TASIKMALAYA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Siliwangi Tahun 2026 melaksanakan kegiatan bertajuk “SIGAP: Solusi Inovatif Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat.” Pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, bertempat di Aula Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan ini di hadiri oleh perwakilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sukaresik Bapak Muhammad Gurhanudin, S.P., narasumber pelatihan Pupuk Organik Cair (POC) Agung Fahreza, S.P., beserta perangkat Desa Sukaratu, para kepala dusun di setiap dusun Desa Sukaratu, Ketua Karang Taruna, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Wanita Tani (KWT), serta ibu-ibu PKK sebagai peserta pelatihan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus pelatihan mengenai pemanfaatan pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair bernilai guna. Dalam pelatihan, peserta di perkenalkan dengan proses pembuatan POC menggunakaan bahan-bahan yang mudah ditemukan dari lingkungan sekitar seperti limbah sayuran, air beras, dan EM4 sebagai bioaktivator fermentasi.
Sambutan pembuka disampaikan oleh perwakilan Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Bapak Muhammad Gurhanudin, S.P., beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu mengolah limbah organik menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung terwujudnya pertanian yang berkelanjutan.
Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengisi pre-test singkat yang disiapkan oleh penanggung jawab kegiatan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal para peserta tentang pupuk organik cair dan manfaatnya. Setelah itu Agung Fahreza, S.P., selaku narasumber pematerian yang menyampaikan materi yang berisi pendahuluan mengenai pengertian, manfaat, dan keunggulannya dibandingkan menggunakan pupuk kimia, serta potensi pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai bahan baku pembuatan POC.
Selain itu, narasumber juga memaparkan alat dan bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, proses fermentasi, serta cara penggunaan pupuk organik cair yang baik dan benar agar dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair. Mahasiswa memperagakan setiap tahapan proses pembuatan, mulai dari penyiapan alat dan bahan, pencacahan dan pencampuran bahan-bahan, hingga proses fermentasi.
Usai praktik, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses pembuatan, penyimpanan, dosis, hingga cara penggunaan pupuk organik cair pada berbagai jenis tanaman. Antusiasme peserta selama sesi diskusi menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam mempelajari pengelolaan limbah organik serta keinginan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta kembali mengisi post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil post-test diharapkan dapat menjadi indikator keberhasilan penyampaian materi sekaligus menunjukkan peningkatan wawasan peserta mengenai pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, narasumber, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), perangkat Desa Sukaratu, para kepala dusun, serta mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kerja sama seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan.
Melalui program SIGAP (Solusi Inovatif Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair), diharapkan masyarakat Desa Sukaratu mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh untuk mengolah limbah organik secara mandiri menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat. Program ini diharapkan tidak hanya dapat mengurangi volume sampah organik dan mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.







