MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTEM) Universitas Brawijaya Desa Gunungronggo menyelenggarakan program pelatihan Ronggo Aroma dan Ronggo Creative Training pada Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK serta para pelaku UMKM ini bertujuan untuk mengembangkan produk ekonomi kreatif berbasis limbah kopi sekaligus meningkatkan kemampuan pemasaran visual produk UMKM di Desa Gunungronggo.

Desa Gunungronggo memiliki potensi besar dalam pengolahan kopi, namun limbah ampas kopi yang dihasilkan dari proses penyeduhan masih belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, ampas kopi tersedia melimpah secara gratis dari petani dan warung kopi desa, sehingga potensi bahan baku sangat besar. Di sisi lain, Desa Gunungronggo belum memiliki produk souvenir atau oleh-oleh khas yang siap jual, meskipun Wisata Sumber Jenon sudah memiliki pengunjung sehingga pasar telah tersedia dan tinggal dikembangkan produknya. Dengan prinsip zero waste, limbah kopi dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan modal produksi yang sangat rendah karena bahan utama diperoleh secara gratis, sehingga margin keuntungan dapat mencapai 70 hingga 80 persen.

Kegiatan pada Kamis, 9 Juli 2026, diawali dengan persiapan berbagai keperluan untuk pelaksanaan program kerja Divisi Ekonomi Kreatif, yaitu Ronggo Aroma dan Ronggo Creative Training. Setelah seluruh persiapan selesai, kegiatan dilaksanakan dengan baik dan lancar. Ibu-ibu PKK serta para pelaku UMKM menunjukkan partisipasi yang sangat aktif dalam mengikuti pelatihan pembuatan aromaterapi berbahan ampas kopi melalui program Ronggo Aroma, serta pelatihan teknik dasar fotografi produk pada program Ronggo Creative Training agar mampu menghasilkan foto produk yang lebih menarik untuk keperluan promosi. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti proses produksi salah satu UMKM peyek di Desa Gunungronggo sebagai bentuk pendampingan sekaligus mengenal lebih dekat proses produksi yang dilakukan oleh pelaku UMKM setempat.

Program Ronggo Aroma dirancang sebagai upaya pemanfaatan limbah kopi menjadi pengharum alami berbahan ampas kopi yang dikemas dalam sachet berbahan kain organza. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan cara membuat sachet pengharum lemari dari ampas kopi yang telah dikeringkan, mulai dari proses pengolahan ampas kopi, pengemasan, hingga pemberian label produk. Produk ini diberi merek Ronggo Aroma sebagai identitas produk khas Desa Gunungronggo yang diharapkan menjadi souvenir unik bagi pengunjung Wisata Sumber Jenon. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari pengeringan ampas kopi, pengisian ke dalam kain organza, hingga penataan sachet yang siap dipasarkan. Selain pelatihan produksi, program ini juga melakukan serah terima aset merek dan SOP kepada BUMDes Argo Tirto untuk keberlanjutan program pasca KKN.

Sementara itu, Ronggo Creative Training merupakan program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dan karang taruna dalam mengemas dan memasarkan produk secara visual. Minimnya pengetahuan tentang fotografi dan packaging menyebabkan produk UMKM desa masih memiliki tampilan yang kurang menarik sehingga kurang memiliki daya saing di pasar wisata, padahal visual produk sangat memengaruhi minat beli konsumen. Pelatihan ini mencakup teknik fotografi produk menggunakan telepon genggam, teknik pencahayaan alami dan penataan produk, pembuatan kemasan sederhana, pembuatan label dan penentuan nama produk, serta simulasi pembuatan konten promosi.

Para peserta pelatihan diajak mempraktikkan langsung teknik fotografi produk dengan memanfaatkan cahaya alami dan alat sederhana yang ada di sekitar mereka. Pemateri memberikan tips mengenai komposisi foto, pengaturan sudut pengambilan gambar, serta teknik penyuntingan sederhana agar hasil foto terlihat lebih profesional. Selain itu, peserta juga diberikan pendampingan dalam pembuatan kemasan dan label produk yang menarik, sehingga produk UMKM Desa Gunungronggo memiliki tampilan yang lebih layak jual dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Tidak hanya memberikan pelatihan, tim KKN juga memberikan pendampingan nyata kepada para pelaku UMKM di Desa Gunungronggo dengan membantu mendesain dan mencetak logo, stiker, serta banner untuk berbagai UMKM setempat, seperti UMKM peyek, seblak, keripik tempe, es tebu, dan aneka snack lainnya. Pendampingan ini bertujuan untuk memberikan identitas visual yang kuat bagi setiap produk UMKM sehingga lebih mudah dikenali oleh konsumen dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dengan adanya logo dan kemasan yang menarik, produk-produk UMKM Desa Gunungronggo diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun melalui platform digital.

Melalui program ini, mahasiswa FSTEM KKN 39 Universitas Brawijaya berharap masyarakat Desa Gunungronggo dapat mengembangkan produk ekonomi kreatif berbasis limbah kopi yang bernilai jual sekaligus meningkatkan daya saing UMKM melalui visual produk yang lebih menarik. Ronggo Aroma diharapkan menjadi identitas produk khas Desa Gunungronggo yang dapat mendukung pengelolaan limbah kopi secara produktif dengan prinsip zero waste, sementara Ronggo Creative Training diharapkan mampu mendorong UMKM menghasilkan produk yang lebih menarik dan layak jual. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat sekaligus mewujudkan Desa Gunungronggo yang lebih mandiri dan berdaya saing.

#FSTEMUB #KKN #UB #FSTeMSDGs8 #FSTeMSDGs9 #FSTeMSDGs12 #SGCFSTeM