Runtut.com

Unesa Perkuat Branding Digital dan Perluas Ekosistem Pemberdayaan Disabilitas Lewat Program Gadisku

Unesa mendampingi Gadisku melalui transformasi digital, pengembangan website, dan strategi komunikasi untuk memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas.

3 menit baca
4
Runtut.com
Tim PKM Unesa bersama mitra Gadisku saat membahas penguatan strategi komunikasi digital sebagai langkah membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas. — Tim PKM Unesa

SURABAYA - Penguatan branding menjadi kebutuhan penting bagi organisasi pemberdayaan penyandang disabilitas untuk memperluas jangkauan program, membangun kepercayaan publik, dan membuka peluang kolaborasi.

Ide dan harapan tersebut menjadi tema pembahasan dalam pembukaan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) oleh tim Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bertajuk “Transformasi Digital Galeri Disabilitas dan UPT Jawa Timur (GADISKU) melalui Pengembangan Website dan Pelatihan Penulisan Konten” di ruang media center, Gedung Rektorat Unesa, Rabu 16 September 2026.

Selain pengelola program, hadir Edi Cahyono, Direktur Rumah Kinasih sebagai pengelola program Gadisku, Eka Prastama Widiyanta, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), serta Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur

Edi Cahyono, memperkenalkan Program Gadisku hadir sebagai ruang pendampingan bagi penyandang disabilitas non-UPT untuk melanjutkan proses rehabilitasi menuju kemandirian ekonomi dan sosial. Sejak berdiri pada 2024, Gadisku terus mengembangkan berbagai program, mulai dari kewirausahaan inklusif hingga fasilitasi ketenagakerjaan formal.

Dalam konteks PKM ini, Edi menyebut Gadisku menyebut penguatan publikasi menjadi tantangan yang perlu segera dijawab agar potensi, karya, serta perjalanan para penyandang disabilitas dapat dikenal masyarakat secara lebih luas.

Misalnya dalam salah satu program mereka untuk menyalurkan tenaga kerja disabilitas ke perusahaan, ia menambahkan bahwa informasi dan portofolio alumni maupun program Gadisku belum terkelola secara optimal di internet. Padahal, keberadaan digital dapat menjadi pintu masuk bagi dunia industri untuk mengenal dan mengakses potensi yang dimiliki Gadisku.

“Pengalaman kami dengan pihak mitra menunjukkan bahwa perusahaan mencari tenaga kerja disabilitas melalui pencarian di internet hingga menemukan Gadisku,” jelasnya.

Runtut.com
Kolaborasi Unesa bersama Gadisku dalam merancang strategi komunikasi publik berbasis digital untuk mendukung keberlanjutan program pemberdayaan. — Tim PKM Unesa

Keharusan untuk hadir di ranah digital didukung oleh Eka Prasetya, Komisioner KND. Ia menilai transformasi digital memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan disabilitas.

Menurutnya, digitalisasi dapat menjadi sarana memperluas akses pasar, mempertemukan organisasi dengan mitra potensial, serta membangun ruang komunikasi yang lebih inklusif.

“Penyandang disabilitas tidak boleh sekadar dijadikan objek program, melainkan subjek dan aktor aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program agar dampaknya nyata bagi individu, keluarga, dan masyarakat,” jelas Eka.

Ia menambahkan, komunikasi publik mengenai disabilitas perlu menggunakan pendekatan berbasis hak dan pemberdayaan. Konten yang diproduksi harus mampu menunjukkan produktivitas, kemandirian, serta kontribusi penyandang disabilitas dalam berbagai bidang.

Sementara, Ketua Tim PkM Unesa, Puspita Sari Sukardani menjelaskan bahwa pendampingan ini berfokus pada pengembangan website, penyusunan strategi komunikasi publik, serta penguatan storytelling untuk memperkenalkan nilai dan dampak program Gadisku.

“Unesa memfokuskan pendampingan pada pengembangan website, branding naratif, serta penyusunan strategi komunikasi publik tanpa menjual rasa kasihan,” ucapnya.

Ditambahkan anggota Tim PKM Unesa sekaligus Direktur Humas, Informasi Publik, dan Protokoler, Vinda Maya Setianingrum, Gadisku telah memiliki pondasi program yang kuat. Sehingga, penguatan branding diperlukan untuk mengemas pengalaman dan karya yang sudah berjalan agar mampu menjangkau masyarakat, industri, maupun mitra global.

“Secara existing, karya dan pemberdayaan Gadisku sudah luar biasa. Kami bertugas mengangkat branding tersebut agar menyentuh hati masyarakat luas,” katanya.

Kegiatan ini berlangsung hingga akhir tahun dalam bentuk pengembangan seperti pembangunan website resmi, pengelolaan media sosial berkelanjutan, pengembangan konten berbasis dampak, hingga penguatan jurnalistik disabilitas.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 3 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 6 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu