Stupa Induk Candi Borobudur Dipugar, Akses Naik Dibatasi Sementara
Stupa induk Candi Borobudur tengah dipugar hingga akhir Oktober 2026. Simak aturan alur kunjungan terbaru dan batasan lantai bagi wisatawan reguler di sini.
Candi Borobudur, candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. — Sumber: TravelsPromo
MAGELANG - Stupa induk atau Mahastupa Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sedang dalam proses pemugaran. Upaya ini dilakukan guna memperbaiki sekaligus menjaga kestabilan struktur bagian puncak candi.
Pemugaran dilakukan atas dasar hasil riset yang menunjukkan perlunya perbaikan pada beberapa bagian stupa utama. Kondisi yang ditemukan antara lain meliputi pergeseran Yasti, pelapukan batu, ketidakstabilan pada rongga dan rekahan, serta penggaraman. Penanganan dilakukan untuk memperkuat struktur dan mencegah kerusakan lebih lanjut
“Nah, perbaikannya cukup masif karena kan ini kan batu sudah cukup lama dan belum pernah kita cek, belum pernah kita pugar. Nah, makanya sekarang kalau mungkin teman-teman melihat di atas (puncak) kok sepertinya ada konstruksi scaffolding segala macam. Itu adalah sedang pemugaran yasti di stupa utama,” ungkap Direktur Operasi PT In Journey Destination Management (IDM), Indung Purwita Jati dalam wawancara bersama detikjateng (5/10/2026).
Potret stupa induk Candi Borobudur yang sedang dipugar pada 5 Oktober 2026 — Sumber: Media Indonesia
Perbaikan dilakukan di lantai 10 candi. Oleh karena itu, Indung menjelaskan pemugaran tersebut berdampak pada rekayasa alur pengunjung yang naik ke puncak Borobudur. Pengunjung reguler sementara dibatasi maksimal naik hingga lantai 8. Sementara itu, program sunrise, sunset masih bisa sampai lantai 9.
Pemugaran Mahastupa dilaksanakan oleh Museum dan Cagar Budaya (MCB) sejak 16 September 2026 dan ditargetkan selesai pada 24 Oktober 2026. Sementara itu, pengaturan akses wisatawan dilakukan oleh pengelola kawasan agar proses pekerjaan tidak terganggu.
Candi Borobudur merupakan bagian dari Borobudur Temple Compounds yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia sejak 1991. Status tersebut membuat upaya perawatan dan pelestarian bangunan menjadi bagian penting dalam menjaga nilai sejarah dan budaya Borobudur. UNESCO dalam evaluasi terbarunya juga menyatakan nilai universal luar biasa (Outstanding Universal Value) Borobudur masih terjaga.
Pemugaran Mahastupa menjadi bagian dari upaya pelestarian jangka panjang terhadap Candi Borobudur yang berusia lebih dari seribu tahun. Sebagai salah satu situs warisan budaya terpenting di Indonesia, kondisi fisik bangunan perlu terus dipantau untuk mengantisipasi kerusakan akibat faktor usia, cuaca, maupun tingginya aktivitas kunjungan wisata.
Menurut pengelola kawasan, pekerjaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada perbaikan bagian yang mengalami kerusakan, tetapi juga memastikan struktur utama candi tetap aman untuk generasi mendatang. Karena itu, sejumlah pembatasan akses diterapkan selama proses pemugaran berlangsung guna menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan konservasi.
Setelah pemugaran selesai, akses ke area puncak diharapkan dapat kembali dibuka secara normal sesuai ketentuan yang berlaku. Pengunjung tetap diimbau mengikuti aturan kunjungan dan menjaga kelestarian situs selama berada di kawasan Candi Borobudur.