Runtut.com

Menilik Sejarah Hadiah Nobel Sastra, Penghargaan Prestisius bagi Penulis Dunia

Setiap Oktober, dunia menanti pengumuman Hadiah Nobel Sastra. Lantas, bagaimana awal perjalanan panjang penghargaan ini dari awal hingga sekarang?

3 menit baca
3
Menilik Sejarah Hadiah Nobel Sastra, Penghargaan Prestisius bagi Penulis Dunia
Nobel Prize — Sumber: Wikipedia

RUNTUT.COM - Dunia sastra memiliki ragam apresiasi untuk mengakui karya dan kiprah para penulis. Hadiah Nobel Sastra menjadi penghargaan paling bergengsi yang selama lebih dari satu abad telah diberikan kepada sastrawan di dunia.  

Di balik penghargaan tersebut, terkandung historis panjang yang bermula dari sosok Alfred Nobel. Lantas, bagaimana awal mula Hadiah Nobel Sastra dan seperti apa perkembangannya hingga saat ini?

Berawal dari Wasiat Alfred Nobel

Alfred Nobel Pendiri The Nobel Prize
Alfred Nobel Pendiri The Nobel Prize — Dok. Tempo.co

Perjalanan Hadiah Nobel Sastra bermula dari Alfred Nobel, seorang ilmuwan dan penemu dinamit asal Swedia. Menjelang akhir hayatnya, Nobel meninggalkan sebagian besar hartanya untuk membiayai penghargaan bagi orang-orang yang dinilai berdampak luas bagi umat manusia.

Pada 27 November 1895, Alfred Nobel menandatangani surat wasiat terakhirnya. Dalam wasiat tersebut, ia menetapkan sejumlah bidang yang akan menerima penghargaan. Salah satunya adalah sastra. Penghargaan didedikasikan untuk orang yang menghasilkan karya paling luar biasa di bidang sastra dalam arah yang ideal.

Nobel Sastra Pertama Diberikan pada 1901

Hadiah Nobel Sastra pertama kali diberikan pada 1901. Penerimanya ialah penyair asal Prancis, Sully Prudhomme.

Sejak saat itu, Hadiah Nobel Sastra menjadi penghargaan tahunan yang diberikan kepada penulis dari berbagai negara di dunia. Penghargaan tersebut kemudian menjadi salah satu bentuk penghormatan internasional paling prestisius terhadap kiprah seorang sastrawan.

Dalam proses pelaksanaannya, Akademi Swedia bertanggung jawab untuk menominasikan penerima Hadiah Nobel Sastra. Proses seleksi bukan hanya didasarkan pada popularitas penulis, melainkan mempertimbangkan keseluruhan kualitas karya dan kontribusi kesusastraannya.

Pernah Ditiadakan

Sejak 1901 hingga 2025, tercatat sebanyak tujuh kali penghargaan ini tidak dianugerahkan, yaitu pada 1914, 1918, 1935, 1940, 1941, 1942, dan 1943. Pada tahun tersebut, penyelenggaraan Hadiah Nobel Sastra mengalami perubahan. Kondisi ini dilatarbelakangi karena faktor Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Hingga 2025, tercatat sebanyak 118 Hadiah Nobel Sastra telah dianugerahkan kepada 122 sastrawan di dunia. Diferensiasi jumlah tersebut terjadi karena dalam beberapa kesempatan, penghargaan diberikan kepada lebih dari satu orang.

Diwarnai Sejumlah Fakta Menarik

Nobel Sastra juga memiliki sejumlah catatan unik. Rudyard Kipling merupakan penerima penghargaan termuda di usianya yang menginjak 41 tahun dan Doris Lessing menjadi penerima penghargaan tertua, yakni 87 tahun.

Sejarah juga mencatat Selma Lagerlöf sebagai perempuan pertama yang menerima penghargaan tersebut pada 1909. Hingga 2025, sebanyak 18 perempuan telah dianugerahi Hadiah Nobel Sastra.

Sepanjang sejarah Hadiah Nobel Sastra, dua penulis tercatat menolak penghargaan tersebut, yaitu Boris Pasternak pada 1958 dan Jean-Paul Sartre pada 1964. Pasternak awalnya menerima, tetapi kemudian menolak setelah mendapat tekanan dari pemerintah Uni Soviet. Sementara itu, Sartre sedari awal menolak atas kehendaknya sendiri.

Aturan dan Proses Nominasi

Proses pencalonan Hadiah Nobel sastra bersifat rahasia. Nominasi dan pendapat yang berkaitan dengan proses pemilihan penerima baru diungkapkan ke publik setelah 50 tahun kemudian oleh Akademi Swedia.

Diberlakukannya aturan tersebut membuat proses seleksi tidak sepenuhnya dapat diketahui publik ketika penghargaan berlangsung. Daftar nama yang masuk dalam pertimbangan Akademi Swedia baru dapat ditelusuri setelah masa kerahasiaannya berakhir.

Lebih dari Satu Abad Mengapresiasi Sastra

Lebih dari seratus tahun sejak pertama kali diberikan, Hadiah Novel Sastra telah menjadi bagian penting dalam dinamika sastra dunia. Perjalanan panjang tersebut menunjukkan Hadiah Nobel Sastra bukan sekadar soal materi, tetapi juga bentuk pengakuan internasional terhadap karya sastra dan kontribusi para penulis. Dari wasiat Alfred Nobel pada 1895 hingga para penerima pada masa kini, Hadiah Nobel Sastra terus mencatat perkembangan dunia sastra dari generasi ke generasi.

Referensi:

https://www.nobelprize.org/prizes/facts/facts-on-the-nobel-prize-in-literature/

https://tirto.id/mereka-yang-menolak-nobel-cv26

https://www.tempo.co/teroka/mengapa-filsuf-jean-paul-sartre-menolak-hadiah-nobel-sastra--263925

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua