikasi tersebut membuat banyak anak muda mulai melihat bahwa media sosial dapat digunakan untuk membangun gerakan sosial yang berdampak langsung.

Menjembatani Publik dan Lapangan

Banyak persoalan di daerah sebenarnya telah lama diketahui masyarakat setempat. Namun, tidak semuanya memperoleh perhatian luas, dalam konteks inilah peran Jerhemy Owen menjadi menarik.

Ia bertindak sebagai penghubung antara realitas di lapangan dengan masyarakat luas yang selama ini tidak mengetahui persoalan tersebut. Peran tersebut bukan menggantikan pemerintah ataupun organisasi masyarakat sipil yang telah lebih dulu bekerja, melainkan memperluas jangkauan informasi sehingga semakin banyak pihak yang terdorong untuk ikut membantu.

Semangat Gotong Royong

Kisah Aceh yang diangkat Jerhemy Owen menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan publik tidak selalu bergantung pada satu aktor. Ketika masyarakat bergerak, komunitas berkolaborasi, organisasi lingkungan memberikan pendampingan, pemerintah menjalankan kewenangannya, dan publik ikut berpartisipasi melalui donasi maupun dukungan lainnya, perubahan dapat berlangsung lebih cepat.

Bagi Jerhemy Owen, konten bukanlah tujuan. Konten hanyalah pintu masuk untuk menggerakkan orang lain agar ikut bertindak. Di Aceh, pendekatan tersebut telah melahirkan dua contoh nyata: membantu memperluas dukungan bagi pembangunan akses warga di Enang-Enang dan terlibat dalam pemulihan hutan lindung di Aceh Tamiang.

Di tengah pesatnya perkembangan media digital, kiprah Jerhemy memperlihatkan bahwa pengaruh seorang kreator tidak semata diukur dari jumlah penonton atau pengikut, tetapi dari sejauh mana ia mampu mengubah perhatian publik menjadi aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.