Runtut.com

Mahasiswa KKN Kelompok 74 Tematik Universitas Siliwangi Gelar Program SIGAP untuk Mengedukasi Masyarakat Desa Sukaratu Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair

Mahasiswa KKN Tematik UNSIL Kelompok 74 menggelar Program SIGAP di Desa Sukaratu untuk mengedukasi masyarakat mengolah sampah organik menjadi pupuk

3 menit baca
10
Mahasiswa KKN Kelompok 74 Tematik Universitas Siliwangi Gelar Program SIGAP untuk Mengedukasi Masyarakat Desa Sukaratu Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair
Foto bersama kegiatan — Dok. Pribadi

TASIKMALAYA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Siliwangi Tahun 2026 melaksanakan kegiatan bertajuk “SIGAP: Solusi Inovatif Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat.” Pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di Aula Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan ini di hadiri oleh perwakilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sukaresik Bapak Muhammad Gurhanudin, S.P., narasumber pelatihan Pupuk Organik Cair (POC) Agung Fahreza, S.P., beserta perangkat Desa Sukaratu, para kepala dusun di setiap dusun Desa Sukaratu, Ketua Karang Taruna, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Wanita Tani (KWT), serta ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus pelatihan mengenai pemanfaatan pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair bernilai guna. Dalam pelatihan, peserta di perkenalkan dengan proses pembuatan POC menggunakaan bahan-bahan yang mudah ditemukan dari lingkungan sekitar seperti limbah sayuran, air beras, dan EM4 sebagai bioaktivator fermentasi.

Sambutan pembuka disampaikan oleh perwakilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Bapak Muhammad Gurhanudin, S.P., beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu mengolah limbah organik menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung terwujudnya pertanian yang berkelanjutan.

Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengisi pre-test singkat yang disiapkan oleh penanggung jawab kegiatan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal para peserta tentang pupuk organik cair dan manfaatnya. Setelah itu Agung Fahreza, S.P., selaku narasumber pematerian yang menyampaikan materi yang berisi pendahuluan mengenai pengertian, manfaat, dan keunggulannya dibandingkan menggunakan pupuk kimia, serta potensi pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai bahan baku pembuatan POC.

Selain itu, narasumber juga memaparkan alat dan bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, proses fermentasi, serta cara penggunaan pupuk organik cair yang baik dan benar agar dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair. Mahasiswa memperagakan setiap tahapan proses pembuatan, mulai dari penyiapan alat dan bahan, pencacahan dan pencampuran bahan-bahan, hingga proses fermentasi.

Usai praktik, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses pembuatan, penyimpanan, dosis, hingga cara penggunaan pupuk organik cair pada berbagai jenis tanaman. Antusiasme peserta selama sesi diskusi menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam mempelajari pengelolaan limbah organik serta keinginan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta kembali mengisi post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil post-test diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan penyampaian materi sekaligus menunjukkan peningkatan wawasan peserta mengenai pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, narasumber, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), perangkat Desa Sukaratu, para kepala dusun, serta mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kerja sama seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan.

Melalui program SIGAP (Solusi Inovatif Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair), diharapkan masyarakat Desa Sukaratu mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh untuk mengolah limbah organik secara mandiri menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat. Program ini diharapkan tidak hanya dapat mengurangi volume sampah organik dan mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 4 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu